
Sudah 3 hari berturut-turut Devan merasa gelisah dengan perasaan nya terhadap Adila, bagaimana tidak ? Semakin hari perasaan nya semakin berkembang maka dari itu ia tidak akan melepaskan Adila dari genggaman nya.
Bagi nya sosok Adila sudah bagian dari hidup nya, sebelumnya ia belum pernah merasakan perasaan yang begitu besar kepada seorang wanita meskipun ia sudah pernah berpacaran, namun begitu takdir mempertemukan Adila kepada nya seolah ini pertama kali nya ia menemukan tambatan hati nya.
-----
Disisi lain Rezky baru saja break dari aktivitas syuting nya, berkat prestasi nya tak heran banyak yang menawarkan beberapa iklan untuk nya, namun hanya beberapa saja yang ia ACC.
Disela-sela break syuting iklan nya ia pun berpikir untuk menghubungi Adila meskipun hanya melalui ponsel.
'Tut...Tut...Tut...Tut...' bunyi sambungan telepon ke nomor Adila.
Rezky pun terus saja menggenggam ponsel dan ditempelkan ketelinga sebelah kiri, ia pun berharap Adila segera menjawab panggilan nya di karenakan waktu break nya hanya sebentar.
Sementara itu Adila yang sedang tertidur pulas mendengar deringan cukup keras dari ponsel nya, kemudian ia pun menguap serta matanya sedikit melihat kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 02.00.
"Apa ada pekerjaan lain ? Sampai pihak rumah menelpon ku pada dinihari" pikir nya sambil meraih ponsel nya yang masih berdering.
Sebelum menekan tombol hijau ia pun melihat dilayar ponsel nya, betapa terkejut dan senang nya ketika melihat nama Rezky yang tampil di layar ponsel nya, dengan gerak cepat ia pun menjawab panggilan dari nya serta tak lupa menempelkan ponsel milik nya kesalah satu teli
"Hallo..." Sapa Adila dengan sedikit suara serak khas sehabis tidur.
"Hallo my princess, terdengar dari suara nya kamu seperti bangun tidur" ujar Rezky yang mengetahui suara serak Adila karena bangun dari tidur nya.
"Ya, aku sudah tertidur sekitar jam 10 malam selepas pulang berkerja. Aku kira yang menelpon pagi-pagi buta begini dari rumah sakit eh,,, gatau nya dari kamu" ujar Adila dengan nada gembira.
__ADS_1
"Maaf ya sayang aku sudah mengganggu mimpi indah mu, habis aku lupa bahwa perbedaan waktu antara Amerika dengan Indonesia itu 11 jam, soalnya di sini masih jam 1 siang",
"Ya gapapa kok, gimana kabar kamu di sana ?",
"Kabar aku baik sayang. Maaf baru bisa hubungi kamu sekarang, gimana dengan kabar mu ?",
"Kabar aku juga baik. Aku ngerti kok dengan keadaan kamu yang sekarang, kamu sudah sukses dengan impian mu jadi wajar saja jika waktu mu itu ada batasan nya".
"Makasih sayang kamu sudah ngertiin aku. Sabar sayang nanti kita akan bertemu setelah semua urusan ku selesai, rasanya kangen ku sudah ga bisa dibendung lagi hehe" ujar Rezky dengan candaan nya.
"Aku juga rindu sama kamu, bahkan sebelum beranjak untuk tidur aku selalu mencium pemberian beberapa tangkai bunga dari mu hingga aku merawat nya dengan baik",
Mendengar ucapan Adila yang terakhir membuat Rezky terkejut serta bingung, bahwasanya ia sama sekali tidak mengirim bunga untuk nya.
"Bunga ??? Maksud mu ??" Tanya Rezky yang tidak mengerti maksud Adila.
Rezky pun berpikir sejenak, ia pun semakin bingung dengan perkataan Adila. Memang diakui selama beberapa hari ini kegiatan nya sibuk, menghubungi Adila saja ia tidak sempat apalagi mengirimkan bunga untuk orang suruhan nya.
"Pasti ada yang tidak beres" ucap Rezky pelan dan terdengar pada sambungan telepon Adila .
"Maksud mu apa bilang seperti itu ?" Tanya Adila dengan sedikit heran.
"Bukan apa-apa sayang. Nanti aku hubungi lagi ya, soalnya waktu break ku sebentar lagi habis dan aku harus siap-siap. Maaf sudah ganggu kamu tertidur",
"Kamu sama sekali tidak menggangu aku kok" ucap Adila dengan riang.
__ADS_1
"Ya sudah kamu lanjut mimpi indah lagi ya sayang, byeeeee",
"Bye sayang !" Balas Adila sambil mengakhiri panggilan nya.
Di sisi lain ia sangat senang karena Rezky menghubungi diri nya, sebenarnya ia masih ingin berbicara lama dengan nya, namun apalah daya saat ini Rezky sedang menghadapi kegiatan nya yang super sibuk sehingga ia harus mengerti dengan keadaan semua ini.
Sementara itu Rezky masih saja kepikiran dengan perkataan Adila yang melalui percakapan lewat telepon, ia pun penasaran siapa yang sudah berani mengirimkan bunga untuk kekasih nya lebih parah nya lagi bunga itu dikirim kan dalam beberapa hari.
"Siapa yang sudah berani merusak kebahagiaan ku, kalau sampai aku tahu orang nya maka tidak akan aku biarkan ia untuk mendekati Adila" gumam nya sambil mengepal tangan yang penuh kekesalan.
Kemudian pikiran nya tertuju kepada sosok sepupu nya siapa lagi kalau bukan Devan, karena selama ia tidak ada di Indonesia Rezky menyuruh nya untuk menjaga Adila supaya dirinya jangan sampai ada pria lain yang mendekati nya.
Dan yang Rezky tahu sikap Devan terhadap Adila sangat dingin, dan disitu lah kesempatan nya agar Devan mengenal sosok Adila dengan baik.
"Seperti nya aku harus menghubungi Devan, mungkin saja ia tahu seseorang yang telah mengirimkan bunga untuk Adila" ucap nya sambil mencari kontak Devan yang terdaftar di ponsel nya.
Sudah berkali-kali ia menelpon, namun rupanya ponsel Devan sedang tidak aktif.
"Kenapa sih lagi situasi penting begini handphone nya malah ga aktif. Aaakhhh si*l!" Rezky pun mendengus kesal.
Tiba-tiba datanglah asisten Rezky menghampiri diri nya.
"Permisi tuan. Maaf sebelumnya all crew menyuruh saya untuk memanggil tuan, karena proses syuting sudah dimulai" ucap nya dengan nada sopan.
"Baiklah sekarang saya akan kesana" jawab nya dengan singkat sambil melangkah kan kaki nya menuju area syuting.
__ADS_1
Bersambung....