Bring Me To Life

Bring Me To Life
Episode 34


__ADS_3

3 hari berlalu pada kejadian waktu malam itu,


Setelah mengetahui hal itu sikap Bayu sedikit berubah terhadap Evi terlihat tidak seperti biasa nya.


Terlihat di sebuah ruang makan,terlihat lah Evi dan Adila sedang sarapan bersama tanpa di temani Ayah Adila karena sejak jam 5 subuh rupa nya ia sudah berangkat karena ada urusan yang sangat penting.


"Bi,tolong panggilkan Bayu untuk segera sarapan bersama ya ?" Pinta Evi kepada bi Ina.


"Baik nyonya" balas nya.


Belum juga bi Ina melangkah tiba lah Bayu yang menuju ke ruang makan.


"Mah, itu Bayu" sahut Adila kepada Evi.


"Ayo sayang kita sarapan bersama" ajak Evi pada Bayu.


Lalu Bayu menduduki kursi nya, ia pun meneguk setengah susu segar dan memakan 1 lembar roti yang terlihat polos.


Evi yang memperhatikan itu,rupanya menanyakan sesuatu kepada Bayu,"Bay,mamah perhatian akhir-akhir ini porsi makan kamu terlihat agak sedikit"


"Gapapa mah mungkin karena Bayu lagi diet" balas nya dengan tersenyum kaku.


"Lho,,,cowok kok diet sih menurut mamah body kamu segini ga terlalu gemuk kok" ucap Evi.


Bayu pun bangkit dari duduk nya tak lupa ia berpamitan kepada Evi serta Adila yang masih sarapan.


Evi pun heran dengan sikap Bayu yang beberapa hari ini tampak berbeda dengan nya,ia pun memaklumi nya serta berpikir positif bahwa dengan sikap Bayu seperti itu hanya karena aktivitas nya selama bekerja yang setiap hari terus digeluti nya mulai pagi hari bahkan sampai larut malam.


Begitu lah sikap Bayu ia pandai menyembunyikan sesuatu.


Sejak kejadian malam itu membuat diri nya hampir frustasi dengan menerima kenyataan nya,namun di depan Evi ia berlagak tidak mengetahui hal apapun seolah tidak terjadi apa-apa.


Hari ini Bayu sedang tidak mood berkerja,ia memutuskan untuk pergi kesuatu tempat guna untuk menenangkan dirinya. Sebelum nya ia sudah menyuruh asisten serta sekretaris nya untuk mengurus pekerjaan nya.


Bayu pun tengah terduduk disebuah taman kota yang dihiasi Tanaman rindang serta pemandangan danau yang tak begitu luas.


"Terkadang dunia ini penuh dengan kejutan ya" ucap nya sambil menitikkan air mata yang jatuh di kedua pipi nya karena sudah tidak kuat menahan beban yang ia pikul.


---FLASHBACK ON----


mendengar ucapan yang keluar dari mulut Evi membuat Bayu sangat shock sekaligus terkejut,ia pun tak percaya atas semua ini mendengar hal itu tubuh nya pun menjadi lemas tanpa sengaja tangan Bayu menyenggol salah satu tembikar ukuran sedang yang tengah berdiri diatas meja pajangan,seketika tembikar itu pun jatuh ke lantai.


Bayu yang mengetahui Evi mendengar suara tembikar,melihat pintu kamar adila sedikit terbuka bergegas secepat kilat masuk kedalam kamar Adila tak jauh di sebelahnya.


Kebetulan Adila yang tidak ada dikamar tersebut ia pun mengumpat di bawah tempat tidur.


Evi heran dengan tembikar yang tiba-tiba jatuh ia curiga bahwa ada seseorang sebelum nya,namun ia pun mencari-cari berbagai arah tidak ada tanda-tanda keberadaan seseorang.


Akhir nya ia memutuskan memanggil bi Ina untuk segera membersihkan pecahan nya.

__ADS_1


"Bi, apa tadi bibi lihat seseorang kearah sini ?" Tanya Evi dengan perasaan cemas kepada bi Ina.


"Tidak nyonya. Memang nya ada apa ?" Bi Ina pun berbalik tanya.


"Tidak ada apa-apa bi,tadi saya cuma kaget mendengar tembikar jatuh,saya kira ada orang disekitar sini" ujar Evi .


"Tembikar ini memang sudah tidak terlihat kokoh saat berdiri nyonya,maafkan saya nyonya menaruh tembikar nya diujung meja sehingga terjatuh" ucap bi Ina serta memasang wajah yang tak enak hati.


"Sudah tidak usah dipermasalahkan. Lain kali kamu bisa lebih berhati-hati mengenai semua barang yang ada di rumah ini saat mudah terjatuh,jika sudah selesai kamu boleh pergi".


Bi Ina pun mulai beranjak pergi setelah membereskan pecahan tembikar,begitu juga dengan Evi kembali memasuki kamar nya serta menutup pintu.


Setelah Bayu mengintip dari celah pintu ia pun keluar dari kamar Adila dan berjalan dengan pelan agar tak diketahui langkah nya oleh Evi,sampai lah ia dikamar nya segera ia mengunci pintu.


Sesak dada yang diakibatkan karena shock nya perlahan air mata membanjiri kedua pipi nya,Bayu pun tampak kecewa terhadap Evi karena di usia nya yang menginjak 24 tahun tega nya Evi memendam ini semua dibelakang Bayu termasuk Adila.


---FLASHBACK OFF----


****


Tampak nya hari ini Devan mulai mengingkari janji nya terhadap Rezky yang telah ia sepakati, mungkinkah ia mengingkari janji nya ada kaitan nya dengan hubungan asmara Rezky !


Hingga pada suatu malam di sebuah club dengan notabene sering didatangi orang-orang kelas atas tampak nya Devan sedang asyik menikmati alunan musik dari sang DJ,ia pun tampak licah dengan jingkrak kaki nya wajar saja karena sebelumnya ia sering datang ke club-club besar di Amerika.


Dengan wajah tampan yang dimiliki nya, membuat para wanita malam itu tergoda dengan nya namun Devan hanya menanggapi biasa saja.


Disudut club terdapat lah segembolan orang yang sedang bermain judi,Devan yang melihat kearah nya yang tak begitu jauh ia pun tertarik dan menghampiri tempat judi tersebut.


Di mata Devan seorang lawan nya itu merasa sombong dan menyepelekan kemampuan Devan dalam bermain judi.


Devan pun memulai permainan nya dengan cerdik,ia pun tak mengasihani lawan nya sedikit pun disaat lengah ditengah permainan nya.


20 menit sudah,akhirnya Devan berhasil memenangkan permainan judi nya serta membawa uang taruhan nya sebesar 60 juta.


"Gimana bos rasa nya kalah dalam berjudi,pasti kesal kan" ejek Devan dengan sinis sambil meraih tumpukan uang yang ada diatas meja.


Namun lawan judi tersebut hanya menyeringai dengan sorotan mata yang penuh amarah.


"Santai saja bos ga usah melotot seperti itu,nama nya juga permainan kalah atau menang ya harus terima dengan lapang dada" sahut Devan sambil menepuk bahu lawan nya serta memberikan senyuman jahat.


"Aakhh,,,ga usah Lo nasehatin gua dasar bocah si*l*n !" Balas nya dengan geram.


"Hahaha,,,, dan Lo harus ingat dengan taruhan kita yang kedua karena ini terucap dari mulut Lo,dengan bersedia menyerahkan cewe Lo kepelukan gua" tuntut Devan yang tak mau kalah.


Belum juga lawan main nya menyerahkan pacar nya kepada Devan,namun wanita itu sudah melekat pada tubuh Devan.


Wanita itu pun tak bisa menahan godaan ketampanan Devan yang sedari tadi memperhatikan dirinya,kalau dibandingkan dengan lawan main nya tentu wajah Devan lah yang menang.


"Okay dear, tonight you have to accompany me until morning" sahut Devan sambil merangkul nya.

__ADS_1


Wanita itu hanya mengangguk dengan rangkulan yang mesra, rupa nya wanita tersebut sudah membayangkan kehangatan tidur bersama nya sekaligus dengan sensasi diatas ranjang.


Devan pun keluar dari club tersebut, kali ini ia tidak pulang ke apartemen nya melainkan ia ingin bermalam disebuah hotel yang tak jauh jarak nya dari club tersebut sambil ditemani wanita yang tak dikenal itu.


Sesampai dikamar hotel rupa nya Devan tengah asyik berciuman panas dengan wanita asing tak lupa ia menutup pintu serta mengunci nya.


Wanita itu pun terbuai dalam ciuman panas nya tanpa diperintah ia mulai melepaskan dress mini serta pakaian dalam nya, kini tubuh wanita asing itu pun terlihat polos tanpa sehelai benang pun, sambil menutup kedua mata nya Devan pun ikut terhanyut karena perbuatannya.


Disaat menikmati ciuman panas nya tanpa sengaja terlintas lah pikiran nya pada sosok sepupu nya yang sedang berciuman bersama Adila yang telah ia saksikan pada beberapa hari yang lalu.


Kemudian Devan pun segera membuka kedua mata nya, dan sangat terkejut apa yang ia lihat tepat didepan mata nya, segera lah Devan mengakhiri ciuman panas nya.


"Hei,,, apa yang kau lakukan! Cepat kenakan kembali pakaian mu" bentak Devan kepada wanita tersebut.


"Kau kan sudah menang bermain judi. Jadi nikmati lah tubuh ku yang indah ini, aku akan melayani mu sampai kau puas" balas nya sambil merangkul manja tubuh Devan.


Devan pun merasa risih dengan pelukan wanita tersebut, segera lah ia menjatuhkan tubuh wanita itu ke lantai lalu wanita itu pun meringis kesakitan karena dorongan tangan Devan yang lumayan kencang, seketika wajah wanita yang penuhi nafsu kini berubah menjadi wajah yang kecewa.


"Berani sekali kau menggoda ku. Asal Lo tau gua ini masih perjaka, mana Sudi gua menyerahkan keperjakaan gua sama wanita mur*han kaya Lo" ucap nya dengan nada emosi.


"Bukan kah didalam club kau menyuruh ku untuk menemani mu sampai pagi" ucap wanita itu tak mau kalah.


"Kau terlalu dianggap serius! Dengar ya ucapan itu hanya sebagai pemanis, mendingan Lo balik lagi ke pacar Lo itu"


Devan pun mulai mengambil pakaian wanita tersebut yang telah tercecer dilantai, dengan sangat keras ia melemparkan baju itu diwajah wanita tersebut.


"Sekarang juga Lo pergiiiiiii dari sini" teriak nya lagi.


Wanita itu pun tampak takut dengan bentakan Devan, bergegas lah ia kenakan kembali pakaian nya.


"Kau sangat kasar" ucap nya sambil berjalan keluar menutup pintu dengan keras, tampak nya wanita itu terlihat kesal serta merasa direndahkan atas perlakuan Devan, bagaimana tidak! baru kali ini ada seorang pria yang menolak berhubungan intim dengan nya.


"Shit !!! Kenapa pikiran gua tiba-tiba tertuju kepada mereka. Dan gua juga hampir kecolongan sama wanita j*l*ng tadi, padahal sebelumnya gua udah sepakat sama Rezky untuk tidak kembali pada diri gua yang dulu" gumam Devan dengan kesal sambil merebahkan tubuh nya ke tempat tidur.


Perlu diketahui sebelum nya sosok Devan merupakan laki-laki yang tegar dan kurang perhatian dari kedua orangtua nya, namun ketegaran nya runtuh setelah ia di khianati beberapa wanita.


Diantara wanita tersebut ada yang memacari nya karena materi, menaikkan popularitas nya karena ia adalah sepupu dari seorang pembalap terkenal bahkan Devan sampai pernah diselingkuhi oleh mantan kekasihnya.


Di dalam hubungan asmara nya Devan tampak payah, makanya dari situ lah Devan mulai mencari kesenangan dirinya dengan cara tersendiri.


Apalagi di Amerika warga nya tampak liberal, sering kali Devan bermain judi, keluar masuk club, bahkan sering memasuki wanita yang berbeda kedalam hotel namun tidak untuk meniduri wanita tersebut karena ia berprinsip, bebas melakukan hal apa saja asal jangan melepaskan keperjakaan nya sebelum menikah.


Sering kali ia menumpahkan hasrat nya sebatas berciuman, bermain di area sensitif wanita seperti memainkan pay*d*r* nya dengan cara di r***s bahkan di h***p dan untuk bagian bawah nya ia cukup memasukkan ****nya kedalam ****** serta men****** dengan ***** nya yang tampak lihai.


Bersambung.....


Visual nya Devan 👇👇👇👇


__ADS_1




__ADS_2