
Di dalam ruang guru sudah ada orangtua Rezky & orangtua Bobi mereka pun menyempatkan hadir kebetulan orang tua mereka pun sedang tdk sibuk, maklum lah orangtua mereka kan salah satu pengusaha yg sukses.
Dengan perasaan kecewa ternyata mereka di panggil untuk mengoreksi kesalahan Pd anak mereka masing-masing.
Ternyata ayah Rezky dgn ayah Bobi pun saling mengenal satu sama lain bahkan mereka cukup dibilang akrab, bagaimana tidak mereka itu adalah salah satu partner bisnis.
Setelah mendengar penjelasan dari kepala sekolah akhir nya pun mereka keluar dari ruangan tsb.
" Kamu ini slalu bikin ulah lagi". Bentak ayah Rezky.
" Mau gimana lagi pah aku yg duluan diserang oleh anak nya pak Herman itu."
" Kamu tau gak,,, pak Herman itu salah satu partner bisnis papah. Papah kan jadi ga enak sama pak Herman kalo kamu bermasalah dgn anaknya."
" huhf,,,, papah slalu saja kaitkan masalah ku dgn bisnis".
" Mau gimana lagi memang itu kenyataan nya. Poko nya papah gamau tau kamu ga boleh berkelahi lagi dgn anak pak Herman."
Setelah menasehati Rezky ayah Rezky pun melangkah menghampiri pak Herman(ayah Bobi) yg sedang berdiri sambil menasehati Bobi yg tak jauh arah nya .
" Pak Herman saya mohon maaf atas kelakuan Rezky anak saya. Saya merasa tdk enak sekali sama pak Herman". Ucap permohonan maaf ayah Rezky
Haduhhh papah ngapain juga sih harus minta maaf sama pak herman, ini juga kan kesalahan anak nya.
" Ohh tidak apa-apa pak,,, saya juga minta maaf atas kesalahan Bobi anak saya." Jawab pak Herman santai
__ADS_1
" Bobi lain kali kamu jgn bertengkar lagi dengan Rezky apapun permasalahan nya kali harus berteman, Krn bagaimana orangtua Rezky berteman dgn keluarga kita." Ucap pak Herman pd Bobi.
" Baik pah." Ucap Bobi dgn singkat.
Setelah urusan nya selesai orangtua mereka pun pamit.
---- waktu belajar disekolah pun telah habis semua murid berhamburan kembali ke asrama mereka masing-masing----
Di saat Adila sedang berjalan menuju asrama dgn langkah kaki yg berat sambil sedikit melamun
Tiba-tiba..... Pundak Adila pun ada yg menepuk
" Hei... Dil tumben kamu keliatan lesu."
" Eh Rezky,,,, gapapa kok aku lagi sedikit malas aja hari ini."
Adila pun tak menjawabnya, ia pun tetap melangkah kaki nya
" Dil kamu kok gitu sih, kamu mau menjauh dari aku ya ?"
" Ngg,,,gak kok rez ?" Jawab nya gugup.
" Kamu malu ya berteman sama aku ? Secara aku tuh slalu bikin onar di sekolah & slalu di hukum oleh guru. Apalagi kejadian kemarin aku tau kamu melihat nya. Maaf ya Dil aku berbuat kasar dihadapan mu."
" Kamu tau gak,,, aku itu paling ga suka dgn cowo yg suka berkelahi."
__ADS_1
" Aku kan berkelahi ada sebab nya".
" Apa sebab nya ????"
" Bobi itu iri dgn ku. Krn aku lebih dulu dekat dgn mu ke timbang dia."
" Jadi ini semua sebab nya karena aku."
" Bukan Dil,,, aku ga nyalahin kamu. Aku mohon tetap lah berteman dengan ku." Ucap Rezky sambil memohon & menggenggam tangan adila.
Sampe segitu nya Rezky memohon kepada ku, Apa istimewanya aku menjadi teman nya.
Adila pun melepaskan genggaman tangan rezky.
" maaf Dil,,, aku replek Krn langsung genggam tangan mu."
" kalo kamu masih mau jadi teman ku, kamu harus berjanji jgn berkelahi lagi."
" oke baiklah,,,, aku akan berubah demi kamu. asal kamu tdk menjauhi ku." balas Rezky tersenyum.
apa maksud dia jangan menjauhi nya . hemmm,,,, dasar aneh
akhir nya mereka berdua pun berkomunikasi kembali, Adila pun sudah melupakan perkelahian Rezky dgn Bobi.
semakin hari mereka semakin akrab hingga akhir nya mereka bertukar cerita masing-masing.
__ADS_1
Rezky pun punya perasaan suka terhadap nya namun ia tak berani mengungkapkan nya Krn itu terlalu cepat bagi nya.
begitu pula dgn Adila kini ia kembali ceria lagi setengah dingin sikap nya Pd awal bertemu dgn Rezky.