Bring Me To Life

Bring Me To Life
Episode 22


__ADS_3

10 tahun kemudian


Sekarang usia Adila menginjaki 28 tahun ia pun berhasil menjadi seorang dokter, banyak perawat nya bilang bahwa Adila merupakan dokter yang hebat ia pun mampu menangani pasien disaat sedang kritis, sampai sejauh ini banyak pasien yang tertolong nyawa nya lewat perantara nya.


Tidak gampang untuk menjadi seorang dokter banyak sekali halangan dan rintangan untuk melewati nya, apalagi dengan keputusan ayah nya bahwasanya ia ingin Adila yang memimpin perusahaan nya, dan kini perusahaan nya sudah di pindah tangan kan kepada Bayu.


Bayu pun menjalankan nya dengan profesional dan mampu mengerjakan nya dengan baik hingga total karyawan nya pun kini mencapai 3000 orang, benar-benar bertambah berkali lipat dari jumlah yang sebelum nya & cabang perusahaan nya pun sudah ada di 4 daerah.


Sementara itu rumah yang ditempati keluarga Adila pun sudah tidak ditempati bahkan sudah di jual atas kehendak ayah nya, karena pada saat Adila masih kuliah demi memajukan perusahaan ayah nya, dengan terpaksa ia harus menjual rumah nya sebenarnya Adila berat hati meninggalkan rumah tsb krn bagaimana pun juga rumah itu banyak kenangan masa kecil pada saat ibu kandungnya masih hidup.


" Sekarang adek berbaring dulu ya biar dokter periksa dulu" ucap Adila sambil menyuruh pasien yang berumur 10 tahun untuk berbaring.


Lalu pasien tersebut pun berbaring, sambil menekan pelan stetoskop yang Adila seolah ingin memeriksa pernapasan nya.


" Nafas nya normal tidak ada sesak, sekarang buka mulut nya ya. Aaaaa" perintah Adila kepada pasien nya lalu pasien itu pun menurut dengan perintah nya .


Setelah selesai memeriksa nya kini pasien itu bangun dengan perlahan .


" Jadi anak saya sakit apa dok ?" Tanya seorang ibu pasien


" Biasa lah Bu anak-anak penyakit nya ga jauh dari radang, karena itu mempengaruhi dari jajanan nya ia makan." Perjelas Adila sambil menuliskan resep obat untuk nya.


" Lalu pantangan nya apa aja dok ?" Tanya nya lagi.


" Sementara jangan minum air es dulu, makanan yang berminyak di hindari & istirahat yang teratur. Lalu ini resep nya silahkan lanjut ke ruang apotik untuk dapatkan beberapa obat nya." Balas Adila


" Baik dok terimakasih"


" Sama-sama semoga lekas sembuh ya" balas Adila dengan senyum,


Kemudian pasien tersebut keluar dari ruang pemeriksaan .


Adila pun melihat jam yang ada di pergelangan tangan nya menandakan ia ingin pulang karena jam kerja nya pun sudah selesai.


Adila pun melangkah keluar dari ruangan nya beberapa perawat yang lalu lalang pun menyapa nya dengan sopan ia pun membalas nya dengan ramah, Krn ia merupakan dokter yang paling disegani dirumah sakit tsb.


---- dirumah Adila -----


" Sayang, gimana kerjaan kamu di kantor ?" Tanya Evi dengan manja kepada Bayu yang sambil duduk di sofa.


" Ya begitulah mah ada memang agak rumit juga aku memegang 4 cabang perusahaan" balas Bayu.


" Wajar lah sayang nanti juga kamu akan terbiasa, kamu juga harus minta pengarahan dari papah kalo seandainya ada proyek yang sulit " .


Hhmm,,, akhir nya keinginan ku terwujud juga setelah Bayu memegang perusahaan suami ku, tapi masalah nya Bayu belum sepenuhnya yang akan memimpin, apakah ini cuma pengalihan sementara aja bahwa suami ku benar-benar ingin Adila lah memimpin perusahaan ini. ' gumam evi'


" mah,,, mah,,, mamah,,, mamah" panggil Bayu kepada Evi yang sedang melamun sambil mengagetkan.


" ehh,,, iii, iya bay kenapa ?" balas nya dengan gugup


" mamah mikirin apa sih kok sampe melamun gitu ?" tanya nya dengan penasaran

__ADS_1


Evi pun langsung menjawab dengan cepat dengan tak sengaja " mikirin Adila "


" ka Dila ??? tumben mamah mikirin ka Dila ada apa ?" tanya Bayu yang heran.


aduhhh,,, pake keceplosan segala lagi


' gumam evi '


" ohh,, ee,,eng,,engga sayang maksud mamah tumben sekali kakak kamu belum pulang" jawab nya dengan gugup


baju pun melirik ke arah jam dinding


" sebentar lagi mungkin mah, lagian memang kalo jam segini itu ka Dila masih dijalan"


" oh begitu ya. yaudah mamah mau ke kamar dulu ya seperti nya mamah mulai ngantuk. kamu jangan tidur malam-malam ya Krn besok harus ke kantor lagi" balas Evi sambil melangkah & meninggalkan bayu


huhf,,, hampir aja ketahuan semoga aja anak ku gatau apa yang ada didalam pikiran ku.


Mungkin sekarang aku harus lebih tegas dengan Adila supaya ia jelaskan kepada ayah nya segera angkat Bayu menjadi pemimpin perusahaan 'gumam nya'


Matahari mulai menampakkan kembali sinar nya kebumi pertanda bahwa hari sudah berganti . Sekitar pukul 07.00 Bayu & mamah nya sudah berada di meja makan guna untuk menyantap sarapan nya, selang 10 menit datang lah Adila yang turun dari tangga nya dan berjalan ke arah ruang makan.


" pagi kak Dila" sapa Bayu kepada Adila yang tengah menyantap roti bakar .


" pagi juga bay. pagi mah" sapa Adila kepada Evi


" hhmmm" balas singkat Evi


Setelah menghabiskan sarapan nya dengan terburu-buru Adila melangkah menuju keluar.


Berhubung Bayu masuk ke kamar nya untuk mengambil beberapa file penting yang ingin ia bawa kekantor, maka ini lah kesempatan Evi ingin berbicara 4 mata terhadap nya


" Adila tunggu ? mamah ingin bicara ? " ucap Evi seakan menghentikan langkah kaki Adila.


Adila pun menoleh kehadapan nya & melangkah ke arah nya.


" Ada apa mah ?" tanya Adila dengan penasaran.


" kelihatan nya kamu sibuk sekali, dengan perjanjian kita " balas Evi dengan ketus


" maksud mamah apa ya ?" Adila pun mulai bingung


" gimana kamu sudah bilang ke papah belum soal Bayu yang akan di angkat menjadi memimpin perusahaan " balas nya sambil membelakangi Adila yang tengah berdiri


" soal itu aku sudah bilang mah. Tapi sepertinya agak sulit "


Evi pun mulai tak kuasa menahan marah nya ia pun berbalik badan & sedikit melangkah ke arah Adila " dari dulu kok bilang nya selalu seperti itu, alasan apa lagi yang kamu buat jangan-jangan kamu ingin menjatuhi ku ya "


mendengar suara dari bawah sedang ada keributan Bayu pun bergegas melangkah menghampiri suara kegaduhan tsb.


" aku gak ada maksud buat jatuhin mamah, seperti nya papah perlu pertimbangan terhadap kinerja Bayu dan seperti nya juga papah hanya ingin Bayu menjadi wakil perusahaan nya" perjelas Adila

__ADS_1


" bisa-bisa nya kamu menyepelekan kinerja Bayu anak ku, memang nya kamu sehebat apa hah, aku juga sudah membantu mu untuk mengejar cita-cita mu sebagai dokter, kalau bukan penjelasan dari ku mungkin saja papah mu tidak akan mengizinkan nya dari dulu & kamu pasti tidak akan menjadi dokter sehebat ini " ucap Evi dengan nada yang sangat tinggi penuh emosi


Adila pun mulai memasang wajah sedih memang benar yang dikatakan ibu tiri nya itu bahwa ia menjadi dokter atas bantuan dari Evi, tentu saja evi melakukan semua itu supaya suami nya segera merekrut Bayu mengambil alih perusahaan nya.


" maafin Adila mah, nanti akan Adila bicara kan lagi ke papah soal Bayu" pinta Adila sambil memohon


" kamu selalu saja membuat aku kesal sedari dulu dasar kamu serakah"


' plaaakkkk '


tiba-tiba tamparan cukup keras pun mendarat di pipi sebelah kiri Adila.


Rupanya Evi tak kuasa menahan amarah nya ia pun belum puas dengan kekesalan nya kalau belum menampar pipi adila.


" mamah,,,, apa yang mamah lakukan" ucap Bayu sambil menatap tajam ke arah ibu nya penuh dengan kekesalan, Evi pun tak menghiraukan nya.


tiba-tiba datang lah sosok pria paruh baya dengan stelan ala kantor sambil membawa koper kerja nya .


" Evi apa yang kau lakukan terhadap putri ku ?" tanya nya dengan nada tinggi kepada Evi.


Sontak saja hal itu membuat Evi terkejut ia pun membalikkan badan nya dan menatap kearah nya .


Ternyata pria itu adalah Ayah kandung nya Adila yang sedari tadi tiba lalu mendengar keributan ia menghentikan langkah kaki nya, ia pun penasaran & sama sekali ia belum pernah melihat Evi se emosi itu, ia pun mendengar kan nya dengan jelas dari balik pintu.


" apakah ini sikap asli mu terhadap Adila putri ku" bentak nya kepada Evi


" pa...pap,,,pa,,papah sejak kapan papah pulang " tanya Evi dengan gugup sambil ketakutan


Bersambung,,,,,




Ini Visual Adila saat menjadi dokter ya reader sangat manis kannn 😃




Ini salah satu Visual Bayu ya menginjak usia 24 tahun


Ketampanan nya ga beda jauh kan dengan Rezky 😍😍😅


-----


Terus pantangin kelanjutan nya yaaa wahai reader setia ku yang cantik & tamvan 😃😃🥰🥰


maaf jika masih ada salah kata & typo


🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2