
Rezky berusaha mengejar taksi di maksud Adila karena mereka sudah tertinggal dengan jarak 150 meter.
Raut wajah Adila tampak gelisah, Rezky melirik ke arah nya serta menenangkan nya.
Tak tunggu waktu lama jarak mobil yang di kemudikan Rezky sudah dekat dibelakang taksi yang di naiki Evy, dengan hati-hati sambil melihat ke arah spion mobil nya langsung menyalip dan menghadang taksi tersebut.
'Sreeeettttttt' supir taksi menginjak rem secara mendadak serta membuat Evy merasa kaget.
"Aaaauuu.... Pelan-pelan doang mas kalau injak rem hampir aja kepala saya terbentur atap mobil" ucap Evy dengan nada emosi.
"Maaf Bu di depan ada mobil sedang menghadang"
Evy langsung menoleh ke arah depan yang kelihatan dari dalam kaca mobil, dengan rasa heran ia melihat Adila keluar dari mobil yang menghalanginya serta berjalan ke arah taksi yang di naiki Evy.
"Adila ! Kenapa kamu menghalangi taksi ini. Mamah sedang buru-buru karena ingin ke kantor polisi" Evy keluar dari dalam mobil.
"Jangan lapor ke polisi mah. Bayu sudah ketemu"
"Sungguh !!! Bayu sudah ketemu ?" Evy masih belum yakin.
"Sungguh mah" Adila meyakinkan nya.
"Sekarang dimana Bayu berada ?" Tanya Evy yang tak sabar.
"Bayu aman mah ia berada di rumah Devan sepupu Rezky. Dari tadi mamah Adila panggil tapi taksi mamah keburu cepat jalan nya untung ada Rezky"
"Maaf sayang mamah tidak tahu habis pikiran mamah hanya tertuju pada Bayu saja"
"Ya sudah tidak apa-apa. Sekarang kita bergegas ke apartemen Devan".
Karena mobil sport Rezky hanya bermuatan 2 orang terpaksa Adila menyuruh Evy naik taksi, Evy pun tidak keberatan karena ia merasa tidak sabar ingin menemui Bayu.
Tak lama kemudian Rezky mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang sambil di ikuti taksi di belakang nya.
Sepanjang perjalanan Rezky masih bingung dengan masalah keluarga yang di hadapi kekasih nya, karena ini masih terlibat dengan nya Rezky menjadi khawatir terhadap nya.
Dengan berat hati Adila menceritakan semua masalah nya termasuk identitas Bayu secara tidak langsung Rezky berhak tahu mengenai hal ini karena ia salah satu bagian hidup nya.
"Maaf ya sayang aku terlalu sibuk. Sampai tidak tahu masalah yang terjadi pada keluarga mu" ujar Rezky dengan cemberut sekaligus turut prihatin.
"Tidak masalah ! Aku paham kok dengan keadaan kamu" balas Adila dengan senyum manisnya.
"Tapi kan aku jadi ga enak. Aku serasa tidak berguna jadi pacar kamu" Rezky merasa kesal pada diri nya.
"Huussss !!! Kamu ini bilang apa sih, gak suka aku dengar nya"
"Maaf deh sayang aku hanya kesal dengan diri aku. Cuupppp" sambil meraih tangan Adila dan mengecup dengan lembut.
Tidak sampai 1 jam mereka sudah sampai di apartemen Devan.
Rezky memencet bel beberapa kali tiba-tiba Devan datang dan membuka pintu nya, tanpa basa-basi Adila langsung menanyakan Bayu kepada nya karena merasa sudah tidak sabar ingin bertemu.
Kemudian Devan mempersilahkan mereka masuk,
"Sebaiknya kalian tenang dulu. Tante dan Adila mau minum apa ?"
"Tidak usah repot-repot Van" ujar Adila.
"Jadi kamu yang bernama Devan ?" Tanya Evy.
__ADS_1
"Ya Tante. Saya Devan" jawab nya dengan sopan.
"Sebaiknya Lo panggil kan saja Bayu mereka sudah panik tuh" perintah Rezky berbisik di telinga Devan.
Kemudian Devan menuruti perintah Rezky dan menuju ke kamar nya yang terdapat Bayu didalamnya.
"Bay, ada keluarga Lo tuh di depan. Sana temui mereka" on
"Gak mau kak" sontak membuat Devan terkejut.
"Kenapa gak mau"
"Aku takut mereka kecewa atas semua yang aku lakukan beberapa hari ini" balas Bayu dengan menunduk.
"Kalo Lo takut tenang ada gua kan gua kakak ipar Lo" sahut Devan dengan menghibur Bayu yang merasa gugup serta takut.
"Tapi kak......"
"Halahhhh.... Ga usah pakai tapi. Mau sampai kapan sih Lo main petak umpet dari mereka" Devan menarik tangan Bayu keluar dari kamarnya.
Dengan rasa gundah Bayu menatap wajah Evy serta Adila yang terlihat panik,
"Kak Dila, mamah !!!!" Ucap nya lirih serta sedih.
"Bayuuuuuu" secara bersamaan mereka menghampiri bayu dan memeluk nya kecuali Rezky.
"Maafin Bayu mah, kak. Karena sudah membuat kalian repot seharusnya Bayu bertindak lebih dewasa bukan seperti kanak-kanak" Bayu meneteskan air mata nya.
"Tidak perlu disesali Bay. Ini semua salah mamah yang tidak terbuka dengan kamu" Evy menangis seakan menyesali dirinya.
"Kamu kemana aja sih Bay ! Buat kak Dila khawatir aja. Asal kamu tau kakak itu sayang banget sama kamu biasa nya kalau ada masalah apapun kamu cerita tapi ini malah di pendam sendiri" mata Adila mulai berkaca-kaca.
Rezky dan Devan hanya menatap mereka dengan haru sekaligus perasaan senang.
Evy menghampiri Devan dan berkata,
"Terimakasih kamu menjaga Bayu dengan baik. Sudah 2 kali kamu menolong hidup Tante"
"Akh... Tante ini terlalu berlebihan tidak usah seperti itu" balas Devan dengan malu.
"Terimakasih kak Devan atas perhatiannya. Kalau saja aku tidak bertemu kakak di bar saya tidak tahu apa yang akan terjadi"
"Bentar Bay !!! Kamu bertemu Devan di bar ?" Tanya Rezky seakan mendesak.
"Iya ka kami bertemu disana"
Rezky menatap wajah Devan dengan sorotan mata yang tajam seakan memberi kode ingin menerkam nya, Devan nampak takut dengan tatapan tajam sepupu nya itu segera ia menunduk nya pandangan nya.
"Nak Devan kami permisi dulu karena tak enak jika persoalan kami di bahas di rumah orang lain" ucap Evy meminta izin pamit.
"Santai saja Tante kenapa harus buru-buru disini dulu saja"
"Lain waktu saja kami kemari. Sekali lagi terimakasih atas semua nya"
"Sama-sama Tante" balas Devan dengan tersenyum.
Kemudian Bayu pun meminta izin pamit kepada Bayu dan Rezky, sementara Evy mencegah Adila untuk ikut pamit karena Evy ingin Adila menemani kekasih nya, bagi nya masalah tersebut sudah selesai ia pun berterima kasih kepada Adila.
Kemudian Adila mengantarkan mereka sampai ke depan pintu sekaligus mengobrol singkat.
__ADS_1
Disaat Adila dan keluarga nya berada di luar, Rezky langsung bertanya dengan tegas pada devan dengan sorotan mata tajam nya,
"Apaan sih Lo ngeliatin gua sampe segitu nya. Biasa aja kali !!!" Devan merasa tersinggung.
"Ngapain Lo di bar bukan nya Lo udah janji gak akan datang ke tempat itu lagi" dengan mendesak pengakuan nya wajah Rezky tepat di depan wajah Devan dengan.
"Aakhh... Gua itu cuma lagi badmood aja" jawab nya dengan beralasan.
"Tapi Lo gak berbuat macem-macem kan sama Bayu, awas saja kalau dia sampai menyentuh alkohol karena ulah Lo" Rezky makin geram.
"Udah terlanjur ! Dia malah minum alkohol hampir melewati batas dari gua"
"Apaaaaa !!!!!" Rezky kaget dan kini sorotan mata nya dengan amarah yang berkobar.
"Devan aku sangat berterima kasih pada mu. Aku gak nyangka kamu banyak sekali membantu masalah keluarga ku" tiba-tiba Adila datang menghampiri Devan dan menggenggam kedua tangan Devan.
"Ga usah berlebihan Dil. Gua seneng kok membantu Lo akhir nya masalah Lo kelar juga" Devan membalas dengan pelukan nya secara spontan dan dibalik tubuh Adila ia mengejek Rezky seakan tersenyum girang.
Rezky sangat cemburu melihat Devan secara tiba-tiba memeluk kekasihnya, ingin rasanya ia melemparkan kuah baso ke muka nya langsung.
'si*l*n !!! Dia sengaja rangkul Adila di depan gua awas aja Lo van' batin Rezky gumam dengan geregetan.
"Kalian ini jangan terlalu banyak rasa haru. Aku jadi sedih kan melihat nya hehehe" Rezky tertawa paksa dan memisahkan pelukan mereka dengan alasan yang tak sesuai hati nya.
'Apaan sih Lo Rez maen nyambar aja segala misahin pelukan gua sama Adila lagi' gumam Devan dalam hati.
"Sayang !!! Ayo berangkat nanti telat lagi, hari ini aku akan mengantarmu ke rumah sakit" pinta Rezky pada Adila.
"Hari ini aku sudah izin tidak masuk karena niat nya tadi ingin mencari Bayu tapi Bayu sudah ketemu"
"Oh begitu rupa nya. Ya sudah kalau begitu aku akan ajak kamu ke Singapura, kita pergi ke Universal".
"Hah ! Jauh sekali. Ngapain kesana lebih baik yang dekat-dekat saja"
"Kan naik jet pribadi ku sayang" ujar Rezky dengan manja sambil merangkul kekasih nya.
"Ya sudah kalau gitu. Kita pergi bertiga kan ?" Adila menoleh ke arah Devan.
"No sayang ! Devan gak ikut hanya kita berdua saja"
"Lho kok gitu sih kan biar makin seru" Adila heran.
"Gak sayang habis dia itu ribet orang nya" Rezky melirik kearah Devan seakan mengejek nya.
'Sial*n ! Pake ngejek gua lagi' Devan dalam hati nya.
"Gak setuju aku sebaiknya ajak Devan dong dia kan sepupu kamu" pinta Adila pada Rezky.
Rezky menghela nafas perlahan ia pun mengalah dan menuruti kemauan Adila,
"Baiklah sayang dia boleh ikut. Tapi buat Lo Van jangan rangkul Adila lagi" Rezky memberi peringatan pada Devan.
"Hahaha biasa aja kali Rez. Iri bilang bossss" Devan tersenyum kecut pada Rezky seolah ia berhasil membuat Rezky kesal pada nya.
Rezky tidak terima atas ejekan dari sepupu ia pun meraih tubuh Devan seakan ingin mengacak-ngacak rambut nya begitu pula dengan Devan ia melangkah cepat menjauhi Rezky.
"Sudah... Sudah... Kalian ini seperti anak kecil saja" Adila mempertengah suasana dalam pertikaian konyol mereka.
"Hahaha... Tenang saja Dil kita akan main tonjok-tonjok kok. Rezky tuh yang dari awal kaya orang kebakaran jenggot" seru Devan dengan tawa nya lalu Adila hanya menggeleng kepala nya atas tingkah laku konyol 2 bersaudara itu.
__ADS_1