
Hari ini tepat jam 9 pagi Devan sudah di perbolehkan untuk pulang karena kondisi nya sudah membaik.
Ia pun melangkah kan kaki nya dengan berat hati sambil melihat disekelilingnya nya terdapat lalu lalang para perawat maupun beberapa dokter serta beberapa kerabat pasien guna untuk menjenguk satu sama lain.
Langkah kaki Devan terhenti tepat di depan meja kasir dan terdapat 3 orang wanita yang berpakaian layak nya perawat, lalu Devan menanyakan sesuatu pada salah satu perawat.
"Suster, apakah dokter Adila sudah datang ?" Tanya nya .
"Sudah datang dari 30 menit yang lalu tuan" balas nya dengan ramah
"Oh begitu. Lalu jam berapa dia pulang ?",
"Sebentar ya tuan saya lihat jadwal beliau dulu" balas nya sambil memfokuskan kearah monitor guna untuk mengetahui jadwal Adila pada hari ini.
Tidak menunggu sampai 5 menit akhir nya perawat tersebut sudah mendapat data jadwal Adila.
"Bagaimana sus, sudah ada info nya?" Tanya nya lagi dengan penasaran.
"Sudah tuan. Untuk hari ini beliau pulang jam 9 malam dikarenakan salah satu dokter kami ada yang off day" perjelas perawat tersebut.
"Begitu rupa nya. Terima kasih sus atas info nya",
"Sama-sama tuan".
Akhir nya Devan pun melangkah kaki nya kembali dan menuju lobby parkir, ia pun merasa puas setelah mengetahui jadwal Adila pada hari ini. Di dalam pikiran nya Devan pun merencanakan sesuatu untuk nya.
----
Langit berubah menjadi warna orange menampakkan Kilauan nya yang sangat cantik, apalagi bila disaksikan di tepi pantai serta desiran ombak sudah pasti melengkapi keindahan nya.
Namun waktu terus bergulir, langit berganti warna menjadi gelap bulan pun mulai menampakkan sinar nya yang cukup terang serta bertaburan beberapa bintang yang tak terhitung jumlah nya.
Nampak nya malam ini Adila cukup lelah karena pasien yang ia tangani cukup banyak jumlah nya, namun ia menjalani nya dengan senang hati perlahan rasa lelah itu berkurang.
Setelah selesai melaksanakan kewajiban nya, bergegas ia untuk pulang.
Hari ini Adila tidak mengendarai mobil karena mobil nya sedang di service di tempat bengkel langganan nya terpaksa ia harus memesan ojek online dari gawai nya.
Namun disaat Adila sedang memesan ojek online, ia dikejutkan dengan sosok Devan yang ada di hadapannya.
Tak lupa Devan menyapa Adila dengan ramah begitu juga Adila membalasnya sapaan nya.
__ADS_1
"Kamu ga bawa mobil Dil ?" Tanya Devan.
"Hari ini mobil aku lagi dibengkel, jadi aku belum sempat mengendari nya. Oh iya kamu ngapain disini ? Bukan kah kamu sudah pulang dari tadi pagi ?" Tanya Adila dengan heran.
"Aku kesini untuk menjemput kamu sekaligus membawa kamu ke tempat ku" balas Devan langsung ke inti nya.
"Maksud mu ke apartemen mu. Untuk apa ?" Tanya nya lagi yang semakin bingung.
"Apakah kamu tidak keberatan untuk menginap ditempat ku ? Soalnya aku kesepian dan sampai saat ini Rezky belum balik begitu juga dengan diri ku disini, tidak ada teman bahkan sanak saudara" perjelas Devan dengan memasang wajah yang melas.
"Tapi aku ga bisa Devan" jawab Adila dengan lirih.
"Adila aku mohon. Kau lah satu-satunya teman ku yang ada disini, tolong bantulah aku disaat aku merasa kesepian untuk malam ini saja. Maaf bukan maksud ku membantu mu dengan pamrih setidak nya balas lah kebaikan ku untuk malam ini saja" Devan pun memohon sambil berjongkok serta memegang tangan Adila berharap Adila menyetujui permintaan nya.
Adila merasa tak enak hati dengan sikap Devan dihadapan nya, ia pun merasa panik karena beberapa orang disekitar nya memperhatikan nya dan lebih fokus melihat kearah Devan,
"Devan kamu ini apa-apan sih ! ini tuh masih di area rumah sakit, malu kalau di lihat orang. Cepat sekarang kamu bangun",
"Tidak mau. Dan aku pun rela malu asalkan kamu menuruti permintaan ku" pinta nya yang masih memohon.
Dengan terpaksa Adila pun menyetujui permintaan Devan, karena aksi mereka tidak mau ditonton lebih lama oleh orang-orang sekitar yang lalu lalang.
Sementara itu perasaan Adila campur aduk karena ini pertama kali nya ia menginap di tempat laki-laki, disatu sisi ia sangat bingung karena sebelumnya Devan sudah menolong nya. Dan Adila pun berjanji dengan diri nya yang pada waktu itu, jika ia menemui seseorang yang telah menyelamatkan ibu tiri nya maka ia akan melakukan apa saja termasuk hal konyol Devan .
Sampai lah mereka disebuah apartemen milik Devan.
Devan pun mempersilahkan Adila untuk masuk lalu membawa nya ke arah kamar Rezky.
"Dil, malam ini kamu tidur di kamar Rezky saja ya. Oh iya apa kamu lapar ? Biar nanti aku pesan makanan untuk mu ",
"Tidak usah repot-repot Van, kebetulan aku masih kenyang. Badan ku terasa lengket aku mandi dulu ya",
"Oh iya Dil, sementara kamu pakai piyama milik ku dulu ya" sambil menyerahkan sebuah 1 set piyama yang berwarna biru Dongker milik nya.
"Seperti nya ini bukan ukuran yang cocok, tapi tidak masalah" ucap nya dengan senyum tipis.
Lalu Devan mempersilahkan Adila untuk segera mandi serta keluar dari kamar nya sambil menutup pintu.
Disaat Adila sedang mandi, Devan pun mengambil kunci mobil karena ia ingin keluar sebentar untuk membeli sesuatu.
Selesai mandi dan memakai piyama yang diberikan oleh Devan, tenggorokan Adila terasa haus ia pun memberanikan langkah kaki nya untuk mengambil minum sendiri.
__ADS_1
"Devan,,,," panggil nya namun tak ada jawaban.
Ia pun menelusuri beberapa sudut namun tak ada sosok yang di panggil nya.
"Hmm,,, rupa nya aku sendirian disini. Kemana dia pergi ?" Gumam nya sambil membawa segelas air ditangan nya dan menataruh nya di atas meja tv.
"Kalau begitu aku tunggu dia saja sambil menonton tv" ujar nya sambil menekan tombol remot yang sudah tersedia disekitar ruang tv.
30 menit sudah Adila menunggu Devan diruang tv namun Devan tak kunjung datang.
Mulut Adila sudah menguap beberapa kali pertanda ingin mengajak nya tidur, Adila pun sudah tidak bisa menahan kantuk nya tanpa sadar ia tertidur disofa yang menghadapkan arahnya pada televisi.
30 menit kemudian Devan datang sambil membawa 2 papperbag yang di pegang nya.
Dari arah pintu telinga nya sudah mendengar suara tontonan televisi, ia pun berpikir bahwa Adila sedang santai menonton televisi. Namun setelah diketahui ternyata yang ia lihat malah Adila sedang tertidur pulas.
"Seperti nya ia kelihatan lelah sampai-sampai ketiduran disini".
Karena tak ingin membangun kan Adila, tanpa berpikir panjang ia memindahkan tubuh Adila kekamar Rezky sambil menggendong nya.
Devan pun hanya memandangi wajah Adila yang polos tanpa balutan make up tipis yang selama ini ia lihat Adila slalu memakai polesan tipis, rupanya ia tertarik dengan wajah Adila pada saat tertidur yang memancarkan kecantikan yang alami.
Ia pun merebahkan tubuh Adila dengan hati-hati agar Adila tidak terbangun dari tidur nya serta membentang kan selimut untuk menutupi diri nya.
"Apalah daya ku ini disaat melihat pesona mu yang sedang tertidur membuat aku ingin selalu memiliki mu. Tapi sayang nya kau lebih dulu menjadi milik sepupu ku dan salahkah aku menaruh perasaan terhadap mu ?" gumam Devan dengan pelan, ia pun tidak sungkan untuk mengatakan itu tepat di depan wajah Adila menurut nya bahwa Adila sedang tertidur pulas dan tidak akan mendengar gumam nya.
"Good night Dil and have a nice dream".
Hampir saja Devan mencium bibir Adila, tersadar Devan pun menahan nya dan berpikir bahwa tindakan nya sungguh lancang. Akhir nya ia tidak jadi mencium bibir Adila melainkan mencium kening Adila.
Kemudian Devan mulai mematikan lampu serta keluar dan menutup pintu.
Lalu Devan berjalan kearah kamar nya, saat itu ia duduk di tepi tempat tidur sambil memegang bibir nya karena ia sudah berani melakukan tindakan barusan tanpa diketahui Adila.
Tak bisa di pungkiri ia tidak bisa melepaskan perasaan pada Adila semakin ia ingin melepas nya ia semakin tenggelam dengan perasaan nya.
Disatu sisi Devan sangat bersalah karena sudah mencintai seorang wanita yang di cintai oleh sepupu nya.
Kini ia terjebak dalam perangkap nya, yang awalnya hanya ingin membuntuti hubungan Rezky dengan berkeinginan untuk tinggal di Amerika, tetapi yang terjadi malah ia mencintai Adila seolah ingin mempertahankan apa yang ia inginkan.
Bersambung....
__ADS_1