Bring Me To Life

Bring Me To Life
Episode 51


__ADS_3

Semua orang yang berada di ruangan tersebut menyoroti pandangan nya terhadap Devan.


"Siapa tuh ???,,, Seperti nya dia bukan alumni sekolah kita" bisik teman Rezky.


"Dia emang bukan alumni sekolah kita, tapi dia sepupu gua" jawab Rezky pelan.


"What's wrong ??? Kenapa pada melihat segitu nya sih biasa aja kali" ucap Devan dengan tersenyum kecut.


"Rezky, kayanya temen-temen Lo itu belum tau deh gua siapa. Oke gua akan kenalin diri gua sebelum nya maaf udah ganggu, nama gua Devan dan gua sepupu nya Rezky".


"Hai,,, Devan salam kenal" ucap serentak teman-teman Rezky.


Langkah kaki Devan menghampiri Rezky,


"By the way, Lo kok pulang dari Amrik ga kabarin gua sih".


"Kebetulan gua mau kasih surprise lebih dulu ke my honey" jawab Rezky dengan santai sambil menggenggam tangan Adila tepat disamping nya.


Devan melirik sejenak kearah genggaman tangan mereka dan respon nya sangat tidak menyukai pemandangan didepan nya.


'apaan sih Lo Rez, sok mesra banget asal Lo tau aja selama Lo gak ada di indo yang jagain pacar Lo itu gua' imbuh batin nya.


"Kaya nya Lo lebih utamain urusan pacar Lo yang baru kenal ketimbang sepupu Lo yang jauh lebih lama mengenal Lo".

__ADS_1


Rezky mulai mencerna ucapan Devan, baru saja ia ingin menjawab tetapi Adila sudah menimpali perkataan nya karena merasa tidak enak hati terhadap Devan.


"Bukan begitu Van,,,,!!!"


"Diam !!! Gua ga nanya sama Lo" balas dengan amuk nya.


Sorot mata Rezky yang awalnya tenang berubah menjadi tajam karena ia tidak terima Adila jadi bahan sasaran oleh nya.


"Lo ada masalah apa, jangan seenaknya bentak Adila. Mendingan kita selesaikan dirumah dan jangan bikin gua malu dihadapan Adila maupun teman-teman gua" ujar nya dengan tegas sambil menarik paksa kerah baju Devan dengan kasar dan membawa nya keluar ruangan.


"Rezky tolong jangan bertindak kasar terhadap Devan" Adila sangat khawatir dengan situasi ini dan menghentikan langkah kaki Rezky namun tak dihiraukan oleh nya.


"Duhhh,,, kalian kenapa cuma liatin doang, harusnya bantuin dong cegah Rezky" pinta Adila kepada teman-teman Rezky.


"Sorry Dil, kita gak mau ikut campur. Tau sendiri kan si Rezky kalo udah marah garang nya apaan tau" sahut salah satu teman nya.


DI LUAR RUANGAN.....


"Lepasin tangan Lo" amuk Devan yang mulai berontak.


"Ga bakal gua lepasin karena Lo udah berani bentak Adila di depan gua dan teman-teman gua. Harus nya attitude Lo dipake dong" bentak Rezky dengan mengepal tangan sebelah kanan yang siap meninju wajah Devan.


'sorry Dil, gua bentak Lo abis gua ga bisa nahan cemburu. Sebagai ganti nya gua rela harus kena bogem sama Rezky' ujar batin Devan.

__ADS_1


"Berhentiiiii Rezky " teriak Adila yang tiba-tiba datang dihadapan mereka berdua.


"Jangan pukul Devan Rezky dia sepupu mu" Adila memohon sambil menahan tangan Rezky.


Rezky hanya mendengus kesal,


"Dia harus diberi pelajaran Dil. Karena aku ga terima kamu dibentak dengan sepupu ku".


"Tapi aku tidak merasa dibentak oleh nya. Tolong tahan emosi kamu demi aku".


"Denger ya sekarang juga Lo minta maaf sama Adila, kalo bukan karena dia mungkin wajah Lo yang mulus dan tampan Lo ini udah babak belur" Rezky pun menuruti perintah Adila serta melepaskan keras baju Devan yang digenggam karena kekesalan.


"Huss...husss...husss..." Devan mengatur nafas nya yang sedari tadi menahan sesak karena perbuatan Rezky.


"Devan kamu gak apa-apa" tanya Adila pada nya yang terlihat khawatir.


"Menurut Lo gimana. Ga usah sok care sama gua" balas nya dengan sinis dan pergi dari hadapan mereka berdua.


"Devan kamu mau kemana !!! Devan,,, Devan ,,," panggilan suara Adila tak digubris olehnya.


"Sudah biarkan saja dia pergi" sambar ucapan Rezky.


"Tapi Rez, dia kan itukan sepupu kamu"

__ADS_1


"Sudah biasa sikap dia seperti itu. Ayo sayang kita masuk dan gabung dengan yang lain" Rezky mengajak Adila masuk keruangan kembali sambil menggandeng pundak Adila. Kemudian Adila menoleh ke arah Devan yang terlihat masih berjalan pelan dibelakang arah, setelah Adila berbalik pandangan nya kini giliran Devan melihat kearah mereka dan hati nya pun semakin tidak terima melihat Adila digandeng mesra oleh sepupu nya.


"Susah payah gua samperin Lo dan khawatir sama Lo Dil takut Lo dalam bahaya, ternyata ini semua perbuatan konyol Rezky. Disaat kondisi seperti ini Lo masih nyaman nya bercanda ria dengan nya sampai-sampai berbuat hal romantis di depan gua dan tidak memperdulikan perasaan gua. Sampai kapan gua harus menahan semua ini Dil" tutur perkataan Devan dari perasaan nya yang dalam.


__ADS_2