
Karena urusan nya sudah selesai Adila pun mohon pamit untuk pulang kepada Devan,
"Sudah malam kalau begitu aku permisi dulu ya ! Maaf sudah mengganggu mu",
"Tunggu,,,," Devan pun menghentikan langkah Adila.
Adila pun menoleh kearah Devan, "ada apa ?",
"Lo pulang naik apa ?" Tanya Devan.
Nih orang pasti cuma basa-basi. Ya naik taksi lah masa naik kora-kora 'batin adila'
"Mmm,,, naik taksi",
"Gua sekalian mau ke supermarket yang ada didepan sana kalau begitu Lo ikut gua aja" ajak Devan dengan wajah datar.
Apaan sih gua, dia kan punya kaki banyak taksi di luar sana yang lewat dan bisa pulang sendiri. Huuhf,,, sabar Devan sabar inget ini perintah dari sepupu Lo dan Lo harus jalanin nya dengan sepenuh hati.
"Maaf aku gak mau ngerepotin kamu, aku bisa pulang sendiri kok" sahut Adila.
"Ohh,,, gitu ya Lo berani nolak ajakan gua. Heh, Lo ga usah kege'eran ya gua anter Lo pulang kerumah cuma buat mastiin kalo Lo pulang dengan keadaan selamet dan ini tuh perintah dari cowok Lo yang super duper repot itu" ujar Devan dengan nada sewot nya.
Ihh,, kenapa jadi dia yang sewot aku nolak atau gak apa untung nya buat dia 'gerutu Adila dalam hati'.
"Ya sudah kalau begitu aku pulang sen....???"
Belum selesai Adila berucap tiba-tiba pergelangan tangan kanan nya sudah dipegang erat oleh Devan,
"Akh Lo kebanyakan mikir, gua gak ada waktu lagi mau gak mau terpaksa gua anter Lo" omel Devan.
Ini orang aneh ya. Lagian kalau terpaksa anter mending ga usah. Buat apa menolong kalau ga ikhlas, sensi sih sensi tapi ga usah narik tangan ku segala kali.
Devan pun membawa Adila ke lobby parkir yang tersedia di apartemen.
Setelah mereka masuk kedalam mobil, Devan pun mulai tancap kan gas menuju tujuan nya.
Rupa nya di dalam mobil mereka hanya saling diam, Devan tampak cuek sekali dengan Adila.
Begitu juga dengan Adila sangat malas memulai bertanya menurut nya Devan sangat sentimen terhadap nya.
Hempt,,, bagus deh tuh orang diem, ngomel terus udah kaya mandor proyek. Eh,, tapi gak cocok deng dia kalo jadi mandor, cocok nya sih jadi ember proyek sesuai dah tuh sama karakter dia yang suka sentimen.
'ucap batin Adila sambil menahan tawa'
Wajah Adila yang menahan tawa di ketahui oleh Devan yang diliat dari pantulan kaca mobil. Lalu ia pun berbicara dalam hati,
'Dia ini kenapa mesem-mesem ga jelas sampe segitu nya amat sih. Mentang-mentang lagi didalam mobil sama cowok ganteng ya kalau dibilang boyband Korea mah lewaatttt. Hemm,,, pasti dia lagi mikir gimana cara nya biar bisa akrab sama gua, Sorry I'm not easy friends with women'.
'Tring,,,Ning,,,Tring,,,Ning,,,'
Ponsel Adila pun berdering, melihat di layar ponsel nya ternyata panggilan masuk dari Bayu.
"Halo Bay,,, ada apa ?" Tanya Adila dengan lembut.
__ADS_1
"Mmm,,, kamu jemput aku ?"
'Dapet telepon dari siapa tuh dia huhf,,, harus gua selidikin nih' ucap Devan dalam hati nya sambil menggeser kan sedikit pantulan kaca ke arah wajah Adila dan pendengaran nya pun dibuka selebar-lebar nya.
"Aku sudah pulang tadi petang, kalau begitu kamu jemput nya besok saja",
"Ya sudah kalau begitu kamu hati-hati ya bawa mobil nya, daahhhhh" Adila pun mengakhiri pembicaraan nya.
"Ehem,,,ehem,,,, telepon dari siapa tuh ?" Tanya Devan kepada nya yang menaruh curiga.
Pengen tahu aja, apa Bayu bakalan jadi urusan dia.
"Dari adik ku kenapa memang nya ?" Dengan datar Adila berbalik tanya.
"Dari adik kok lembut banget sih" balas nya dengan sensi.
"Memang benar kok dari adik ku. Dari dulu juga sikap ku lembut terhadap nya",
"Syukur deh kalo itu dari adik mu. Gua cuma khawatir aja sementara ini kan Rezky gak ada di sisi Lo takut nya Lo malah cari perhatian sama lain lagi".
Adila mulai mencerna perkataan Devan seperti nya kesabaran nya sudah habis menghadapi kelakuan Devan.
Ia pun tak habis pikir, pikiran nya bisa sedangkal itu.
"Kamu pikir aku ini wanita serendah itu, lalu apa arti nya 10 tahun aku menunggu sepupu mu. Aku ngerti perasaan mu, kamu bersikap begini karena kamu perhatian terhadap Rezky" tangis Adila pun pecah.
'Ya Tuhan,,,, apakah perkataan gua ini terlalu menyakiti hati nya sehingga kedua pipi nya berlinang air mata dan baru kali ini gua melihat seorang wanita menangis tepat dihadapan gua' ucap Batin Devan yang penuh haru dan penyesalan.
"Dan kamu lihat ini, ini adalah salah satu bukti bahwa Rezky sudah mengikat ku" sambil memperlihatkan cincin yang melingkar dijari manis nya.
Devan pun mencerna sebaik mungkin perkataan Adila, ingin rasa nya ia memeluk Adila dengan kata maaf nya namun bagi nya ini terlalu lancang karena dia bukan siapa-siapa Adila.
Devan pun sangat kagum atas kesetiaan Adila terhadap sepupu nya rupa nya Rezky tak salah pilih wanita.
Mengenai tentang cinta pertama, perlu diketahui bahwa sebelum nya Devan pernah memiliki nya namun ternyata ia hanya disakiti dan seterusnya pun tetap seperti itu, sampai kini rasa sakit hati nya pun terkesan yang berasal dari cinta pertama nya.
Adila pun tak kuat berlama-lama bersama Devan segera lah ia menyuruh Devan untuk menghentikan laju mobil nya.
Devan pun menolak perintah Adila karena laju mobil nya tepat di tempat yang sepi yang tak terlalu gelap.
Namun Adila tetap kekeuh, akhir nya Devan pun mengalah dan menghentikan laju mobil nya.
Adila pun bergegas keluar dari dalam monil dengan perasaan yang tergesa-gesa.
"Adila, gua mohon Lo jangan bersikap seperti ini. Okay cave I'm sorry I ve got my mistake" ucap Devan sambil memegang tangan Adila karena permohonan nya.
Disisi lain.....
Rupa nya di awal pergi meninggalkan apartemen, mobil Devan sudah di buntuti oleh 4 orang yang tengah berada di mobil jeep.
Disaat mobil Devan sedang berhenti mobil Jeep itu pun ikut berhenti dibelakang nya dengan jarak 50m.
"Nah,,, itu dia bocah yang kemaren kalahin gua maen judi sekaligus bawa cewe gua".
__ADS_1
Rupa nya orang itu adalah lawan judi Devan yang beberapa waktu lalu, ia pun merasa dendam terhadap Devan karena tidak terima atas kekalahan yang menimpa diri nya sekaligus bersenang-senang bersama kekasih nya.
"Enak nya di apain nih bocah ?" Tanya teman nya yang duduk di depan.
"Mendingan kita bunuh aja dia" teman yang disebelah nya pun ikut geram.
"Jangan di bunuh nanti bisa panjang urusan nya, lebih baik kita bikin dia babak belur mumpung tempat ini lagi sepi.
4 orang itu pun segera keluar dari dalam mobil dengan penuh amarah mereka menghampiri Devan.
"Sebaiknya kamu pulang saja biar aku pesan taksi online" Adila pun melepas kasar pegangan tangan nya dari tangan Devan, ia pun melangkah kan kakinya untuk menjauhi Devan.
Baru 5 langkah kaki nya Adila sudah dikejutkan oleh 4 pria yang menggoda dengan seringai nya,
"Hai manis mendingan pulang sama aku aja yuk",
"Siapa kalian aku gak kenal" bentak Adila.
Devan pun mulai memperhatikan 4 orang pria dengan seksama salah satu dari nya Devan mengenali nya,
"Orang itu ??? Dia kan...." Kecam Devan sambil mengepal kedua tangan nya dengan penuh amarah.
Devan pun menghampiri 4 orang itu,
"Ohhh,,, jadi Lo rupa nya. Apa Lo mau duel judi lagi sama gua" ucap Devan dengan kesal.
"Hahaha,,,, gua udah ga tertarik buat duel judi sama Lo gua kesini itu cuma ingin bales dendam sama Lo",
"Oh iya ini pacar Lo kan ? cantik juga juga dia. Kira-kira bisa ga dia temenin gua malam ini untuk bersenang-senang,ini sebagai ganti nya karena waktu lalu Lo udah nikmatin pacar gua" sambung nya sambil menyentuh lembut pipi Adila.
Devan pun tampak murka karena ia tidak terima melihat wanita sebaik Adila di sentuh oleh pria brengs*k yang ada dihadapannya.
Adila pun tampak ketakutan dengan pria yang menyentuh pipi nya itu, ia pun berusaha berlari ke arah Devan supaya melindungi diri nya namun tangan kiri Adila telah diraih cepat oleh nya dan langkah Adila tertahan oleh nya.
Aaaaaakkkkhhhh,,,,, 'teriak Adila'
"Tolong lepasin saya" pinta Adila dengan tubuh nya yang bergetar karena ketakutan.
"Jahan*m !!!! Berani nya dia menyentuh dan melibatkan Adila" ucap Devan yang sangat murka.
Segera Devan memisahkan Adila dari genggaman musuh nya itu, ternyata itu hanya lah taktik nya sebagai umpan untuk devan.
Devan pun berhasil menolong Adila, ia pun segera membawa Adila ketempat yang aman.
"Adila, kamu diam disini dulu ya. Biar aku yang akan membereskan mereka" Devan pun sangat mencemaskan Adila.
"Tapi mereka berempat sedang kan kamu hanya sendirian" ucap nya dengan suara serak.
"Itu gak masalah. Karena aku sudah lihai dalam berkelahi" jawab Devan dengan mantap.
Tanpa basa-basi Devan pun segera melawan 4 musuh nya itu, ia pun mulai menyerang dengan beringas.
Sementara itu Adila terlihat khawatir dengan keadaan Devan, ia pun tidak yakin bahwa Devan bisa mengalahkan mereka karena 4 orang tersebut tampak hebat dalam bertarung.
__ADS_1
Bersambung,,,,,