Bring Me To Life

Bring Me To Life
Episode 30


__ADS_3

Rezky pun mulai mengitari langkah demi langkah seisi tempat tinggal Devan, Devan mulai kesal karena nya karena bagi nya Rezky merupakan tamu yang tak di undang .


" hhmm,,, bagus juga apartemen Lo pasti biaya sewa nya mahal" ucap Rezky dengan seringai meledek .


" iya lah gua gitu lho" balas Devan dengan nada sombong .


" Can me stay here ?" tanya Rezky lagi dengan senyum tipis


" gaakkkk,,," balas Devan dengan tegas.


Rezky pun mulai berbalik badan lalu ia dekatkan jarak nya dengan Devan, dengan sorotan mata nya ia pun berkata,


" terserah Lo yang pasti gua pengen tinggal disini bareng Lo, kenapa Lo tiba-tiba datang ke Indonesia setahu gua Lo kan udah netap di Amerika ".


menyimak perkataan Rezky rupa nya membuat pikiran Devan menjadi kacau.


Sementara itu Rezky tetap bersikeras untuk tinggal bersama dengan Devan, bisa saja ia dengan mudah nya membeli rumah untuk diri nya, namun daripada rumah nya itu jarang ditempati lebih baik uang nya di sumbangkan untuk yang lebih membutuhkan itulah menurut pikiran nya selain itu ia pun bisa mengawasi sepupu nya agar jika terjadi sesuatu pada diri nya Rezky bisa bertanggung jawab.


Satu hal lagi hubungan mereka berdua pun tampak akur sebelum nya, Rezky yang saat ini sudah berpikiran dewasa sedang kan Devan sifat nya masih kekanakan tak heran jika diri nya pun sering menghabiskan uang orang tua nya untuk berhura-hura. Jika di liat soal umur mereka memang lah seumuran, sering kali Rezky menasehati Devan kearah yang positif dan hal itu pun di respon baik oleh Devan .


Rezky pun selalu memberikan support dan perhatian kepada Devan, begitu juga dengan Devan berbuat sebalik nya bisa dikatakan kalau mereka itu seperti sahabat.


---FLASHBACK ON--


2 Minggu sudah kepergian Rezky dari Amerika tanpa di ketahui oleh Devan, mendengar kabar tersebut Devan menjadi marah sekaligus kesal, ia pun mendapat kabar dari ibu nya bahwa Rezky akan kembali ke Indonesia dan akan menetap disana hanya karena seorang wanita yang ia cintai nya,


" bagaimana bisa jika Rezky pergi meninggalkan ku, pasti tidak akan ada lagi yang perhatian dengan ku, orang rumah pun semua sibuk dengan kegiatannya, cuma Rezky lah yang slalu memberi aku support dan perhatian nya walaupun ditengah kesibukan nya " ucap nya mendengus kesal karena ia merasa tidak diterima jika Rezky harus meninggalkan Amerika.


Devan yang sering keluar masuk kamar Rezky rupa nya ia mulai menyelinap disaat Rezky tak ada dikamar, ia pun mencarikan sesuatu untuk nya, kemudian membuka laci meja nya dan di dalam nya ia menemukan sebuah foto Rezky bersama dengan Adila disebuah kebun binatang.


" ohh,,, jadi karena wanita ini kau sampai tidak mau tinggal di Amerika dan juga kau selalu menolak banyak wanita Hollywood yang jauh lebih terkenal dan cantik" ucap Devan dengan tersenyum jahat .


Tanpa berpikir panjang Devan pun mulai memotret foto Adila dengan ponsel milik nya,


" Baik lah sepupu tersayang aku akan selalu mengikuti mu kemana pun kau pergi" sambung nya lagi.


Tanpa sepengetahuan Devan rupa nya Rezky sudah mencari sosok wanita yang ia cintai dengan bantuan orang suruhan nya, namun sayang ia tidak menemukan nya ditambah lagi Adila sudah pindah keluar kota dan itu akan sulit bagi nya.


---


Devan pun sudah tiba di Indonesia tepat nya di bandara Soekarno Hatta.


Devan pun mulai melangkah kan kaki nya untuk menuju area menunggu taksi guna untuk mengantarkan tujuan nya.


Tak lama kemudian Devan pun sudah menaiki taksi,


" Maaf pak tujuan nya mau kemana ?" Tanya supir taksi itu dengan ramah


Devan di tanya seperti itu tampak bingung karena ia tidak tahu arah tujuan nya ingin kemana, " ya sudah kau ikuti saja jalan ini nanti akan saya beritahu, dan satu hal lagi jangan panggil saya pak " balas nya dengan tegas.


Supir taksi itu pun melajukan mobil nya semakin kencang lajuan nya semakin menjauh dari area bandara.


Sebelum nya Devan pun pernah nginjaki ibu kota namun sayang itu sudah lama sekali terjadi kali ini Devan pun terasa canggung menginjaki nya kembali di tambah lagi dengan arus jalan yang macet membuat nya ia kesal.


20 menit sudah taksi itu melewati arus jalan yang macet kini supir taksi pun merasa lega karena mobil nya kembali melaju dengan lancar dan Devan pun sudah tidak badmood lagi.


Tepat di persimpangan jalan taksi yang dinaiki Devan pun di hentikan oleh 3 orang separuh baya, lalu supir taksi itu pun terpaksa harus pasang rem mendadak dan itu membuat Devan kaget serta kembali kesal " haduhh pak,,, kalo mau rem itu pelan-pelan dong hampir kepala saya kepentok, kalo kepentok memang nya bapak mau tanggung jawab" bentak Devan .


" Maaf tuan saya terpaksa rem mendadak karena 3 orang didepan menghentikan taksi saya" balas supir taksi itu dengan sedikit ketakutan karena bentakan Devan .

__ADS_1


Devan hanya menghembus nafas kesal lagi-lagi ia kehilangan mood baik nya lagi sambil melihat taksi ia tumpangi nya dikerumuni orang banyak di depan nya.


" Pak bisa tolong buka kaca mobil tidak ?" Pinta salah satu seorang diluar sambil mengetuk kaca mobil agak keras


Lalu supir taksi itu pun membuka kan kaca mobil nya, " ada apa pak saya sedang membawa penumpang "


" tolong bantu saya pak, antarkan kerumah sakit karena tiba-tiba anak saya pingsan setelah sesak nafas, dari tadi banyak sekali mobil yang melaju kencang untuk saya berhentikan namun tidak ada yang berhenti." Ucap orang separuh baya itu dengan wajah yang cemas.


" Maaf bukan nya saya tidak mau menolong, tapi taksi saya sedang ada penumpang" balas supir taksi yang tak enak hati, sebenarnya supir taksi itu ingin sekali membantunya, namun kondisi nya sedang membawa penumpang yang tak lain adalah Devan ditambah lagi Devan itu sangat bawel sedari tadi diperjalanan.


Devan yang duduk dibelakang mendengar percakapan mereka dengan berat hati ia menolong seorang paruh baya tersebut, " ya sudah pak antar kan saja dia kerumah sakit terdekat dari sini " ucap Devan dengan datar,


Mendengar ucapan nya seorang paruh baya itupun mengucapkan terima kasih pada nya, akhir nya Devan pun berpindah dari tempat duduk nya yang sejajar dengan supir taksi tersebut.


Mau gimana lagi karena Devan tidak ada tujuan akhir nya ia dengan suka rela mengantarkan orang tersebut kerumah sakit.


Sesampai dirumah sakit .....


" Nak, apakah anda tidak salah membawa saya kerumah sakit ini, rumah sakit ini terlihat sangat besar sekali seperti nya biaya nya pun mahal " ucap bapak paruh baya itu sambil menatap Devan .


" Pak cuma ini rumah sakit yang terdekat dari arah bapak yang berhenti disana " balas Devan


" Tapi nak saya tidak punya uang " ucap lagi orang tersebut dengan raut wajah sedih, memang dilihat dari penampilannya orang itu bukan dari kalangan orang yang berada melainkan kalangan biasa.


Merasa tidak tega melihat keadaannya akhir nya Devan pun ikut membantu dengan membayar kan seluruh pengobatan nya, dan bapak itu pun terlihat senang tak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada nya.


Kemudian si bapak paruh baya tersebut membawa anak nya menuju ruang UGD.


Devan pun hanya menunggu diluar area yang tak jauh dari ruang tunggu UGD lalu dari kejauhan ia melihat seorang dokter sedang berjalan dengan terburu-buru sambil di ikuti dua orang perawat di belakang nya, seperti nya seorang dokter itu pun wajah nya tak asing menurut nya.


Langkah demi langkah wajah dokter itu pun semakin jelas dilihat oleh Devan yang tengah berdiri, lalu ia membuka ponsel nya dengan ke arah ke galeri foto kemudian dia sama kan wajah dokter tersebut dengan foto yang terdapat di galeri ponsel milik Devan, dan ternyata orang itu sangatlah mirip dengan foto yang ada di galeri ponsel nya yang tak lain adalah Adila .


Kemudian sampai lah langkah Adila di ruang UGD dan memasuki ruangan tersebut sambil di ikuti dua orang perawat nya.


Selang menunggu 15 menit Devan pun berinisiatif untuk pergi ruang administrasi guna untuk bertransaksi,


" Sus pasien yang baru saja masuk ruang UGD kira-kira berapa biaya nya ?" Tanya Devan kepada perawat yang mengurus administrasi.


" Total nya 1.500.000 itu belum termasuk dengan obat ya, apakah anda membawa resep obatnya biar saya rinciin bersama " jawab nya dengan ramah .


" Tidak sus, untuk biaya resep obat nya nanti saja, karena saya belum diberikan resep oleh dokter" ujar Devan sambil menyerahkan credit card nya .


Bagi nya dengan harga segitu sangat lah kecil untuk Devan tentu saja dengan menolong orang asing tersebut justru Devan bisa di pertemukan dengan orang selama ini ia cari yang tak lain adalah seorang dokter yang sangat mirip wajah nya di galeri foto nya.


" Baiklah kalau begitu sebentar" balas suster tersebut sambil memfokuskan transaksi nya.


Tak keberatan Devan pun menunggu, tiba-tiba datang lah Adila yang tengah berjalan dari arah ruang UGD yang sudah selesai menangani pasien nya, Devan pun melihat sosok nya ia pun segera menanyakan kepada suster yang sedang mengurus administrasi nya, " Sus tahu tidak dokter yang berhenti disana dengan perawat nya ?" Tanya Devan sambil mengarahkan pandangannya ke arah Adila .


" Ohh,,, itu nama nya dokter Adila, dia salah satu dokter yang terbaik dirumah sakit ini " balas nya dengan ramah.


Ohh rupa nya wanitu itu nama nya Adila, segala dibilang dokter terbaik lagi dirumah sakit ini ' ucap Batin Devan '


---


Waktu demi waktu,,,,


Hari demi hari,,,,


Rupa nya Devan mulai menguntit aktivitas Adila selama dirumah sakit, bahkan ia pun mengikuti Adila sampai ke alamat rumah nya .

__ADS_1


Ia pun merasa puas telah menemukan keberadaan Adila dengan sangat mudah yang secara kebetulan, seperti nya takdir pun memihak pada tujuan nya.


Padahal bila diketahui Rezky saja selama ini sulit mencari keberadaan Adila ditambah lagi diri nya lah sangat sibuk semenjak menjadi pembalap mobil kelas dunia.


---FLASHBACK OFF---


" Heh,,, kenapa dari tadi Lo diem aja, apa ada yang lagi Lo pikirin ?" Tanya Rezky sambil mengagetkan Devan yang tengah terdiam .


Devan pun tak menjawab nya lalu ia menjauhkan tubuh nya dari pandangan Rezky, seolah ia tak mau bicara dengan nya.


Rezky pun mulai merebahkan tubuh nya dan duduk di sofa milik Devan .


" Berhubung Lo tinggal di kota ini, ini lah kesempatan gua untuk tinggal disini jadi gua ga harus repot keluarin uang untuk membeli sebuah rumah" sahut Rezky dengan nada santai .


" Dan Lo juga kenapa tiba-tiba ninggalin Amerika ? Apa jangan-jangan Lo ingin mengetahui sosok dokter yang bernama Adila karena dia tinggal di kota ini " ucap Devan yang berbalik badan dengan menatap wajah Rezky dengan tersenyum jahat .


Mendengar ucapan dari Devan Rezky pun terkejut, bagaimana tidak ia pun baru mendapatkan kabar tentang Adila baru kemaren itupun bertemu tidak sengaja dengan Bayu, Rezky pun mulai mencerna perkataan Devan seperti nya ia sudah mengetahui nya cukup jelas.


" Kau mengetahui Adila ???" Tanya Rezky dengan penasaran, karena sebelumnya ia belum menceritakan tentang Adila kepada nya, kini ia pun menatap wajah Devan dengan tajam .


" Ya begitu lah,,,, gua mengetahui semuanya mulai dari tempat ia bekerja bahkan tempat tinggal nya pun gua ikuti " ujar nya dengan tersenyum jahat .


" Licik Lo,,,, kenapa Lo baru bilang gua sekarang dan Lo tahu gak selama ini gua mencari keberadaan Adila" ucap nya dengan mendengus kesal.


" Hahaha,,,,, Heran deh gua sama Lo, padahal Lo balik ke tanah air udah 3 Minggu yang lalu eh malah keduluan gua yang baru seminggu bertemu dengan pujaan hati nya " ejek Devan dengan tawa nya sambil melihat wajah Rezky seperti orang yang kalah dalam pertandingan .


" Apaan sih Lo ketawa ga lucu tau gak" balas Rezky dengan ketus .


" Dan lebih lucu lagi segala pake orang suruhan lagi buat mencari nya hahaha" balas Devan dengan tawa nya


Rezky pun hanya menatap dengan tatapan tajam seperti harimau yang siap memakan mangsa nya namun bagaiman juga Devan adalah sepupu nya ia pun menganggap ejekan nya itu hanya lah candaan saja.


Devan pun berhenti dari tawa nya karena ia merasa takut melihat tatapan mata sepupu nya itu,


" Oke deh sebagai balasannya Lo boleh tinggal di apartemen gua, semau Lo kalau perlu selama nya " ujar Devan sambil menepuk bahu Rezky serta menenangkan nya yang tengah kesal karena ejekan nya .


Lalu Rezky pun menepis tangan Devan dan berkata " gimana setelah Lo melihat Adila, dia pasti semakin cantik dan menawan kan ? apalagi dengan memakai uniform dokter nya seperti nya ia sangat berwibawa"


" Cih,,, bagi gua dia sosok wanita yang sangat biasa, sangat beda jika disanding kan dengan wanita Hollywood yang akan terpesona karena kecantikan nya " balas Devan dengan datar


" Oh ya ???? Kira-kira Adila itu Lo kasih nilai berapa untuk nya ?" Tanya rezky


" Gua kasih nilai 60 seperti nya cocok untuk nya "


" Apaaa serendah itu,,, sadis banget sih Lo kasih nilai buat dia, awasss aja ya kalau Lo sampai naksir dengan nya " ucap Rezky seraya ancam Devan .


" Hahaha,,, maaf ya sepupu ku tersayang Adila itu bukan tipe gua jadi kayanya gua ga mungkin deh kalau sampai jatuh cinta dengan nya" sahut Devan seraya meyakinkan ucapan nya .


Namun Rezky pun tak mau ambil pusing dengan nilai yang diberi oleh Devan untuk Adila , bagi nya Adila tetap lah yang istimewa dihati nya .


*


*


*


*


Bersambung,,,,,,

__ADS_1


__ADS_2