Bring Me To Life

Bring Me To Life
Episode 59


__ADS_3

Setelah kembali ke Amerika Devan mulai disibukkan dengan kegiatan nya yaitu mengelola perusahaan keluarga nya. Awalnya ia sama sekali tidak tertarik namun seiring berjalannya waktu ia mulai mencoba perlahan dan menurut kedua orangtua Devan performa kinerja nya cukup bagus, kedua orangtua nya pun menyerahkan sepenuhnya kepada Devan.


****


'dringgggg !!!!'


(Suara ponsel Devan berdering diatas meja kerja nya).


Devan yang sedang serius mengetik dokumen kerja di laptop nya, berhenti sejenak dan meraih ponsel yang tak jauh dari arah nya serta melihat tampilan layar ponsel yang diduga mengenali orang yg telah menghubungi nya.


"Hhmmm... Ada apa ?" Tanya Devan datar.


"Kayanya sekarang udah jadi orang paling sibuk nih" jawab Rezky seakan menggoda.


"Hmmm,,, biasa lah !!! Tau sendiri kan sekarang hari-hari gua penuh dengan berkas menumpuk"


"Hahaha yaudah Lo nikmatin aja"


"Calon mempelai bukan nya nelpon calon istri malah nelpon sepupu. Duhhh !!! Kacau Lo"


"Yeee,,,, jangan asal ngomong Lo sebelum gua nelpon Lo, gua udah video call kali sama calon istri gua" balas Rezky dengan nada cemberut.


"Trus ada apa Lo hubungi gua ?".


Rezky pun menceritakan sesuatu hal yang penting menurut nya yaitu sebelum hari pernikahan nya tiba ia harus melangsungkan pertandingan semi final yang akan diselenggarakan di Jepang.


Maka dari itu ia memutuskan untuk segera mengikuti pertandingan tersebut, menurut nya ini kesempatan emas untuk wujudkan tujuan menjadi seorang pembalap yang pro.


"Haahhh !!!! Lo serius mau ikut pertandingan semi final ??? Itu kan berdekatan dengan hari pernikahan Lo. Emang nya Lo gak lelah apa !!!" Devan terkejut dan agak khawatir dengan hari pernikahan mereka.


"Memang sih jarak waktu nya hampir bentrok tapi kan nanti selesai pertandingan gua langsung ke indo untuk menghadiri acara sakral gua. Lagian kan acara nya pas esok hari nya kali" balas nya dengan santai.


"Trus Lo udah bilang sama Adila ?"


"Udah"


"Lalu apa katanya ?"

__ADS_1


"Awalnya sih dia kurang setuju. Mungkin dia tau bahwa ini tuh semua ada kaitan nya dengan pencapaian gua selama ini, ya mau gak mau dia menuruti keinginan gua. Tapi gua ga izinin dia untuk melihat pertandingan secara langsung karena dia kan calon mempelai wanita sudah pasti harus menyiapkan dari jauh-jauh hari beda dong dengan gua".


"Ckckck,,,, atur aja deh semua nya sama Lo asal semua nya beres. Kalau begitu gua yang akan temani Lo, gua rela ninggalin pekerjaan gua yang penting demi menemani sepupu gua yang paling rese sedunia hahaha".


--- FLASH BACK OFF ---


90 menit sudah Adila selesai dari riasan nya terlihat sangat cantik dengan gaun yang ia kenakan bak ratu Disney sungguhan.


Kala itu Adila sedang menyapa beberapa tamu yang telah ia undang tak ketinggalan dengan teman-teman se-gank Rezky.


Disisi lain Ayah Adila dan Evi terlihat gelisah karena acara sebentar lagi akan di mulai namun belum ada tanda-tanda kehadiran dari keluarga calon mempelai pria.


"Bagaimana ini pah. Acara nya kan sebentar lagi akan di mulai tapi kok Rezky serta keluarga nya belum tiba sih" Evi terlihat bingung serta cemas.


"Sabar mah. Mungkin mereka lagi di jalan siapa tau di jalan macet" ujar papah Adila dengan menenangkan suasana.


Tak hanya kedua orangtua Adila, Adila sendiri pun sebagai calon mempelai wanita terlihat gelisah di dalam hati nya, ia pun meminta Bayu untuk segera menghubungi Rezky untuk memastikan keberadaan keluarga Rezky.


Namun sayang nya nomor handphone Rezky tidak aktif,


"Gak aktif ka nomor nya. Mungkin mereka masih di jalan" Bayu pun berpikir positif agar Adila merasa tenang karena sedari tadi wajah nya memasang aura yang berbeda.


'Rezky calon suami ku apakah kamu baik-baik saja. Tapi kenapa perasaan ku sangat tidak tenang hari ini' ujar batin Adila.


Tak lama kemudian Devan datang dengan penampilan yang tidak biasa bisa di lihat dari raut wajah nya memasang wajah penuh kesedihan, ia pun terdiam dan berhenti sejenak karena sudah pasti kabar buruk yang ingin ia beritahukan akan membuat acara semakin kacau.


Terutama yang ia pikirkan pasti Adila akan sedih bila mendengar kabar tersebut dari nya.


Evi dan papah Adila mengetahui kehadiran Devan yang tak jauh dari arah nya, segera lah mereka menghampiri nya.


"Devan. Kamu kok datang sih mana Rezky serta keluarga nya acaranya sudah di mulai lho" sahut Evi dengan senyum sumringah.


"A...aa.. anu Tante" jawab Devan gugup.


"Nak Devan apa yang terjadi keliatan nya kamu sedang tidak enak badan" ujar papah Adila.


"Om dan tante ada hal yang perlu kalian ketahui tentang calon menantu kalian, namun sebaiknya kita mengobrol di ruang tertutup" Devan membuka suara dengan ucapan yang bergetar.

__ADS_1


"Kak Dila itu kan kak Devan"


Bayu memberi tahu kepada Adila yang menunjuk ke arah nya, Adila menaikkan gaun nya yang panjang dan berlari ke arah Devan tidak peduli dirinya di lihat para tamu yang hadir.


"Kenapa harus di dalam ruangan. Sebaiknya ajak Adila karena dia kan calon istri dari mempelai pria, ia pun berhak tahu apa yang terjadi kepada calon suami nya" tanya papah Adila yang tak mengerti.


"Sebelum aku memberitahu Adila, aku akan memberitahu om dan tante dahulu"


"Apa yang akan kamu beritahu tentang Rezky kepada mereka" tiba-tiba terdengar suara Adila di balik badan Devan.


Devan pun menoleh ke arah Adila serta takjub dengan kecantikan nya di hari pernikahan nya yang memancarkan aura kebahagiaan. Ia pun tak tega bila harus menceritakan kejadian yang belum ia ketahui.


"A--aa--adila, hai !" Devan tersenyum paksa yang di iringi dengan kegugupan nya.


"Kau belum menjawab pertanyaan ku. Dan kenapa mata mu bengkak seperti habis menangis, dimana Rezky dan keluarga nya kita semua sudah menunggu hampir 2 jam" sahut Adila yang sedikit marah karena sudah tidak tahan dengan rasa cemas nya.


Devan diam membisu dan menghela nafas panjang seperti nya ia tidak jadi untuk menjelaskan di ruang tertutup karena sudah diketahui oleh Adila, dengan berat hati ia mengatakan yang sesungguhnya.


"Harus nya ini hari bahagia kamu Dil, kamu yang sabar ya Rezky tidak akan menghadiri pernikahan ini" perlahan air mata Devan berderai.


Membuat ucapan dari Devan membuat keluarga Adila semakin tidak mengerti.


"Apa yang terjadi dengan Rezky kenapa dia seenaknya membatalkan pernikahan putri ku, atau jangan-jangan ia ada wanita lain" papah Adila berucap nada tinggi.


"Maaf ! Om salah paham. Dengan berat hati aku ucapkan justru Rezky lah yang telah meninggalkan kita semua untuk selama-lamanya termasuk orang yang ia cintai hiks...hiks...hiks..." Tangis Devan pecah.


Bagai disambar petir dan tulang rasanya telah diremukkan mendengar ucapan Devan barusan tubuh Adila seketika lemas dan terjatuh.


"Apaaaa !!!! Itu tidak mungkin hiks...hiks...hiks.... 2 hari yang lalu aku berjumpa dengan nya" tangis Adila pecah dan membuat seluruh tamu undangan geger.


"Sayang kamu yang sabar ya hiks...hiks..." Evi serta papah Adila berusaha menenangkan nya.


"Hiks...hiks...hiks... Rezky mengalami kecelakaan beruntun saat pertandingan sedang berlangsung beberapa personil lain nya pun mengalami koma namun sayang nyawa Rezky tidak tertolong hiks...hiks...hiks..."


"Kamu jahat Rezky, kamu tega tidak menghadiri pernikahan kita hiks...hiks...hiks..."


"Tidak mungkin !!!! Aku kehilangan Rezky selama nya hiks....hikss...hiks.. tidak mungkin".

__ADS_1


Bersambung.....



__ADS_2