
Rezky yang sedang bercermin dengan penampilan nya membuat Devan bertanya,
" Hei,,, kenapa penampilan mu ini sekeren ini wahai sepupu, kau mau kemana apa ada jumpa pers ?" Goda nya sambil tersenyum tipis
Rezky pun mengerutkan dahi nya,
" Aku ingin bertemu dengan Adila, sekarang juga antar kerumah nya " pinta Rezky pada Devan
Senyuman Devan berubah menjadi sinis,
" Apaaaa,,,, kalo Lo mau tau rumah Adila cari aja sendiri "
" Ayo lah Devan tolong antarkan gua kerumah nya, sudah bertahun-tahun gua ga berjumpa dengan nya " ucap sambil memohon kepada Devan .
Devan pun tak menghiraukan permohonan nya ia hanya mengalihkan pandangannya disekitar.
" Dev, sebenarnya ada apa sama diri Lo ? Kenapa Lo jadi bertingkah konyol kaya gini sih mengenai soal Adila, itu kan urusan asmara gua dan Lo ga berhak ikut campur ." Sambung nya lagi dengan emosi .
" Ya gua memang ga berhak ikut campur urusan pribadi Lo, tapi kenapa ga dari dulu Lo cerita sama gua soal Adila sampe-sampe Lo ga berpamitan sama gua kalo kembali ke Indonesia " ucap Devan dengan keluh kesah nya selama ini ia pendam .
" Dan yang gua takut Lo ga akan seperhatian dulu jika sudah bersama kembali dengan Adila, karena cuma Lo lah sepupu gua yang paling care dibanding dengan keluarga gua sendiri " sambung nya lagi .
Rezky pun mulai mencerna perkataan Devan,
" Jadi inti nya Lo takut kehilangan kepedulian gua terhadap Lo setelah bertemu kembali dengan Adila ?" Tanya Rezky .
" Bukan cuma itu aja, Lo juga ga akan menetap lagi di Amerika kan ?"
" Lho,,, memang nya dengan waktu 10 tahun di Amerika menurut Lo sebentar apa ???" Balas Rezky dengan ngotot .
" Menurut gua itu cuma sementara, gua mau nya Lo menetap di Amerika selamanya bila perlu jika Lo menikahi Adila ajak dia untuk ikut menetap disana " pinta Devan dengan tegas, karena ia orang nya sedikit keras kepala dan berharap pinta nya itu dapat dikabulkan oleh sepupu nya .
" Seperti nya gua ga bisa ninggalin tanah air karena ini lah tanah kelahiran gua, lagi pula bisnis itu gua kebanyakan di Indonesia selain itu bisa memudahkan gua juga"
" Tapi,,, Lo bisa terkenal sampai sekarang ini karena dari Hollywood bukan Indonesia " balas Devan yang tak mau kalah .
" Masalah terkenal atau gak nya itu bukan di lihat dari negara yang ia tinggal tapi dari bakat dan skill yang kita miliki " ujar Rezky dengan santai .
" Terserah Lo deh,,, kalo udah debat sama Lo ya gua ngalah aja " jawab nya ketus .
Devan pun mulai menjauhi jarak nya dengan Rezky, kemudian Rezky pun mendekati nya dengan jarak 1 meter dari nya .
" Ayo lah Dev, please jangan bersikap seperti ini lagi Lo kan sepupu sekaligus sahabat buat gua seharusnya Lo tau dong arti dari semua itu " ucap Rezky dengan tenang
Devan pun hanya terdiam dan tak mengubris nya maklum sifat nya memang agak kekanakan.
" Oke baiklah akan gua antarkan Lo ke tempat Adila " ucap nya dengan datar, akhir nya Devan pun menuruti kemauan Rezky karena ia tidak tega melihat Rezky memohon karena keegoisan nya, perlahan ia pun akan menghilangkan sifat kekanakan dan keegoisan nya .
" Yang benar Lo mau anter gua kerumah Adila ?" Tanya nya dengan sorotan mata yang terbinar senang
" Hemmppp" balas Devan
Saking girang nya Rezky pun memeluk Devan secara mendadak serta tak lupa mengucapkan rasa terima kasih nya karena sudah mendukung hubungan asmara nya , Devan pun merespon nya dengan sorotan mata yang kaget karena kelakuan Rezky seperti seorang anak yang dibelikan mainan baru.
__ADS_1
" Ihhh,,, apa-apan sih Lo peluk gua tiba-tiba sorry ya gua masih normal " ucap Devan sambil melepaskan pelukan rezky karena risih di buat nya .
" Habis gua senenggggg bangetttt saking pengen ketemu nya sama princess gua " ucap Rezky dengan perasaan senang nya .
" Dasar bucin lebay Lo " canda Devan dengan ejekan nya, Rezky membiarkan candaan dari Devan karena perasaan nya terlalu senang akan segera bertemu yang orang yang di cintai nya .
----
Tiba lah mereka berdua tepat di depan rumah Adila, lalu Rezky pun memarkirkan mobil sport nya di luar gerbang rumah Adila, setelah memarkirkan mobil dengan baik mereka pun turun dari mobil tersebut dan melangkah kearah nya .
Tampak nya tukang kebun Adila mengetahui kedatangan mereka yang sedang merapikan beberapa tanaman dirumah nya.
" Permisi pak, kita mau cari Adila apa dia ada dirumah ?" Tanya Rezky dengan ramah .
melihat Rezky tampak nya membuat tukang kebun tak asing melihat nya,
Lhoo,,, kok wajah nya seperti mirip dengan pembalap mobil yang ada di tivi 'ucap batin nya '
" Oh iya den, non Adila nya kebetulan ada dirumah silahkan masuk den " ucap tukang kebun tersebut serta mempersilahkan mereka masuk dan duduk di sofa yang terdapat di ruang .
Sementara itu tukang kebun Adila melangkah ke arah kamar Adila guna untuk memberitahukan ada orang yang ingin menemui nya.
Adila pun tampak bingung setelah diberitahukan ada 2 pria asing yang sebelum nya tidak pernah kerumah ini ditambah lagi Adila tidak pernah membawa laki-laki mana pun kerumah nya, Dengan penasaran ia pun bergegas menemui 2 orang pria yang dimaksud tukang kebun nya .
" Maaf anda siapa ya, kenapa ingin menemui saya ?" Tanya Adila dengan lembut dari balik pandangan mereka berdua .
Mereka pun berbalik secara bersamaan, Adila terkejut senang karena yang datang kerumah nya adalah Rezky dan ia pun hanya fokus pandangan nya dengan Rezky, tampak nya Adila yang menatap wajah Rezky kagum di buat nya karena dari tahun ke tahun membuat Rezky semakin tampan begitu juga dengan Rezky masih kagum dengan Adila karena kecantikan nya tidak berubah dimakan waktu malah semakin bertambah cantik .
" Rezky ??? Kau tau rumah baru ku disini ?" Tanya Adila
" Belum lama aku bertemu dengan Bayu di hotel milik ku, tampak nya saat itu bayu sangat terburu-buru makanya aku menyuruh asisten ku untuk membuntuti Bayu guna untuk mengetahui keberadaan mu " ucap nya yang beralasan yang tidak sesuai dengan fakta, mendengar ucapan Rezky membuat raut wajah Devan terheran .
" Emmm,,,, begitu rupa nya. Sebelumnya juga bayu bercerita kepada ku bahwa ia menemui mu " sahut Adila .
" Oh iya Dil, kenalin ini sepupu aku nama nya Devan " ujar Rezky sambil memegang tangan kanan Devan guna untuk memperkenalkan nya kepada Adila .
Devan pun merasa risih ia pun menepis kan tangan nya yang dipegang oleh Rezky,
" Udah tau kok nama nya Adila " ucap Devan dengan sinis, Rezky pun menatap Devan dengan tajam seolah ia tak enak hati dengan Adila atas ucapan nya .
Namun tetap saja Adila merespon nya dengan ramah,
" Senang mengenal mu Devan " balas nya dengan senyum .
" Hei Adila aku heran deh sama Rezky" ucap Devan sedikit melirik ke arah rezky
"apa yang kau buat dari nya ia begitu setia terhadap mu selama ini, bahkan ia sampai dikejar-kejar oleh wanita yang cukup terkenal dan paras nya pun sangat cantik " sambung nya lagi dengan sinis sambil mengitari tubuh Adila yang tengah berdiri .
Mendengar hal itu membuat hati Adila cemburu namun dari raut wajah nya ia terlihat santai, " hehe,,, wajar jika Rezky banyak dikejar wanita sekarang ia berbakat dan sudah terkenal "
Mendengar ucapan dari Devan membuat Rezky kesal ia pun menarik tubuh Devan dan sedikit menjauhkan nya dari Adila,
" Lo itu bisa sopan dikit ga sih sama Adila " ucap nya sambil berbisik .
__ADS_1
" Hehe,,, sorry gua kan cuma bercanda " balas Devan dengan sedikit tertawa .
" Kali ini Lo gua maklumin awas aja jika Lo kelewat batas " ancam Rezky pada nya .
Devan pun menuruti perkataan Rezky seolah ia takut karena Rezky seperti terlihat marah dengan nya .
Karena suasana terlihat runyam, Tak berapa lama mereka berdua pun pamit dari rumah Adila.
Adila pun mengantarkan mereka tepat di depan gerbang rumah nya, sementara Devan selonong saja ke arah parkir mobil Rezky tanpa menatap mereka berdua yang tengah mengobrol .
" Dil, maaf ya atas sikap sepupu ku yang kurang sopan tapi sebenarnya dia itu baik kok apalagi jika kita care terhadap nya maka Devan akan lebih care " ujar Rezky yang tak enak hati seraya memegang tangan Adila .
" Gapapa kok rez, aku memaklumi nya dan ga aku masukin kedalam hati, makasih juga buat kamu karena masih setia dengan ku selama ini " balas Adila sambil menatap wajah Rezky penuh cinta .
" Aku juga berterima kasih kepada mu, kamu masih menjaga hubungan kita " ucap Rezky tersenyum tipis, kini mereka berdua pun saling tatap dengan jarak 1 jengkal mereka pun terbuai perasaan nya karena sudah 10 tahun lama nya dipertemukan kembali dengan perasaan yang sama .
Kedua mata Rezky fokus kepada bibir mungil Adila yang terlihat menggemaskan, ingin sekali Rezky mengecup bibir nya guna untuk melepaskan kerinduan nya selama jni, rupa nya Adila pun peka terhadap sikap Rezky yang menatap bibir nya ia pun tak malu memejamkan mata nya guna memberi kode kepada Rezky untuk mencium nya .
Hampir saja bibir mereka berdekatan, tiba-tiba mereka berdua pun dikejutkan dengan suara klakson mobil Rezky yang di bunyikan oleh Devan ' ttiiiiinnnnnn,,,'
' ttiiinnnnn,,,,'
Adila pun membuka mata nya ia pun terlihat malu karena kejadian itu diketahui oleh sepupu nya Rezky, Rezky pun mengalihkan dengan kecupan manis di pipi Adila,
' Cuuppp,,,,'
Adila tidak terkejut lagi dengan kecupan manis yang diberikan Rezky di area wajah nya ia hanya merespon dengan senyum.
" Oh ya Dil besok malam aku akan jemput kamu lagi, aku akan ajak kamu kesuatu tempat" sahut Rezky .
" kemana rez ? " Tanya Adila dengan penasaran .
" Lihat besok saja, nanti juga kau tahu sendiri" balas nya dengan senyum manis yang dilengkapi dengan dua tahi lalat dibawah bibir nya .
Adila pun mengangguk pertanda pengiyakan .
' ttiiinnnnn,,,,, tiinnnnn,,,,, tiinnnnn,,,' terdengar kembali suara klakson mobil karena ulah Devan .
" Seperti nya Devan sudah tak sabar menunggu, aku pulang dulu ya daahhhhhh" ucap rezky sambil melambaikan tangan nya .
" Daahhhh,,,, hati-hati jangan ngebut " balas Adila dengan tersenyum senang
Rezky pun mulai berjalan kearah ke mobil nya dan memasuki mobil nya .
" Lama banget sih, ngapain aja memang nya ?" Tanya Devan dengan ketus .
" Mau tau aja dehhhh,,," balas Rezky dengan canda nya, namun Devan hanya merespon nya dengan tatapan mata yang sinis .
Rezky pun mengemudikan mobil nya semakin lama dengan laju membuat menjauh dari lokasi rumah Adila.
Malam ini Rezky tampak bahagia karena bisa bertemu dengan orang yang ia cintai padahal moment ini kurang pas dengan kehadiran Devan, ia pun hanya mengingat pertemuan nya dengan Adila karena itu lah yang membuat hati nya kembali berbunga layak nya musim semi .
pertemuan besok malam ia akan buat moment nya lebih indah tanpa di hadiri sosok sepupu nya .
__ADS_1
Bersambung,,,,,