
mendengar penuturan Devan yang panjang dan lebar membuat Bayu menaruh curiga seakan berpikiran hal negatif pada nya.
"Pasti kamu melakukan semua ini karena merencanakan sesuatu kan, iya kan !" Kecam Bayu yang tak bisa menahan emosi sambil menarik kerah baju Devan.
Melihat tindakan Bayu kepadanya, respon nya hanya bersantai sambil tersenyum.
"Bayu, lepaskan dia" pinta Adila yang menyaksikan tindakan Bayu serta meredam emosi nya.
"Dari awal tindakan nya itu sudah aneh ka, dia penguntit pasti kedepan nya akan membahayakan kakak. Hei ! awas saja kau berbuat macam-macam terhadap kakak ku, kau yang akan berurusan dengan ku",
Rupa nya Bayu mengambil kesimpulan yang keliru, Devan hanya memandangi nya dengan menahan tawa nya karena melihat tingkah konyol Bayu.
"Lepaskan dia Bayu" pinta Adila lagi, dengan terpaksa menuruti permintaan kakak nya Bayu pun melepaskan kerah baju Devan.
"Your brother is a hero, yes, I salute his. Baiklah aku minta maaf terutama untuk kamu Adila karena sudah melampaui batas atas tindakan ku. Dan untuk kamu Bayu, aku sama sekali tidak ada niat jahat untuk kakak tersayang mu, kau hanya salah paham. Bisakah aku menjadi teman terbaik kalian berdua ?" Pinta Devan dengan harap serta meluluhkan hati Bayu yang terlihat emosi.
Bayu pun berpikir sejenak, tak lama kemudian ia menerima permintaan pertemanan dari Devan. Tak lupa meminta maaf atas tindakan nya yang barusan serta salah paham terhadap nya.
Akhir nya mereka pun berpelukan satu sama lain, begitu juga dengan Devan melupakan tindakan Bayu kepada nya.
Adila yang sedang berdiri menyaksikan mereka berdua terlihat senang serta memancarkan senyum dibibir nya.
Bayu pun melepaskan pelukan nya dari tubuh Devan, kemudian ia menanyakan sesuatu kepada Adila,
__ADS_1
"Kakak hari ini pulang jam berapa ?"
"15 menit lagi kakak pulang" balas nya sambil memperhatikan jam tangan yang dikenakan nya.
"Baiklah kalau begitu sekarang Bayu tunggu diluar" Bayu pun mohon pamit kepada Adila serta Devan, mereka pun mempersilahkan nya.
Setelah Bayu keluar melanjutkan tugas nya guna untuk memeriksa kondisi Devan pada saat itu.
Ketika Adila mengarahkan stetoskop ke arah dada nya, lagi dan lagi jantung nya bergetar dengan kencang.
"Sudah Adila jangan di teruskan" ia pun menghentikan tindakan Adila karena ia tak mau getaran nya diketahui Adila, selain itu ia juga tidak kuat dengan hasrat nya jika berdekatan dengan nya.
"Kenapa ? Aku belum selesai memeriksa mu ?" Tanya Adila yang terlihat bingung.
"Bagus lah kalau kamu sudah membaik. Besok pagi kamu bisa pulang" sahut nya.
Respon nya hanya terdiam dalam lamunan nya karena mendengar penuturan Adila yang terakhir membuat ia tidak senang. Ingin rasa nya Devan lebih lama dirumah sakit itu, memang selama ini ia tidak suka dengan rumah sakit namun karena ada Adila yang merawat disamping nya membuat ia enggan pulang bahkan ingin selalu berada disamping nya.
"Devan,,, Devan,,,, " panggil Adila dari lamunan nya.
Panggilan nya membuat Devan kaget segera lah ia berhenti dari lamunan nya.
"Eh,, i-iya Dil" jawab nya dengan panik.
__ADS_1
"Tugas ku akan segera selesai dan aku akan pulang kerumah. Jika kamu membutuhkan sesuatu, kamu bisa meminta tolong pada perawat yang ada disini",
"Baiklah. Itu urusan gampang" Jawab nya datar.
"Kalau begitu aku permisi untuk keluar"
Baru saja Adila membalikkan tubuh nya tiba-tiba Devan meraih tangan Adila dan menggenggam nya dengan lembut, sontak membuat Adila sedikit kaget dan heran. Ia pun menoleh dan menatap tangan nya yang saat itu di genggam oleh nya, Devan pun melihat raut wajah Adila segeralah ia melepaskan genggaman nya.
"Maaf Dil aku tidak ada maksud apa-apa. Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada mu, selama 4 hari ini kamu sudah care terhadap ku" ucap nya sambil menatap mata Adila dengan penuh makna.
Namun Adila tidak mengetahui bahwa tatapan mata Devan sebagai simbol menyukai diri nya, dari situ Adila masih menanggapi nya dengan biasa saja karena sejauh ini ia belum ada pikiran bahwasanya Devan telah menyukai dia.
"Sama-sama Van" ujar nya dengan senyum, setelah itu Adila melangkah kan kaki nya untuk menghilang dari hadapan nya.
Bersambung....
#####
**mohon maaf ya untuk episode ini author up nya sedikit âšī¸ karena di dunia nyata banyak author yang harus dikerjakan.
Untuk reader setia ku tolong jangan kecewa ya mohon bersabar untuk episode selanjutnya đđđ yang tak kalah seru dari episode sebelumnya.
selamat menjalankan ibadah puasa đđ
__ADS_1
mohon maaf apabila author ada kesalahan baik disengaja atau pun tidak disengaja**.