Bring Me To Life

Bring Me To Life
Episode 47


__ADS_3

Devan sudah lebih dulu menunggu Adila, karena ini pertama kali nya Adila mengajak Devan bertemu di sebuah cafe.


Sebelumnya nya Adila telah membuat janji dengan nya karena ada perihal yang sangat pribadi ia memutuskan untuk bertemu dengan nya.


Devan yang tampak heran serta bahagia disaat Adila menghubungi untuk menemui nya, maka dari itu ia memutuskan berpenampilan menarik pikir nya agar Adila terkesan dengan nya.


"Oh rupa nya kamu datang lebih dulu, maaf aku terlambat" sapa Adila pada Devan yang baru sampai di sebuah cafe.


"Kamu ga terlambat kok, aku datang nya lebih awal" ujar Devan sambil mempersilahkan Adila untuk duduk di hadapannya.


"Kamu mau minum apa ? Aku pesanin ya?"


"Terserah kamu aja, Van"


"Kamu sudah makan belum ?" Tanya nya yang penuh perhatian.


"Sudah. Aku mau pesan minum aja" balas nya.


Tak lama kemudian Devan memanggil salah satu pelayan, lalu ia memesan beberapa minuman.


Setelah mencatat menu yang dipilih pelayan tersebut berjalan ke arah dapur.


"Tumben kamu ngajakin aku ketemu, ada apa ?" Tanya Devan sambil tersenyum bahagia.


"Van, ada yang ingin aku tanyain sama kamu" sahut Adila dengan raut wajah yang serius dan tegang.


"Ada apa sih memang nya. Biasa aja dong ga usah tegang kaya gitu ga biasa nya deh kamu" jawab nya dengan santai.


"Aku serius Van, ada hal penting yang aku ingin tanyain ke kamu" timpal Adila yang makin serius.


Melihat raut wajah Adila yang serius, raut wajah Devan pun berubah menjadi cemas.


"Hal penting apa yang ingin dia sampein, jangan-jangan dia udah tau kalo gua sebenarnya suka sama dia. Gak boleh dia ga boleh tau perasaan gua sebenarnya" ucap nya dalam hati dengan perasaan sedikit was-was.

__ADS_1


Kemudian datang lah salah satu pelayan membawa minuman pesanan minuman mereka.


Lalu Devan menyuruh Adila untuk meminum lebih dulu agar suasana menjadi tenang, setelah meminum Adila kembali meneruskan pembicaraan nya.


Karena agak gugup terpaksa Adila harus bicara padanya,


"Van, sebenarnya nya kamu kan yang sudah mendonorkan darah untuk ibu aku ?" Ucap nya langsung ke inti masalah.


Mendengar pembicaraan Adila membuat Devan kaget dan hampir batuk saat sedang meminum jus.


"Kkk,,,KK,,,kamu tau dari mana ?" Jawab Devan dengan gugup.


"Salah satu perawat yang melakukan tindak ambil darah kebetulan dia yang melayani mu dan masih ingat dengan wajah mu" perjelas Adila.


2 Hari sebelumnya....


Siang itu Devan turun dari sebuah mobil sambil membawa bingkisan yang terdapat makanan di dalam nya.


Ia pun berjalan dan masuk kedalam rumah sakit tempat Adila bertugas, dengan setelan baju panjang berwarna hitam dan celana panjang berwarna putih serta dilengkapi dengan kacamata hitam yang menutupi kedua mata nya, guna untuk terlihat elegan.


Namun ia hanya biasa saja menanggapi nya karena tidak penting bagi nya.


Disaat sedang asyik berjalan ia menerima panggilan masuk dari sebuah ponsel milik nya, dan ternyata panggilan masuk itu dari Rezky sepupu nya.


Dari pembahasan nya Rezky meminta tolong kepada Devan untuk sementara waktu mengurus kepentingan disalah satu hotel milik nya, namun Devan pun tidak bisa membantah ia segera melaksanakan tugas yang diberikan oleh Rezky.


"si*l,,, baru aja sampe dan belum menemui Adila tapi sudah disuruh untuk ke hotel milik nya, mana disuruh cepet lagi" ucap Devan sedikit kesal.


Tepat salah satu perawat berjalan di hadapan nya, tiba-tiba Devan menghentikan langkah kaki perawat tersebut.


"maaf suster, saya ingin bertanya apakah dokter Adila sedang sibuk ?"


"untuk saat ini diruangan dokter Adila sedang ada pasien" jawab nya dengan ramah.

__ADS_1


"oh gitu, kira-kira masih lama ga sus ?"


"sekitar 15 menit lagi ka karena pasien nya itu terdapat kendala dan dokter sedang menanganinya".


"kalau begitu saya tolong titip ini ya, karena saya ada urusan mendadak jadi tidak bisa menemui langsung dokter Adila" ujar Devan sambil menyerahkan bingkisan makanan kepada seorang perawat.


"baik ka. Nanti saya akan beri langsung ke dokter, oh iya sebelumnya saya pernah melihat kakak. Kakak yang waktu itu pernah mendonor darah sewaktu pasien kami yang sedang kritis ?"


Devan pun berpikir sejenak dan mulai mengingat kembali,


"Oh itu, iya sus saya orang nya yang mendonorkan darah untuk ibu nya dokter Adila".


"maaf ya sus, saya buru-buru kalo gitu saya ucapkan terimakasih" sahut Devan sambil melangkah ke arah keluar.


"sama-sama kak"


Perawat tersebut memutar balik arah dan pergi ke ruangan Adila.


Sesampai di depan pintu terdapat pasien yang keluar dari ruangan Adila dan saat itu pula perawat tersebut mengetuk pintu.


'tok...tok...tok'


"Ya, silahkan masuk" terdengar suara Adila dari dalam ruangan.


sambil membuka pintu,


"Permisi dokter"


"Eh, suster Yani ada apa ?"


Tanpa basa-basi suster tersebut memberikan bingkisan makanan yang dititipkan oleh Devan, meskipun agak ragu Adila menerima nya karena dengan begitu ia sudah menghargai pemberian dari Devan.


"Ternyata teman dokter yang satu itu selain tampan ia juga baik ya, sampai bawain dokter makan siang segala dan pernah menolong nyawa pasien kita" seru Yani.

__ADS_1


"Menolong pasien apa maksud mu ?" tanya nya heran.


Bersambung.....


__ADS_2