Bring Me To Life

Bring Me To Life
Episode 50


__ADS_3

Kini Devan sudah berada dirumah sakit untuk memastikan keberadaan Adila,


Saat itu perasaan Devan benar-benar sedang gelisah ia takut Adila akan dicelakai oleh orang yang telah menculik nya.


"Sus, apa benar dokter Adila sedang memeriksa pasien pribadi ?" Tanya nya pada bagian front office.


"Benar kak. Ada yang bisa kami bantu ?"


"Tolong berikan alamat pasien pribadi tersebut pada saya" ujar nya dengan tergesa-gesa.


"Maaf, ada keperluan apa ya kak ?"


"Jangan banyak tanya waktu saya ga banyak. Cepat segera berikan !!!!" Bentak nya.


Dengan wajah ketakutan salah satu suster front office pun menuruti permintaan nya.


"Ini kak alamat nya"


Tanpa ucapan terima kasih Devan langsung keluar dari rumah sakit.


Ia pun berpikir untuk mempercepat tujuan nya ia harus menggunakan motor kini ia mencari mengendara motor guna untuk meminjam nya.


"Mas,,,mas boleh saya pinjam motor nya sebentar saja karena ada urusan penting" sambil menghentikan paksa pengemudi disekitar.


"Tenang ini saya bayar 3 juta sewa motor nya dan jika mas nya kurang percaya ini kunci mobil saya tolong dipegang" sambil menyerahkan puluhan uang pecahan 100.000 serta kunci mobil sport milik nya.


"Baik mas" ucap pengendara motor tersebut dengan raut wajah yang pasrah.


****


Kini nasib Adila hanya berserah diri setelah 3 pria asing tersebut membawa nya, ia berdoa dalam hati agar tidak terjadi sesuatu yang inginkan.


"Silahkan nona masuk keruangan ini" perintah nya dan menutup pintu kembali.


Adila memasuki ruangan tersebut yang didalam terdapat interior berkelas nan megah membuat sorot mata nya takjub.


"Seperti nya ini ruangan VVIP. Lalu siapa pemilik nya !!!!" gumam nya.


Dari arah belakang diri nya sosok pria tampan memperhatikan dengan senyum khas yang dimiliki nya yang tak lain ada tahi lalat dibawah bibir nya menambah senyuman termanis kedemikian rupa.


Tanpa basa-basi ia langsung memeluk tubuh mungil Adila dan berbisik di telinga nya,


"I Miss you honey".


Suara pria tersebut tak asing ia dengar kemudian ia membalikkan tubuh nya dan bibir mereka pun bertabrakan tanpa disengajai.


'cuupppp'


"Suprise,,,,,!!!!!" Ucap 4 pria serentak dan terkejut melihat pemandangan di depan nya.


"Waaawwwww" ujar salah satu nya.


Adila pun langsung melepaskan kecupan nya karena merasa malu dan tidak mau jadi bahan tontonan.

__ADS_1


Raut wajah Rezky berubah cemberut setelah teman-teman lama nya mengganggu kemesraan nya karena dirinya masa sekali tidak merasakan malu seperti yang Adila rasakan.


"Yaahhh sayang banget pertunjukan nya selesai. Santai aja sama kita semua" ejek salah satu teman Rezky, namun Adila hanya menunduk malu sementara Rezky hanya tersenyum riang.


"Oh iya Dil, apa kabar ? Masih ingat dengan kami berempat" tanya nya.


Adila berpikir sejenak kemudian mulai mengingat sesuatu masing-masing dari wajah mereka yang tak lain teman-teman sekelas Rezky dan masih satu angkatan dengan Adila.


"Kalian ini kan teman-teman Rezky. Waaahh,,, gak nyangka aku bisa ketemu kalian lagi setelah bertahun-tahun" jawab dengan keseruan nya.


"Ternyata Lo makin cantik aja ya Dil, gak salah memang Rezky memilih Lo" goda salah satu teman Rezky yang bernama Sony.


"Betul banget !!!! Apalagi sekarang sudah jadi dokter beuh,,,, nambah berlipat-lipat dah cantik nya hehehe !!!".


"Duhh,,,, omongan kalian jangan terlalu berlebihan deh" ujar nya sambil tersipu malu.


"Bentar deh !!! Tujuan aku kan kesini atas dasar panggilan pasien lalu tadi juga aku dihadang 3 pria bertubuh besar dan sempat membuat ku ketakutan" raut wajah Adila berubah menjadi serius.


"Ohh,,, soal itu maaf ya Dil kami hanya disuruh dan untuk tanggung jawabnya kami serahkan pada orang yang berada disamping mu" perjelas Sony sambil mengarahkan pandangannya kearah Rezky tepat disamping Adila.


Adila pun menoleh kearah Rezky,


"Apa benar ini semua ulah kamu ?" Tanya nya dengan raut wajah yang sudah siap ingin melahap Rezky.


"Be--benar sayang" Rezky pun menunduk tak berani menoleh kearah Adila.


"Rezkyyyyyyy !!!!! yang kamu lakukan itu bener-benar nyebelin, liatin aja kamu bakal aku suntik" ujar Adila dengan rasa sebal.


*****


Di perjalanan ia mengendarai motor dengan kecepatan tinggi karena perasaan nya sudah terlanjur gelisah yang terjadi pada Adila.


"Ini kan hotel nya Rezky apa Adila ada di dalam hotel ini" ia pun memandangi kesekeliling arah.


Kebetulan 2 orang pria bertubuh besar tadi keluar dari dalam hotel karena ingin membeli rokok diluar, kemudian mereka berpapasan dengan Devan dan tak asing bagi mereka.


"Tuan Devan. Apa kabar ?" Sapa salah satu dari mereka.


"Baik" jawab nya singkat.


"Maaf kalo saya boleh tahu, Tuan ada keperluan apa disini dan kenapa seperti orang kebingungan" tanya nya.


"Tidak ada apa-apa" balas dengan datar.


"Baik tuan kalau begitu kami permisi dulu"


"Apa sebaiknya gua tanyain aja ya ke mereka" gumam nya.


"Tunggu,,," panggil nya dan menghentikan langkah jalan mereka.


"Iya tuan. Ada apa ?"


"Jadi begini. Kalian lihat cewe datang kesini gak, yang ciri-cirinya putih, langsing, agak tinggi dan rambut nya panjang sekitar diatas punggung".

__ADS_1


"Mungkin ciri-ciri tuan yang dimaksud nona Adila kali" bisik mereka pelan yang mengerti.


"Heeiiii,,,, kenapa kalian berbisik cepat beritahu" ucap Devan kesal.


"Seperti nya ciri-ciri yang tuan maksud nona Adila bukan ?" Jawab nya.


"Benar dia, tapi kok kalian bisa mengenali Adila" tanya nya heran.


Mereka pun menceritakan semuanya kepada Devan yang telah terjadi termasuk mengerjai Adila atas perintah konyol Rezky.


Setelah mendengar ucapan mereka Devan merasa kesal dan mengepalkan kedua tangan nya karena secara tidak langsung sudah terlibat dalam permainan konyol sepupu.


"Dasar kalian bodoh !!!! Mau-mau saja diperintah seperti itu" maki nya serta menendang masing-masing kaki mereka.


"Maaf tuan kami hanya menjalankan perintah" ucap nya dengan raut wajah bersalah.


"Aakhh !!!! Untung kalian ini bukan salah satu dari pekerja gua, coba kalo seandainya gua bos kalian sudah pasti gua pecat. Sekarang dimana Rezky ?"


"Ada di ruangan VVIP tuan" dengan gerak cepat Devan pun meninggalkan mereka tanpa rasa bersalah.


*****


"Lalu atas dasar apa kamu melakukan itu pada ku dan siapa mereka itu yang sudah menakut-nakuti ku" tanya Adila yang masih penasaran.


"Mereka itu security di hotel ini. Aku melakukan itu ingin melepas rindu sama kamu karena sudah lebih dari 2 pekan jauh dari dirimu".


"Tapi karena perbuatan kamu hampir aja membuat jantung ku copot" ucap Adila sambil cemberut.


" Omelin aja Dil dia. Rez gua ga ikutan ya hehe" celetug salah satu teman Rezky.


"Lagian sih Lo kaya anak SMA aja pake ngerjain segala sekarang terima akibat nya" ejek Sony.


Rezky hanya bisa pasrah saat jadi bahan ejekan teman-temannya.


"Maaf deh sayang. Jangan cemberut lagi dong" sikap Rezky santai.


"Gamau !!! Pokoknya mulai hari ini aku mau diam-diam aja kamu" ancam Adila dengan wajah cemberut nya.


"Lho,,, kamu kok gitu sih seharusnya kamu senang dong aku sudah kembali" goda nya.


Raut wajah Adila masih cemberut dan itu membuat rezky merasa terkesan karena terlihat lucu dan menggemaskan.


"Baiklah kalau kamu masih cemberut, aku akan bertanggung jawab atas semua ulah ku, cuupppp !!!!" kecupan pipi mendarat secara tiba-tiba.


"Tuh kan kamu mulai nakal" tangan Adila langsung mencubit pipi Rezky karena ia merasa malu dengan ulah nya dihadapan teman-teman Rezky.


"Aaauuuu,,,,sakit tau" rintih Rezky.


"Biarin,,,, habis nya kamu nakal belum puas ngerjain aku sekarang malah cium pipi aku".


Teman-teman Rezky memandangi dengan tertawa geli melihat tingkah kocak mereka.


"Oohhh !!!! Rupanya tempat ini cukup mempesona" suara Devan mulai mengagetkan beberapa orang yang berada diruangan tersebut serta mereka memandangi nya.

__ADS_1


"Devan" gumam Rezky.


Bersambung....


__ADS_2