Bring Me To Life

Bring Me To Life
Episode 35


__ADS_3

Siang ini terlihat Adila dan Rezky keluar dari arah bioskop mereka pun telah selesai menikmati filmnya, sebelumnya mereka sudah buat janji dan kebetulan untuk hari ini Adila sedang libur.




"Gimana tadi dengan film nya kamu suka ?" Ucap rezky seraya menggandeng tangan Adila.


"Ya aku suka, alur nya ga monoton dan greget gitu"


"Awasss,,, nanti kamu baper lagi" ujar Rezky sambil menyentuh manja hidung Adila dengan telunjuk nya.


"Gak lah, aku kan baper nya sama kamu" canda Adila, Rezky pun merespon dengan tawa.


Mereka pun berhenti di sebuah cafe yang tak jauh arah nya dari bioskop.


Rezky pun memesan menu yang sama dengan Adila.


15 menit menunggu tiba lah pesanan mereka berupa 2 cup cappucino dingin berukuran sedang serta 2 cake chocolate.


Mereka pun tengah asyik mengobrol sambil menikmati menu yang telah dipesan nya.


Tiba-tiba datang lah sekitar 30 orang para wanita dan pria rupa nya kehadiran Rezky di sambut antusias oleh fans nya.


Rezky pun merasa terganggu oleh kehadiran beberapa fans nya ia merasa tak enak hati dengan Adila, namun Adila tak keberatan dan mengerti posisi Rezky saat ini.


Bagaimana pun Rezky bersikap manis dan ramah terhadap fans nya karena di puncak karier nya ini sebagian atas dukungan para fans nya.


"Kak Alfin aku ingin minta tanda tangan mu dan foto bersama" ucap salah seorang fans wanita.


"Baiklah, kalian mohon sabar ya" pinta rezky di tangah fans yang tengah mengerumuni diri nya.


"Aku juga mau kak Alfin" ucap serentak para fans nya yang sedang antusias menanti antrian foto bersama serta meminta sebuah tanda tangan.


Sebutan nama Alfin dikenal sebagai khalayak masyarakat luar yang berhubungan dengan karier nya, namun sebagian orang terdekat nya memanggil dengan sebutan Rezky.


Adila hanya menyaksikan nya yang tak jauh dari arah nya.


Rezky pun telah selesai dengan permohonan para fans nya kemudian ia pun duduk kembali bersama Adila.


"Maaf ya Dil di cuekin, habis tiba-tiba para fans datang" Rezky pun merasa tak enak hati pada Adila.


"Gapapa kok Rez, lagian aku senang lihat nya rupa nya kamu sangat ramah dengan fans mu tidak seperti para artis lain terkadang ada fans nya ingin meminta tanda tangan saja malah di tolak",


"Oh ya,,, yang benar",


"Eegmm,,," Adila mengangguk iya.

__ADS_1


"Kalo aku sih dari dulu memang harus ramah dengan fans karena kalo bukan mereka siapa yang semangati aku, memang sih tadi itu aku sedikit terganggu soalnya kan hari ini aku sedang sama kamu"


"Sudah kamu tak usah mikir ga enak hati sama aku, aku sih santai aja hehe ternyata pacar ku banyak penggemar nya" canda Adila dengan nada santai, lalu Rezky hanya mencubit pipi Adila yang terlihat gemas.


Tak berapa lama kemudian mereka pergi dari cafe tersebut, baru beberapa langkah Rezky dan Adila sudah di hadang oleh 5 wartawan didepan nya yang ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepada Rezky.


Adila pun merasa risih kehadiran para wartawan itu ia pun berusaha menutupi wajah nya dengan tangan nya karena ia tak mau diri nya di ekspos oleh publik.


"Maaf tuan Alfin kami minta waktu sebentar untuk mewawancarai anda, apakah anda tidak keberatan ?" Tanya salah seorang wartawan sambil menadahkan mic dibawah wajah Rezky.


"Ya, silahkan" Rezky pun bersedia tak lupa tangan nya sambil menggenggam tangan Adila yang ada di samping nya.


"Tuan Alfin apakah benar anda salah satu alumni sekolah Penabur"


Sebelum menjawab Rezky menatap sedikit ke arah Adila,


"Ya benar, saya alumni sekolah itu pada 10 tahun yang lalu" Rezky menjawab dengan ramah.


"Bisakah anda ceritakan sedikit tentang masa-masa anda di waktu sekolah ?".


Rezky pun tertarik dengan pertanyaan dari wartawan tersebut apalagi dimasa itu Adila terlibat didalam nya, Rezky pun tidak keberatan untuk berbagi sedikit cerita nya.


"Jadi pada saat saya sekolah disana, saya bukan salah satu murid yang pintar dalam prestasi, saya berserta teman-teman sering terkena hukuman oleh para guru, perlahan sikap saya berubah karena hadir nya seseorang dalam hidup saya",


"Maaf saya potong pembicaraan anda, apakah orang tersebut sangat istimewa bagi anda ?"


"Ya, dia sangat istimewa dan berarti untuk saya" Rezky pun menunjukkan senyuman nya dan melirik sedikit ke arah Adila, dan para wartawan pun mengangguk mengerti.


"Sejak dari dulu kami belum pernah melihat anda menggandeng seorang wanita, namun ini adalah pertama kali nya saya melihat anda menggandeng seorang wanita, apakah wanita yang bersama anda sekarang adalah kekasih anda ?".


Nampak nya Adila tidak nyaman dengan pertanyaan dari wartawan tersebut, baru saja Rezky ingin menjawab pertanyaan nya, tiba-tiba saja mic yang dihadapkan dibawah wajah Rezky di raih dengan cepat oleh Adila.


"Sebelumnya saya meminta maaf dan saya yang akan menjawab pertanyaan ini, kebetulan saya adalah teman seangkatan Alfin sewaktu di SMA, untuk saat ini kami hanya lah teman dan kami disini hanya kebetulan bertemu" Adila menutup penjelasan nya dengan tersenyum kaku, Rezky hanya menatap wajah Adila dengan heran ia tidak terima dengan jawaban Adila serta raut wajah nya sedikit kecewa.


Adila pun berjalan melangkah sambil meninggalkan Rezky yang masih di kerumuni para wartawan, Rezky pun bergegas menyudahi wawancara ini,


"Saya rasa wawancara ini sudah cukup. Karena saya masih ada urusan lain, terima kasih untuk semua nya kalau begitu saya permisi dulu" Rezky pun melangkah pergi dari kerumunan para wartawan tersebut, ia pun bergegas mengejar Adila.


Nampak nya wartawan tersebut belum puas dengan wawancara nya, perlahan wartawan itu pun pergi dari cafe tersebut.


----------


DI APARTEMEN DEVAN


"Halahh,,,,dasar kalian berdua ini begitu saja repot" geram devan sambil menyaksikan televisi yang ia lihat tayangan live berita Rezky, ia pun tampak kesal dengan ekspresi wajah Adila pada saat wawancara.


Tak berapa lama masuk lah Rezky dengan wajah yang cemberut, mendengar suara pintu tertutup membuat Devan menoleh kearah nya dan melangkah ke arah Rezky.

__ADS_1


"Hey my dearest cousin, what happened to you ? Apa jangan-jangan ini ada kaitan nya ya sama tayangan live barusan" sahut Devan.


"Apaaaa,,,, jadi wawancara itu live" Rezky pun terkejut sambil mengacak-acak rambut, bahwasanya ia ingin menjelaskan kepada wartawan tadi kalau Adila itu lah kekasih nya namun sayang Adila sudah memberi jawaban nya yang tak sesuai.


"Tadi gua udah liat semua nya, heran deh gua sama dokter itu kenapa ga jujur aja di depan publik atau jangan-jangan dia mau permainin perasaan Lo",


"Ngawur Lo, lagian gua itu udah iket dia ya bahwa dia ga boleh di miliki oleh siapa pun" Rezky pun mengelak.


Devan pun hanya menaikkan alis nya,


"Pokok nya kalo dia sampe permainin Lo gua bakal buat peritungan" ucap nya dengan tegas.


"Apaan sih Lo berani ikut campur urusan gua, lagian Adila itu gak mau kalo hubungan gua sama dia itu di ketahui banyak publik, karena udah pasti nanti dia bakalan terlibat dan di kejar-kejar oleh wartawan" perjelas Rezky, ia pun merasa tidak nyaman kalau Devan ikut campur soal asmara nya karena Devan sendiri saja tidak becus soal asmara nya.


"Dan Lo kemaren malem tidur dimana ?" Tanya Rezky dengan tegas.


Devan pun hanya terdiam, dan ingin menyembunyikan sesuatu yang sebenarnya terjadi karena ia tidak mau Rezky sampai tahu keberadaan nya kemarin.


Namun sayang, Rezky sangat lah sigap ia pun sudah tau semua nya tentang Devan yang ingin ia sembunyikan, Rezky pun mulai mengintai gerak-gerik Devan yang dibantu dengan asistennya.


"Ga usah disembunyiin, gua udah tau semua nya" ujar Rezky dengan tatapan marah.


"Oo,,,eee,,,ooo" Devan ingin menjelaskan nya namun hal itu dibantah oleh Rezky.


"Cukuppp,,,, ternyata Lo gak ada berubah nya juga, Lo kembali ke aktivitas awal dengan pergi ke club, asyik bermain judi dan pulang ke hotel bersama perempuan. Apa mungkin itu semua bisa baik pada diri Lo" bentak Rezky kepada nya.


"Denger baik-baik, gua tinggal disini sama Lo cuma buat awasin Lo supaya Lo ga berbuat macem-macem lagi" sambung nya sambil membelakangi tubuh Devan.


Devan pun hanya menunduk kali ini ia mengakui kesalahannya terlebih sudah melanggar janji nya dengan Rezky.


"Sorry gua salah, dan gua juga udah melanggar janji kita. Habis gua bete engga ada kerjaan disini mau ngapain coba, terpaksa gua hilangin kejenuhan gua dengan pergi ke club dan akhir nya gua kebablasan",


"Udah tau disini gak ada kerjaan, kenapa Lo ga balik aja ke Amerika, Lo kan bisa jadi CEO di perusahaan papah Lo"


"Untuk saat ini gua belom siap jadi CEO, lagian kalo waktu nya udah tepat gua bakal jalanin apa yang di perintah bokap dan gua akan melakukan nya serius termasuk ga akan ngelakuin hal konyol lagi" ucap Devan dengan tatapan serius.


Rezky pun berbalik dan menghadap ke arah Devan, "gua bawel seperti ini karena gua itu peduli sama Lo, gua tau Lo begitu karena Lo frustasi dengan masa lalu Lo harus nya Lo itu wake up jangan terpuruk seperti ini lagi".


Mendengar ucapan Rezky yang menyentuh membuat Devan terharu dan memeluk tubuh Rezky sambil menitikkan air mata nya, "terima kasih Lo udah support gua, Lo itu memang sepupu gua yang baik".


Respon Rezky hanya menepuk pelan punggung Devan ia pun merasa senang akhir nya Devan mengerti dengan ucapan nya .


Bersambung.......


Untuk yang ini visual nya Evi nya ibu tiri nya Adila 🤗


cantik yaaa tapi jahat 🤨 eeitsss,,,, itu kan hanya beberapa episode saja selebihnya peran ia akan baik kok 🤭🥰

__ADS_1




__ADS_2