Bukan Istri Bodoh

Bukan Istri Bodoh
Part 13 Nayra Melihat Kenzo Bersama Wanita


__ADS_3

Di sebuah ruang kerja pribadi ditemani dengan suara minum cahaya. Seorang wanita sedang sibuk memeriksa laptopnya, namanya Rhia -- Teman baik Nayra. Ia tersenyum puas setelah lama dirinya berusaha membobolkan saham perusahaan suami temannya.


"Akhirnya sekian lama aku mencoba untuk mencari celah untuk menarik semua saham perusahaan Kenzo dan sekarang aku berhasil mendapatkannya. Sungguh luar biasa semua usahaku tak mengkhianati hasil. Aku harus memberitahu Nayra mengenai kabar baik ini." Rhia menoleh ke arah ponselnya yang berada di atas meja kerjanya dan ia mengambil ponsel untuk melakukan sambungan panggilan.


Rhia masih mengecek layar laptopnya yang sedang memindahkan semua saham perusahaan. Seketika wajah Rhia memucat saat kode alamat akses html yang digunakannya untuk meretas data internal perusahaan terdeteksi.


"Haduh, kenapa aku bisa ceroboh begini? Bisa mati aku sampai tertangkap." lirih Rhia mencoba menghapus semua kode aksesnya dan mengelabuhi pengaman akses html perusahaan dengan menggantikan kode link html dengan cepat.


Rhia terus fokus menatap layar laptopnya yang bergerak cepat hingga ia bisa bernafas lega saat kode alamat html bisa terhapus dari hasil pendeteksi.


"Syukurlah, aku bisa bergerak dengan cepat. Jika tidak bisa cari masalah aku dengan pihak berwajib atas tuduhan heacker berencana." Rhia mengamati hasil curiaan data internal perusahaan.


"Untungnya aku bisa mendapatkan data internal perusahaan dan mereka tetap mengalami kerugian, hahaha...." Rhia tertawa bahagia dengan semua aktivitas yang menguji mentalnya.


Sementara di rumah sakit mewah milik keluarga Richard, Kenzo melangkah tegas menuju ke ruang inap Messi. Hatinya tampak bahagia karena ia akan mendapatkan keuntungan yang besar.


Setelah berada di depan pintu ruangan, ia mengetuk pintu sebelah masuk. Ia mendengar suara Messi yang menyuruhnya masuk ke dalam ruangan. Ia melihat wajah pucat Messi sedang duduk di atas kasur rumah sakit.


"Kamu kenapa?" tanya Kenzo yang telah berdiri di hadapan Messi.


Messi langsung merangkul tangan kekar Kenzo dengan manja. Ia memberikan tatapan sendu ke arah Kenzo.


"Sayang, aku habis dijambak oleh perawat gila. Masa aku dituduh merebut suaminya sampai mati. Rambut aku rontok dan macam singa habis berperang karena perawat gila itu," ucap Messi mengadu pada Kenzo.


Kenzo menyerhitkan keningnya merasa heran pada Messi.


"Siapa Perawat gila itu? Kenapa rambutmu dijambak dan dituduh merebut suaminya? Apa kamu memiliki laki-laki simpanan selain aku?" tanya Kenzo membuat Messi menelan salivanya dengan susah payah.


"Ti-tidak, aku tidak seperti itu." jawab Messi terbata-bata.

__ADS_1


Kenzo tersenyum sinis ke arah Messi.


"kamu memang wanita perebut suami orang dan buktinya aku yang kamu perebutkan dari istriku. Lalu, untuk apa menyesali atas perbuatan yang terjadi? Tidak akan mengubah sesuatu seperti semula. Aku rasa perawat menyakitimu karena kamu melakukan hal yang sama pada Nayra dan nikmati saja hukum karma, Messi." jelas Kenzo panjang lebar pada Messi.


"Kenapa kamu berbicara seperti Kak Kenzo? Kita melakukan perselingkuhan atas dasar saling suka dan cinta. Tidak ada unsur paksaan dalam hubungan gelap ini." sahut Messi membuat Kenzo menggeleng tidak setuju.


"Sudahlah, aku tidak mau berdebat hak yang tidak penting. Cepat kemari barangmu, kita pulang saja," ucap Kenzo lalu ia bergegas pergi dari hadapan Messi.


"Kak Kenzo, kenapa menyuruhku pulang sekarang? Aku butuh perawatan intensif dan lukaku ini saja belum kering."


"Diamlah, aku mau bertemu dokter untuk menyelesaikan tagihan biaya rumah sakit. Aku banyak rugi mengurus hidupmu dan kamu harus tahu diri akan hal itu." Kenzo membuka pintu ruangan dan ditutup dengan kasar.


Hal itu membuat Messi terkejut dan menangis.


"Hiks... Hiks... Kenapa semua orang jahat padaku? Apakah aku sudah mendapat hukum karma karena aku tega menjadi pelakor." Messi menangis tersedu-sedu menatapi nasibnya yang tidak baik-baik saja.


Nayra yang sedang menikmati jalan-jalan siang bersama anak kesayangannya di Mall. Ia menatap wajah bahagia anaknya


Nayra dan Rico saling menatap satu sama lain dan mereka terawat bersama.


"Rico, ayo banting setir mobilnya ke arah kanan biar bisa berjalan lagi," ucap Nayra dengan membantu tangan mungil Kenzo agar bisa mengikuti perintahnya.


"Siap Ma." jawab Rico dan berhasil melajukan kecepatan mobil untuk berjalan ke sekitar taman mall.


"Rico, mau makan apa?" tanya Nayra yang mengangkat tubuh mungil Kenzo turun dari mobil.


"Ico mau makan es klim, Ma." jawab Rico dengan suara cadelnya.


"Tapi, cuaca hari ini mendung mau hujan nak. Rico tidak dingin kalau mau makan es krim?" tanya Nayra dengan mengandeng tangan mungil Rico agar berjalan keluar dari taman permainan Mall.

__ADS_1


"Ndak, Ico kangen makan es klim. Ico mau es klim saja, Ma." jawab Rico dengan keinginan yang sama.


Nayra yang mendengar perkataan anaknya, ia menghela nafas kasar.


"Baiklah, mama akan belikan es krim untuk Rico. Sebelum itu kita makan ke KFC dulu ya nak, Rico pasti lapar mau makan ayam goreng kesukaan Rico. Nanti mama siapin Rico makan dan baru makan es krim." bujuk Nayra pada anaknya.


"Okey Ma, tapi Mama janji dulu sama Ico agal mau beli es klim." Rico mengangkat jari kelingkingnya di hadapan Nayra.


Nayra tersenyum tulus ke arah wajah polos anaknya. Ia berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya di hadapan Rico.


"Iya anak mama yang ganteng, Mama janji," ucap Nayra dengan menyatukan jari kelingkingnya pada Rico sebagai simbol janji. Ia mengacak rambut Rico dengan gemas dan diciumnya wajah imut Rico dengan cepat.


Rico tampak sesak menerima ciuman bertubi-tubi dari mamanya.


"Stop Ma! Stop! Hahaha... Ico ndak bisa nyapas," ucap Rico disela tawanya sehingga mengundang Nayra untuk menjahili anaknya.


Nayra menggelitiki tubuh Rico dan digendongnya tubuh mungil itu agar tidak lari dari pengawasannya.


"Anak mama gak bisa menghindar lagi untuk makan, mama tahu Rico pasti ada alasan lain untuk merayu mama. Ayo mengaku?" ucap Nayra membuat Rico hanya menyenggir kuda.


"Ico ndak gitu, Ico mau makan nasi tapi es klim harus dibeli." sahut Rico cepat.


"Iya, mama kabulkan permintaan Rico. Ayo kita makan siang." setelah mengatakan itu Nayra melangkah masuk ke dalam ruang KFC bersama Rico yang digendongnya. Ia memesan makanan dan memilih duduk di kursi berdekatan dengan jendela ruangan.


"Ma, lepasin dulu. Ico mau tulun saja, mau main." pinta Rico dan Nayra menoleh ke arah anaknya.


"Rico mau main apa? Jangan main jauh-jauh, sebentar lagi makanan akan datang," ucap Nayra.


"Gak jauh ma, itu mainannya ada disana." sahut Rico dengan mengarahkan jari telunjuknya menuju ke arah taman mainan mini di ruang KFC.

__ADS_1


Nayra mengikuti arah jari telunjuk anaknya dan tatapan matanya menangkap seseorang yang sangat dikenalinya.


"Kak Kenzo, kenapa dia ada disini?" tanya Nayra yang melihat Kenzo sedang membawakan nampan makanan dan duduk di hadapan seorang wanita yang duduk membelakanginya.


__ADS_2