Bukan Istri Bodoh

Bukan Istri Bodoh
Part 19 Jangan Sentuh Tubuhku!


__ADS_3

Setelah kepergian Kenzo, Zico mulai beraksi untuk melancarkan rencananya pada Messi. Ia berjalan mendekati Messi yang berdiri tidak jauh dari dirinya.


"Siapa namamu, Nona cantik?" ucap Zico mulai menanyakan identitas wanita yang berprofesi sebagai pelakor.


Messi yang mendengar suara berat Zico dan wajah tampan keturunan Perancis Indonesia membuat hatinya berdetak tak karuan.


"Namaku Messi." jawab Messi tersenyum manis di hadapan Zico.


Zico membalas senyuman manis itu ia menarik tangan Messi dan diciumnya tangan kanan Messi agar terasa romantis.


"Baiklah, perkenalkan namaku Zico. Ku harap kamu bisa tinggal disini selama satu Minggu." pinta Zico.


Messi yang diperlakukan lembut oleh seorang pria tampan blesteran dan permintaannya untuk ditinggal dengannya membuat dia merasa berharga untuk pria tampan itu.


"Semoga saja begitu, melihat sikap lembut dan wajah tampanmu membuat aku yakin kalau kamu ini jodohku." sahut Messi membuat Zico ingin menahan tawanya.


"Wanita murahan ini mudah terbawa perasaan, baru aku perlakuan lembut sedikit saja sudah klepek-klepek apalagi aku keluarkan kata-kata pamungkas yang menggetarkan hati dan jiwa." kata Zico dalam hati.


"Benarkah?" tanya Zico dengan tatapan mata terkejutnya.


"Aku pikir seperti itu, jangan kan memintaku untuk tinggal satu minggu. Seumur hidupku juga mau tinggal denganmu." jawab Messi terdengar puitis.


"Kamu yakin mau tinggal denganku seumur hidupmu?" ucap Zico memancing Messi.


"Iya, aku sangat yakin tanpa kamu nikahi aku saja aku mau hidup bersamamu." timpal Messi.


"Baiklah, aku kabulkan permintaanmu. Aku sangat berterima kasih pada Kenzo karena dapat memberikan wanita yang tepat untuk menemani hidupku," ucap Zico lalu mengajak Messi agar menaiki anak tangga.


"Jadi, Kak Kenzo yang menawarkan diriku padamu Kak Zico?" tanya Messi membuat langkah kaki Zico terhenti.

__ADS_1


"Iya, kamu tidak suka?" pertanyaan Zico membuat Messi menggeleng cepat.


"Suka, aku suka menemani Kakak disini." jawab Messi cepat.


Zico tersenyum manis di hadapan Messi.


"Baiklah, kalau begitu ayo ikuti aku. Aku mau menunjukkan ruang kamarmu menjadi tempat tidur kita berdua." Zico berjalan lebih dulu menuju ruang kamarnya diikuti oleh Messi di belakangnya.


"Kak Kenzo baik sekali, memberikan aku pria tampan dan mapan seperti Kak Zico. Apa Kak Kenzo sudah bosan padaku? Tapi, tidak apa-apa, kehilangan Kak Kenzo ini aku dapat pengganti yang baik dari Kak Kenzo." kata Messi dalam hati.


Zico membuka pintu ruang kamar mewah yang menjadi kamar Messi selama satu minggu. Sedangkan Messi yang melihat suasana di dalam kamar barunya membuat kedua bola matanya membulat dengan sempurna saat melihat dekor dan interior ruangan yang berlapis emas itu berada di dalam kamarnya.


"Wow, keren sekali kamarnya Kak. Dekor berwarna silver dan interior emas membuat aku seperti ratu." puji Messi yang fokus menatap ke arah seluruh ruangan kamarnya.


"Ya, kalau kamu suka. Ayo kita bermain-main disini," ucap Zico lalu mengunci pintu dengan rapat dan mulai menyerang Messi tanpa ampun.


Disaat Nayra ingin berjalan menuju ruang brankas uang, ia dikejutkan dengan perkataan suaminya yang menyebutkan nama Messi. Lantas, ia memicingkan matanya tidak suka jika suaminya menyebut nama wanita lain di hadapannya.


"Oh, jadi uang ini hasil menjual Messi, begitu?" tanya Nayra dengan geram.


"Iya, aku menjual Messi pada temanku -- Zico yang kaya raya itu agar Messi bisa memuaskan Zico selama satu minggu saja." jawab Kenzo dengan menyenggir kuda.


Nayra hanya mengelus dada saat suaminya mulai bertingkah aneh-aneh tapi nyata.


"Kak Kenzo, kenapa kakak menjual Messi pada Kak Zico yang terkenal Cassanova itu? Apa kakak merasa tidak kasihan padanya?" tanya Nayra membuat Kenzo menyerhitkan keningnya merasa heran.


"Bukannya kamu tidak suka dengan Messi, lalu kenapa kamu menanyakan keadaan Messi. Biarkan saja, aku jual dia dengan Zico. Bukankah Messi itu wanita hipersex dan bertemu dengan Cassanova adalah pasangan serasi. Aku hanya mengenalkan mereka saja, barangkali berjodoh dan Messi tidak mengganggu rumah tangga kita." jawab Kenzo terdengar kejam dan bijak.


"Cih, tumben sekali kakak bisa bijak. Setelah apa yang kakak perbuat padaku. Jangan bilang uang 1M ini sebagai sogokan kakak agar aku tidak marah dan memaafkan kakak ya?"

__ADS_1


"Iya, anggap saja seperti itu dek. Ayolah dek, ambil saja uangnya. Uang ini bersih dan tidak berdosa."


Nayra melotot tidak suka dengan perkataan Kenzo.


"Uang bersih dan tidak berdosa kata kakak? Hei, sejak kapan uang hasil menjual orang itu bersih?"


"Sejak aku bilang padaku dan aku ikhlas memberikan uang itu pada wanita yang aku cintai."


"Sudahlah kak, hentikan omong kosong itu. Aku tidak mau menerima uang kotor ini. Aku kira usaha kakak sedang ramai dan banyak pemasukkan. Ternyata oh ternyata kakak bermain curang." Nayra melepaskan tas kerja Kenzo yang berisi uang 1M terjatuh di lantai. Lalu, ia memilih pergi meninggalkan Kenzo yang melongo di tempat.


Kenzo yang melihat kepergian Nayra dan meninggalkan uang sebanyak itu membuat dirinya merasa heran pada istrinya.


"Huh, dikasih uang dikit, marah-marah giliran dikasih uang banyak malah tidak mau. Dasar wanita tidak berterima kasih pada suaminya yang baik hati untuk membahagiakan istrinya." Kenzo mengambil tas kerjanya lalu ia melanjutkan aktivitas istrinya untuk menyusun seluruh uang di dalam brankas uang di rumahnya.


Nayra yang pergi dari ruang kamarnya, ia memilih pergi ke ruang gym untuk berolahraga. Ia ingin mengecilkan lemak di perutnya karena ia tidak ingin terlihat jelek.


"Dasar suami licik, suka sekali berbuat jahat dan menjual orang lain. Aku tahu Messi itu sosok pelakor murahan tapi aku masih punya hati dan aku sebagai wanita ingin dihargai tapi bukan dijual." kata Nayra dalam hati.


Nayra menyalakan lagu senam aerobik di siaran YouTube indihome. Ia mulai berjoget-joget sesuai intruksi dari video senam hingga selesai. Setelah itu, ia ingin menyalakan alat gym berupa lari di tempat. Tapi, ia merasakan tangan kekar sedang memeluk pinggangnya.


Siapa lagi kalau bukan suaminya? Nayra menoleh ke arah belakang, dugaannya benar dan Kenzo tampak tersenyum polos pada dirinya.


"Kenapa memelukku?" tanya Nayra dengan cetus.


"Karena aku kangen kamu, aku kangen dimanja olehmu sayang." jawab Kenzo dengan menyembunyikan wajah di bagian pundak Nayra.


Nayra menarik kepala Kenzo agar menjauhi tubuhnya, ia menatap tajam ke arah Kenzo.


"Stop! Jangan sentuh tubuhku! Aku tidak mau satu inci tubuhku di sentuh olehmu, suami licik!" ucap Nayra dengan suara dinginnya pada Kenzo.

__ADS_1


__ADS_2