
Malam harinya, Dokter Anton tampak terjaga dari tidurnya. Ia tidak bisa tidur dengan nyenyak malam ini. Berbagai masalah muncul di kehidupannya akhir-akhir ini. Mulai dari saham perusahaan keluarganya yang tidak stabil, wanita yang dicintainya tampak menderita saat suaminya menceraikannya hingga informasi lengkap tentang Rico -- Anak Nayra yang menganggap dia dibuang oleh kedua orang tuanya.
"Huh, menyebalkan. Ada-ada saja berbagai masalah muncul dipikiranku. Apa aku bawa saja Nayra pergi jauh dari sini dan mengajak Rico ikut bersamaku?" Dokter Anton tampak berpikir keras untuk mendapatkan jalan yang baik untuk menerima jawaban yang tepat.
Sementara di ruangan yang serba putih dan tersusun rapi dengan berbagai peralatan medis. Disinilah Nayra saat ini terbaring lemah dengan nyawanya dibantu oleh alat medis.
"Kenapa suamiku lebih memilih Messi daripada aku? Apa tidak cukup dengan semua harta, tahta dan kepatuhan ku sebagai istri yang baik dan penurut pada suami? Lalu, kenapa Kak Kenzo tidak bisa bersyukur atas pengorbananku? Bukankah Kak Kenzo sendiri yang mengemis cinta padaku dan berjanji selalu mencintai dan membahagiakanku? Tapi, semua itu omongan kosong saja. Kenyataannya tidak ada yang benar, justru sangat menyakitkan tapi nyata. Oh Tuhan, kuatkan hati dan mentalku untuk menghadapi cobaan yang bertubi-tubi ini. Beri aku kesempatan untuk hidup lagi." kata Nayra dalam hati. Ia mengetahui semua aktivitas orang-orang di sekitarnya. Tetapi, tubuhnya sangat sakit untuk digerakkan apalagi kedua matanya yang terasa sulit untuk mengendalikan tubuhnya. Sungguh, Nayra hanya bisa merapalkan doa pada Tuhan agar ia diberi kesembuhan. Dengan begitu, ia bisa memulai hidup baru.
Cekrek!
Nayra mendengar suara pintu ruangan dibuka oleh seseorang. Gerap langkah kaki tegas itu sangat dikenalinya. Siapa lagi kalau bukan Dokter Anton yang selalu datang ke dalam ruang rawatnya untuk memeriksa kondisinya dan memberikan semangat hidup untuk dirinya. Ia bisa sedikit bernafas lega karena masih ada orang yang mau menolongnya.
Dokter Anton menghentikan langkah kakinya di hadapan Nayra yang setia memejamkan kedua matanya dan tubuhnya masih terpasang oleh berbagai alat medis untuk membantu kondisinya agar stabil dan melawan masa komanya.
__ADS_1
"Nay, aku akan membawamu pergi jauh dari sini. Aku akan memberikan fasilitas perawatan intensif paling mahal di luar negeri. Aku percaya kamu pasti bisa sembuh dan bisa hidup seperti dulu lagi. Tenang saja, aku akan membawa anakmu -- Rico agar bisa ikut bersama kita. Untuk temanmu - Rhia telah pulang ke negaranya karena tidak mau dikejar-kejar oleh cassanova itu. Perusahaan dan rumah mewahmu aman karena adiknya Rhia yang menjaganya. Sekarang kamu pikirkan saja kondisimu agar bangun dari komamu." jelas Dokter Anton panjang lebar di hadapan Nayra.
Nayra yang mendengar semua perkataan Dokter Anton membuat ia terkejut setengah jiwa. Tetapi, ia bisa menjaga kestabilan tubuhnya agar bisa bernafas tapi tak bisa bergerak.
"Benarkah Dokter Anton mau menolongku dengan memberikan perawatan intensif di luar negeri dan mengajak Rico ikut pergi ke luar negeri. Alhamdulillah, semua kekayaanmu aman dan dijaga oleh Rhia dan pantas saja Rhia tidak menjenggukku di rumah sakit. Pasti Kak Zico yang mengejar Rhia hingga Rhia pulang ke negaranya. Luar biasa Kak Zico sungguh terlalu, tapi aku tidak perduli dengan urusannya. Nama Kak Zico tidak berarti lagi di hatiku dan aku sudah ikhlas melupakannya. Dokter Anton, terima kasih atas bantuannya. Aku tidak tahu harus memberikan isyarat seperti apa untuk merespon perkataanmu. Tetapi, aku mendengar dengan jelas semua perkataanmu." sahut Nayra dengan kedua bola mata terpejam tetapi kata-kata itu tidak mampu keluar dari mulutnya.
"Baiklah aku mengerti kamu mau mengucapkan terima kasih padaku, Nay. Sekarang aku akan menyuruh tangan kananku untuk menjemput Rico dari panti asuhan. Apa kamu tahu Nay? Mantan suamimu itu sangat jahat dan tidak punya hati. Setelah dia menceraikanmu, dia menikah dengan Messi dan menaruh Rico ke panti asuhan orang miskin. Maafkan aku yang baru memberitahumu, Nay. Aku tidak sanggup menceritakan kenyataan pahit yang menyayat hati ini padamu. Tapi, jangan terlalu dipikirkan. Aku percaya kamu pasti bisa melewati cobaan berat ini," ucap Dokter Anton terdengar serius dan menyakinkan.
"Syukurlah, Dokter Anton mengerti dengan kondisiku. Aku bersyukur bisa dirawat oleh Dokter Anton. Walaupun aku tahu Dokter Anton menaruh hati padaku." batin Nayra.
"Dimana kamu, Bimo?" tanya Dokter Anton saat mendengar sambungan ponselnya diangkat oleh Bimo.
"Iya Tuan, saya berada di rumah. Ada apa Tuan?" jawab Bimo cepat melalui sambungan panggilan masuk di ponselnya.
__ADS_1
"Bimo, tolong jemput Rico dari panti asuhan itu. Beri uang kepada pemilik panti asuhan sebagai ucapan terima kasih telah mengurus Rico dengan baik. Uangnya saya transfer 50 juta di rekeningmu dan pesan tiket keberangkatan ke luar negeri untuk malam ini." jelas Dokter Anton.
"Baik Tuan, saya akan melakukannya sesuai perintah." balas Bimo cepat.
Dokter Anton yang mendengar perkataan tangan kanannya, ia langsung mematikan sambungan panggilan telepon secara sepihak. Lalu, ia membalikkan tubuhnya agar menatap wajah cantik natural Nayra yang pucat dan dipasang oleh alat bantu oksigen di hidungnya.
"Aku mau mengurusi semua administrasi perawatanmu dan tunggu sebentar lagi kita akan pergi ke luar negeri." setelah mengatakan itu Dokter Anton melangkah pergi dari hadapan Nayra.
Nayra sangat senang karena ia dipertemukan kembali dengan anak kesayangannya. Ia sangat merindukan anaknya yang sudah tak bertemu 1 bulan ini. Rasanya, ia ingin bangun dari tidurnya tapi tidak bisa. Tetapi, setidaknya ia bisa bertemu secara langsung dengan anaknya.
"Semoga rencana ini berjalan dengan lancar dan tidak ada rintangan yang menghadang." doa Nayra terdengar tulus di dalam hatinya.
Dokter Anton yang telah bertemu bagian administrasi agar bisa memberikan surat keterangan pindah rawat ke rumah sakit luar negeri dan membawa beberapa alat medis untuk menjaga kondisi Nayra agar tidak drop. Alhamdulillah, semua berjalan dengan lancar dan tinggal menunggu kedatangan Rico yang dijemput oleh Bimo -- Tangan kanannya.
__ADS_1
Dokter Anton yang telah sampai di dalam ruang kerjanya, ia duduk di sofa mewah dan empuk untuk menghilangkan rasa lelahnya yang berjalan mondar-mandir menuju ruang administrasi dan beberapa rekan dokter yang menangani Nayra agar bisa memeriksa kondisi Nayra dan membantunya untuk melengkapi alat medis lain.
"Oh iya, aku belum menstrasfer uang pada Bimo. Baiklah, aku transfer sekarang uangnya." Dokter Anton mulai membuka aplikasi m-banking dan ditransfernya uang senilai 60 juta. Uang lebih 10 juta sebagai bonus Bimo yang giat bekerja pada dirinya. Setelah berhasil mengirim, Dokter Anton mengirim bukti screenshot hasil pengiriman dan mengirimkan pesan agar Bimo tidak terkejut karena ia memberikan bonus uang untuk Bimo.