Bukan Istri Bodoh

Bukan Istri Bodoh
Part 40 Datangnya Rentenir


__ADS_3

Rasanya Messi ingin tertawa ngakak mendengar pertanyaan polos Kenzo. Dengan mengandalkan kekuatan Zico, ia mudah mendapatkan informasi menarik itu.


"Tentu saja aku tahu karena aku sangat mencintaimu, Kak. Sudahi saja rumah tanggamu bersama Nayra, Kak. Aku rasa Nayra pasti tidak ingin menjadi istrimu. Dengan perusahaannya bangkrut di tanganmu pasti Nayra sangat membencimu. Jika kakak tidak ingin mendapat apapun dan hidup gelandangan. Lebih baik tinggalkan saja Nayra dan nikahi saja aku. Aku bisa membiayai hidup kakak. Aku kan sekarang sudah kaya." jelas Messi panjang lebar melalui sambungan teleponnya.


"Cih, sombongnya dirimu, Messi. Kamu mengaku kaya? Lalu, darimana sumber kekayaanmu. Kamu kan sukanya merebut suami orang dan mengeruk harta pria yang kamu kencani. Apakah kekayaanmu termasuk uang haram?" sindir Kenzo membuat Messi geram mendengar perkataannya.


"Tidak penting mau dapat uang darimana! Hal terpenting itu aku hidup kaya dengan bergelimang harta. Jika kakak tidak suka, jangan menghina aku. Sebab, kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya."


Seketika Kenzo tersadar akan perkataannya yang pedas dan tidak bermoral. Ia tidak ingin kehilangan Messi, walaupun Messi bukan wanita baik-baik. Tetapi, Messi sangat mencintainya.


"Tunggu-tunggu! Perkataanku jangan dimasukin ke dalam hati. Aku hanya bercanda Mes. Baiklah, jika aku memaksaku. Aku akan meninggalkan Nayra, tapi janji jangan tinggalin aku." bujuk Kenzo melalui sambungan telepon di ponselnya.


Messi tersenyum puas saat mendengar perkataan Kenzo yang menyetujui keinginannya.


"Baguslah kak, besok pagi jam 9 kita ketemuan di kafe mislia," ucap Messi melalui sambungan panggilan telepon di ponselnya.


"Okey, aku akan datang." jawab Kenzo dan ia melihat sambungan telepon terputus.

__ADS_1


Kenzo terlihat tersenyum bahagia karena ia tidak akan hidup miskin dan susah. Biarkan saja Nayra yang hidup menderita karena dia tidak bisa membahagiakan suami. Kenzo memilih tidur saja daripada menunggu kedatangan Nayra yang tidak pasti.


Pagi hari telah menjelang dan tidak biasanya kondisi rumah mewah Nayra terdengar ricuh akan kedatangan empat pria bertubuh kekar yang mengacaukan rumahnya.


"Apa yang kalian lakukan di rumahku? Apa hak kalian untuk mengambil semua barang dan rumahku! Hei! Katakan siapa yang menyuruh kalian!" ucap Nayra berteriak keras karena ia sangat terkejut dengan empat pria sebagai rentenir bank yang tidak ia ketahui penyebabnya. Apakah ada orang lain yang berani merebut kekayaannya tanpa izin darinya? Entahlah, Nayra tidak mengerti itu ia harus menjaga barang dan rumahnya agar tidak diusir oleh rumahnya sendiri.


Pria yang sedang mengangkat TV di hadapan Nayra, pria itu terlihat menghentikan aktivitasnya sejenak untuk menjawab pertanyaan Nayra yang terlihat frustasi.


"Nona Nayra, kami hanya melakukan tugas kami sebagai rentenir bang. Apabila nasabah tidak mampu membayar pinjaman uang, maka resikonya semua jaminan aset pinjaman akan disita oleh bank. Seperti saat inilah Nona Nayra bisa tahu sendiri kami memeriksa barang untuk diambil beserta rumah mewah." jawab Pria itu dengan panjang lebar di hadapan Nayra.


"Tidak! Aku tidak pernah meminjamkan uang di bank apalagi memberikan jaminan barang dan rumahku. Kalian pasti salah orang! Aku ini wanita karier dan kaya. Aku memiliki perusahaan yang bisa menghasilkan uang sendiri." sahut Nayra merasa aneh akan tindakan yang diterimanya. Perasaan ia tidak pernah berencana untuk memanggil rentenir bank, Ia hanya menyuruh salah satu tangan kanan barunya untuk mengaku perusahaannya sebagai pemiliknya saja.


Nayra seperti tidak mampu berkata-kata apapun, ia langsung diam dengan tatapan kosongnya.


"Tidak mungkin! Ini pasti ada yang salah! Aku tidak ingin jatuh miskin! Kenapa bisa terjadi seperti ini? Salah aku apa Tuhan? Bukankah aku tidak bermaksud terpuruk seperti saat ini." lirih Nayra pelan.


"Sayang, apa yang sedang terjadi?" tanya Kenzo dengan pakaian tidur karena bangun kesiangan hari ini. Ia berjalan mendekati Nayra yang tampak frustasi karena ada empat pria yang datang mengacaukan seisi rumahnya.

__ADS_1


"Hei! Siapa yang menyuruh kalian mengambil barang rumahku? Pergi kalian kalau tidak ingin aku laporkan pada pihak berwajib!" gertak Kenzo dengan tatapan tajam bak elang ke arah empat pria itu.


"Tuan Kenzo yang terhormat, apa kamu lupa dengan semua tagihan hutang tidak kamu bayar selama ini? Apalagi perusahaanmu sudah bangkrut, itu berarti kami mengambil jaminan hutang menjadi hak milik bank," ucap salah satu pria bertubuh kekar itu.


Kenzo mengaruk kepalanya tidak gatal karena ia teringat akan tagihan hutang yang semakin menumpuk dan tidak pernah membicarakan permasalahan ini pada Nayra.


"Iya aku ingat kok tapi beri kami waktu untuk melunasi hutang kami." sahut Kenzo.


"Sudahlah Tuan, batas kesabaran kami sudah habis. Dengan mengambil rumah beserta seisinya saja tidak mampu melunasi hutangmu selama ini di bank kami." balas pria lain yang tampak cetus akan pembicaraannya.


Nayra yang diam berdiri di sebelah Kenzo yang mencoba meminta toleransi pada empat pria rentenir itu. Ia semakin kaget atas perkataan empat pria itu. Tiba-tiba kepala Nayra merasa pusing, penglihatannya merasa kabur dan hitam. Hal itu, membuat ia tidak bisa menyeimbangkan kestabilan tubuhnya berdiri hingga ia jatuh tak sadarkan diri.


Kenzo yang terus berdebat dengan empat rentenir bank itu ia melihat tubuh Nayra yang jatuh di atas lantai. Dengan cepat Kenzo langsung menghentikan perdebatan sengit itu. Ia mencoba membangun Nayra yang tak sadarkan diri. Tidak berhasil dengan tindakannya itu ia langsung mengangkat tubuh Nayra di dalam gendongannya. Sebelum ia melangkah pergi dari hadapan empat pria rentenir yang diam kaku melihat tubuh Nayra tak sadarkan diri membuat mereka takut akan dituntut oleh Kenzo.


"Kalian semua, kembalikan semua barang di rumah ini dan letakkan seperti semula. Jika kalian tidak mengembalikan barang yang tidak kalian ambil. Aku akan menuntut kalian atas tindakan merenggut ham dan ketidakberdayaan hidup manusia. Ditambah lagi, hukum lain yang pastinya menjerat kalian semua masuk jeruji besi!" ancam Kenzo dengan tatapan tajam bak elang ke arah empat pria rentenir itu.


Empat pria rentenir itu menelan salivanya dengan susah payah. Mereka tidak ingin terlibat kasus tindakan pidana hukum. Mereka pun dengan cepat mengangguk dan mengembalikan barang yang mereka keluarkan akan tertata rapi di dalam rumah mewah itu.

__ADS_1


Sedangkan Kenzo yang melihat ke empat pria rentenir itu berlari keluar dengan membawa barang rumahnya. Ia tersenyum penuh kemenangan karena ia bisa membuat mereka takut sementara waktu.


"Sayang, tolong jangan tinggalkan aku. Aku bisa jelasin semuanya," ucap Kenzo dengan menatap wajah pucat Nayra.


__ADS_2