
"Iya Nay, kamu berhak hidup bahagia dan mendapatkan pria yang sangat mencintaimu. Lupakan rasa sakit menyayat hati itu dan berdamailah dengan masa lalu agar kamu bisa membuka hati pada pria yang tepat," ucap seseorang yang telah menghentikan langkah kakinya di belakang Nayra.
Nayra yang mendengar suara yang sangat dikenalinya, ia menoleh ke arah belakang untuk melihat siapa pemilik suara yang sangat dirindukannya selama ini. Seketika kedua bola matanya berbinar senang saat melihat Rhia sudah berdiri di hadapannya.
"Rhia," ucap Nayra yang langsung berhamburan memeluk tubuh Rhia untuk melepaskan rasa rindunya pada sahabat baiknya.
"Apa kabarmu, Rhia?" tanya Nayra yang melepaskan pelukannya sejenak. Ia menatap intens menuju ke arah kedua bola mata Rhia yang sedang tersenyum tulus ke arah dirinya.
"Alhamdulillah, kabarku baik Nay. Maafkan aku tidak pernah menjenggukmu di rumah sakit. Hidupku selalu diganggu oleh dia," ucap Rhia menunduk seseorang yang sedang berjalan mendekatinya.
Nayra dan Anton mengikuti jari telunjuk Rhia yang mengarahkan pada seorang pria tampan yang berpakaian jaket hitam dan celana senada membuat ia sangat menggoda. Siapa lagi kalau bukan Zico.
Nayra mengerutkan keningnya merasa tidak mengert dengan kedatangan Zico di acara makan malamnya.
"Kak Anton mengundang Kak Zico kesini?" tanya Nayra.
"Tidak, aku tidak tertarik mengundang pria yang menjadi mantan pacarmu, Nay." jawab Anton terdengar cemburu dan kesal.
Rhia yang baru menyadari perasaan Anton yang tidak bersahabat. Ia langsung memanggil Zico agar berdiri di sampingnya.
"Kenalin Nay, Kak Zico ini calon suamiku. Kak Zico berhasil mendapatkan hatiku setelah sikap dinginku, ego dan harga diriku yang tinggi. Tetapi, Kak Zico mampu menaklukkan hatiku agar percaya padanya. Tenang saja Nay, Kak Zico sudah berubah dan ia sudah mengikhlaskanmu bersama Kak Anton. Semoga kamu mau menerima cinta Kak Anton, Nay. Sebab, aku tahu semua pengorbanan Kak Anton selama ini padamu. Aku memang tidak pernah menjenggukmu, tetapi, aku mengawasimu dari kejauhan. Ternyata kamu dan Kak Anton memang berjodoh." jelas Rhia panjang lebar di hadapan Nayra dan Anton.
Nayra hanya diam saja dan memasang wajah datarnya saja. Sedangkan Anton yang semula kesal kini terlihat tersenyum bahagia karena Rhia mendukung dirinya agar bersama Nayra.
"Dimana Rico?" tanya Nayra mencoba mengalihkan pembicaraan penting itu tetapi Anton dengan cepat memegang tangan Nayra dan ia berjongkok kembali di hadapan Nayra.
Anton mengeluarkan kotak cincin berlian dari saku celananya dan membukanya di hadapan Nayra.
"Will you marry me, Nayra? I really love you so much. Tolong, beri aku kesempatan untuk membahagiakanmu dan Rico -- Anak kita," ucap Anton sekali lagi.
Nayra memejamkan kedua bola matanya sejenak untuk memberikan jawaban dari Anton. Ia membuka kedua bola matanya dan tatapannya terkunci dikala tatapan penuh cinta Anton membuat hatinya yakin kalau Anton berhak mendapatkan cintanya.
Sedangkan Anton yang menunggu jawaban dari Nayra tetapi tidak kunjung ada. Ia berdiri dari posisi jongkoknya untuk memberikan pilihan pada Nayra.
"Baiklah Nay, aku akan memberiku pilihan dan aku akan menerima semua jawaban pilihanmu. Jika kamu menerima lamaran ini kamu bisa mengambil kotak cincin ini dan kamu pasang di jari manismu. Jika kamu menolak lamaran ini kamu bisa mengambil kotak ini dan membuangnya," ucap Anton terlihat tegar dan tetap tersenyum di hadapan Nayra.
Sungguh Nayra tampak binggung sendiri. Tetapi, Nayra memantapkan hati untuk memilih. Ia menoleh sekilas ke arah Rhia yang menyuruhnya menerima lamaran dari Anton dan begitu juga ia menoleh ke arah Zico yang ikut mendukung dirinya untuk menerima lamaran Anton.
Dengan tangan yang terlatih, Nayra mengambil kotak cincin di tangan Anton. Ia masih memegangi kotak cincin berlian yang harganya sangat fantastis. Ia menatap cincin berlian putih yang berkilau dan mahal. Dengan membawa bismillah dalam hati, barulah Nayra mengeluarkan pilihannya di hadapan Anton, Rhia dan Zico.
Dari cincin berlian yang dikeluarkannya dari kotak cincin, Nayra langsung memasang cincin berlian di jari manisnya. Ia tersenyum manis dan mengangkat tangan kanannya di hadapan Anton.
__ADS_1
Seketika wajah Anton tersenyum senang karena lamarannya diterima oleh Nayra.
"Jadi, kamu mau menikah denganku?" tanya Anton memastikan dan Nayra mengangguk cepat.
Anton langsung memeluk tubuh munggil Nayra dengan erat, ia menciumi seluruh wajah Nayra kecuali bibir.
"Terima kasih, terima kasih, Nay. Kamu telah menerima cintaku dan secepatnya aku akan menikahimu," ucap Anton yang masih memeluk tubuh Nayra.
"Iya kak, seharusnya aku yang berterima kasih pada kakak. Karena kakak mau menolongku dan menerima statusku janda anak 1. Apalagi kakak sudah menganggap Rico sebagai anak sendiri. Aku yakin kakak ini pria baik dan tulus mencintaiku apa adanya." sahut Nayra yang melepaskan pelukan Anton dari tubuhnya. Ia menatap sendu ke arah Anton.
"Terima kasih sudah hadir di hidupku Kak, jika tidak ada kakak. Hidupku pasti sangat hancur ditinggal oleh orang-orang yang ku sayangi." Nayra menitikkan air matanya hingga wajah cantiknya membasahi air matanya.
Anton menghapus air mata Nayra dengan menggunakan tangannya.
"Sama-sama Nay, mari kita membuka lembaran kehidupan baru. Jangan biarkan orang-orang jahat untuk menghancurkan hidup kita lagi," ucap Anton dibalas anggukan cepat oleh Nayra.
"Ehem... Ehem..." deheman Rhia membuat Nayra dan Anton menoleh ke arah dirinya.
"Sepertinya aku dan Kak Zico hanya obat nyamuk saja disini," ucap Rhia mengingatkan Nayra dan Anton.
"Hehehe... Maaf ya Rhia, Kak Zico. Aku hampir lupa. Ya sudah, ayo gabung sama kami saja untuk makan malam hari ini." ajak Nayra dengan menarik tangan Rhia dan mengajak Kak Zico agar duduk satu meja dengan mereka.
Terlihat wajah Nayra yang berbinar senang dan tangannya digenggam erat oleh Anton yang menatap senyum ke arah dirinya.
Rhia dan Zico yang ikut bahagia melihat Nayra telah mendapatkan pria yang tepat. Mereka selalu berdoa agar hubungan Nayra dan Anton bisa langgeng hingga maut yang memisahkan.
Rhia yang telah menghabiskan makanannya dan meneguk habis minuman yang dipesannya. Begitu juga Zico yang selesai makan dan memberi kode pada Rhia agar memberitahu Nayra.
"Nay, boleh berbicara sebentar," ucap Rhia membuat Nayra dan Anton yang sedang bercanda langsung terhenti dan malu-malu sendiri.
"Iya, boleh Rhia. Ada apa?" tanya Nayra tersenyum.
"Aku ingin menyerahkan kembali perusahaanmu, rumahmu dan seluruh hartamu telah aku ganti atas namamu. Tenang saja Nay, selama aku memegang perusahaanmu, kamu memiliki keuntungan yang besar dan perusahaanmu semakin maju. Rumah mewahmu aku rombak dengan gaya kekinian agar kamu bisa melupakan masa kelam itu." jawab Rhia mulai menjelaskan semua perjuangannya dalam menjaga perusahaan, rumah mewah Nayra dan hartanya dengan baik.
Nayra yang mendengar perkataan Rhia yang berhasil menjaga kekayaannya dengan baik.Ia sangat bersyukur karena Rhia sangat tulus menolongnya.
"Terima kasih banyak Rhia, kamu memang sahabat terbaikku. Semoga hidupmu bahagia dan hubungan kamu dan Kak Zico langgeng sampai nikah hingga maut yang memisahkan."
"Aamiin, terima kasih atas doanya Nay."
"Nay, aku ingin memberitahu kabar buruk tentang Kak Kenzo dan Messi. Mereka sudah meninggal." perkataan Rhia diakhir kalimat membuat Nayra bungkam dan memasang wajah datarnya.
__ADS_1
"Kamu serius Rhia? Aku bukannya mau mengurusi hidup orang lain. Tetapi, apa penyebab mereka meninggal dunia?" tanya Nayra sedikit penasaran dengan kisah hidup mantan suami dan mantan teman baiknya.
"Iya Nayra, Mereka meninggal sudah satu minggu yang lalu. Penyebabnya, rumah mewah Messi dibakar oleh istri dari sugar daddynya di malam hari. Hingga rumah mewah Messi dan Kenzo yang sedang tidur dilahap habis oleh kejadian kebakaran itu. Kini sisa tulang mereka di makamkan di tempat pemakaman umum Jakarta. Sepertinya mereka mendapatkan hukum karma yang setimpal atas kejahatannya selama ini yang dapat merugikan hidup orang lain. Bukannya aku tidak merasa kasihan tetapi aku tidak menghargai mereka yang selalu berbuat onar." jawab Rhia panjang lebar di hadapan Nayra dan Anton.
Anton menggenggam tangan Nayra agar jangan memikirkan hal-hal yang tidak penting.
"Sudahlah, mungkin itu batas hidup mereka dan aku setuju dengan kata Rhia kalau mereka telah mendapatkan balasan yang setimpal." balas Anton.
"Benar sekali, aku harap kamu bisa membahagiakan cinta pertamaku dan tidak mengulangi kisah kelam itu lagi, Anton." sahut Zico yang sedari tadi hanya diam dan kini mulai berbicara.
"Tentu saja, aku menjamin hidup matiku hanya mencintai Nayra dan Rico." timpal Anton dengan senyuman manisnya.
"Jadi, kapan rencana kalian mau menikah, Nay?" tanya Rhia pada Nayra.
"Hem... Kalau aku mengikuti sesuai keinginan Kak Anton saja karena dia yang melamarku." jawab Nayra cepat.
"Dua minggu lagi." cetuk Anton cepat.
"Cie... Cie... Mama cama Papa mau menikah dua minggu lagi ya," ucap Rico dengan suara cadelnya membuat mereka menoleh ke arah belakang yang ternyata Rico sudah berdiri di belakang Nayra dan diikuti oleh Bimo yang mengawasi Rico.
"Iya, anak papa ganteng sini duduk dipangkuan papa. Mama Nayra sudah menerima lamaran dari papa. Tidak lama lagi Rico mendapatkan orang tua yang lengkap." Anton mengangkat tubuh Rico agar duduk di atas pangkuannya.
Kedua bola mata Rico berbinar senang atas kabar baik itu.
"Holeee... Ico udah punya mama dan papa lagi. Ico bahagia mama mau menikah dengan papa." sahut Rico senang.
Rhia dan Zico menatap satu sama lain, mereka terlihat binggung dengan sebutan Rico pada Anton sebagai papanya.
"Rico memang begitu, dia sangat nyaman dengan Kak Anton dan ia mau memanggil Kak Anton dengan sebutan papa sesuai keinginan Kak Anton sendiri," ucap Nayra dan Rhia serta Zico mulai mengerti agar Rico semakin dekat dengan Anton -- Calon papa barunya.
"Iya Tante baik, Ico sebental lagi punya papa Anton yang sah dan mau buat dedek balu lagi," ucap Rico dengan suara cadelnya.
Nayra hanya geleng-geleng kepala saja saat mendengar perkataan Rico yang mengharapkan adik bayi untuk menjadi temannya. Ia memahami Rico sangat kesepian dan hidupnya jauh dari kata bahagia saat dirinya koma. Tetapi ia sangat bersyukur karena Tuhan Maha Adil dan mempertemukan dirinya dengan pria baik seperti Anton.
"Terima kasih Kak Anton, kakak selalu membuat anakku bahagia dan nyaman atas kebaikanmu," Nayra tersenyum tulus di hadapan Anton yang langsung mengangguk mengiyakan perkataannya.
Akhirnya, Nayra dan Anton bisa disatukan dengan keadaan yang tepat dan saling menginginkan suatu sama lain. Rico -- Anaknya Nayra mengizinkan Anton agar menjadi papa barunya. Rhia, Zico dan Bimo ikut bahagia melihat Nayra bisa tersenyum lepas dan pancaran bahagianya muncul di wajah cantiknya.
"Tuhan, terima kasih atas nikmat dan karunia-Nya telah membuat hidupku jauh lebih baik dan bisa dipertemukan orang-orang yang sangat aku rindukan. Aku sangat bersyukur dan tidak pernah menyesali semua cobaan hidup yang engkau berikan padaku. Aku percaya, Tuhan memberikan cobaan yang berat pada umat yang kuat dan bisa belajar mengikhlaskan dan memaafkan orang-orang yang menyakitiku." kata Nayra dalam hati. Wajahnya masih tersenyum bahagia melihat orang-orang yang disayanginya berada di sisinya dengan suka cita.
*Tamat*
__ADS_1