Bukan Istri Bodoh

Bukan Istri Bodoh
Part 31 Rencana Berhasil


__ADS_3

Setelah perlombaan perdebatan sengit antara Nayra dan Kenzo di dalam ruang kamarnya. Akhirnya, Nayra pemenangnya dari lomba untuk mengusir Kenzo agar tidak tidur satu ranjang dengannya. Bukan Nayra merasa dendam karena diduakan oleh teman baiknya sendiri. Tapi, Nayra sangat jijik pada Kenzo. Jika Kenzo tidur satu ranjang tidur dengannya dan memeluk tubuhnya dengan sesuka hati.


Nayra yang telah mengunci pintu kamarnya dari dalam dengan rapat dan menahan pintu menggunakan lemari buku agar Kenzo tidak masuk melalui jalur kunci cadangan. Maka, disinilah Nayra berada di atas kasur empuk yang seprai sudah diganti agar bersih dan nyaman untuk ditempati. Nayra yang telah menggosok gigi dan berganti pakaian. Ia menaiki kasur empuk berukuran king size dan ia siap untuk meluncur ke dunia mimpinya.


Hari ini Nayra benar-benar lelah dan memudahkan ia tertidur dengan nyenyak. Dalam mimpinya Nayra merasa ada rasa yang berbeda tapi ia sangat merindukan taman mini yang dipenuhi oleh berbagai macam tanaman hias dan bunga yang bermekaran.


"Rasanya, aku pernah berada di taman ini. Tapi, kenapa aku tidak bisa mengingatnya," ucap Nayra yang menatap ke sekeliling taman mini yang ternyata milik bangunan sekolah yang entah ia tidak tahu dimana.


Nayra tidak ingin ambil pusing dengan keberadaannya di taman mini di belakang sekolah. Hal penting yang harus ia lakukan cukup menikmati pemandangan indah dari taman mini yang indah dan menyejukkan hati. Nayra berjalan mendekati beberapa kupu-kupu yang hinggap di bunga. Ia ingin menangkap kupu-kupu yang berwarna-warni itu hingga ia terus berjalan mengikuti arah kupu-kupu terbang entah kemana. Tanpa Nayra sadari, ia hampir terjun dari tebing taman. Untung saja, ada seseorang yang menarik tangannya hingga tidak jatuh ke jurang.


"Hah! Hah! Terima kasih sudah menyelamatkanku," ucap Nayra dengan nafas tersengal-sengal karena ia menatap tebing kurang yang hampir 2 cm saja ia melangkah bisa beda alam. Ia mengalihkan pandangannya dari tebing tanam hingga menunggu ke arah depan yang ternyata seorang pria tampan sedang tersenyum tulus ke arah dirinya.


"Kakak Zico?" ucap Nayra dan Zico langsung menarik tangannya agar masuk ke dalam pelukannya.


"Syukurlah kamu selamat, Nay. Aku tidak ingin kehilanganmu lagi," ucap Zico membuat Nayra menyerhitkan keningnya merasa binggung.


"Kenapa kak Zico bersikap hangat seperti ini? Biasanya dia sangat dingin dan tidak ingin berbicara padaku?" tanya Nayra dalam hati. Ia melepaskan pelukan Zico dari tubuhnya. Lalu, ia menatap intens menuju ke arah Zico.


"Kak Zico, terima masih sudah menyelamatkanku. Jika kakak tidak--" perkataan Nayra terhenti disaat Zico langsung mencium dirinya dengan cepat.


Nayra yang menerima serangan mendadak dari Zico yang terkenal cassanova, membuat ia tidak bisa mengelak dari Zico. Ia ingin melepaskan ciuman itu tapi Zico menahannya dengan cepat.

__ADS_1


"Apa-apaan Kak Zico melakukan tindakan pelecehan padaku? Aku berjanji akan melaporkannya pada pihak berwajib karena berani menyentuhku." kata Nayra dalam hati.


Nayra yang mendapatkan kesempatan, ia langsung menggigit bibir Zico hingga mengeluarkan darah segar.


"Aw! Kenapa kamu menggigitku, Nay?" tanya Zico meringis kesakitan dan ia menghapus darah segar yang mengalir dari mulutnya.


"Karena Kak Zico berani menciumku. Tidak sopan tahu bersikap seperti itu padaku. Aku sudah memiliki suami dan anak di rumah, kak." jawab Nayra cetus.


"Suami? Anak? Tentu saja suami masa depan kamu adalah aku dan kamulah mama dari anak-anakku nanti." perkataan Zico membuat Nayra menatap heran pada Zico.


Nayra mengerucutkan bibirnya di hadapan Zico untuk meledeknya atas omong kosong itu.


"Sudahlah kak, jangan jadikan candaan atas kata receh kakak ini. Aku tidak suka," ucap Nayra yang memilih duduk di kursi taman diikuti Zico yang duduk disebelahnya.


"Hah! Hah! Ternyata aku cuma mimpi buruk. Mimpi buruk seperti nyata. Sudahlah, aku tidak perlu memikirkan aneh-aneh dan tidak penting. Lebih baik aku tetap berpikir positif saja." Nayra menatap ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 1 dini hari. Ia bangun dari posisi tidurnya agar bisa berdiri dari kasur tidurnya. Ia ingin membuang hajat kecilnya di ruang kamar mandi.


Setelah itu Nayra berjalan keluar dari ruang kamar mandi untuk melanjutkan tidurnya. Baru saja, Nayra ingin memejamkan kedua bola matanya. Ia mendengar suara notifikasi panggilan masuk dari ponselnya.


Kemudian, Nayra mengambil ponsel di atas meja yang bersebelahan di kasur tidurnya. Ia melihat mama Rhia yang memanggilnya di waktu pagi dini hari ini.


"Hallo Rhia," ucap Nayra yang menerima sambungan telepon dari ponselnya.

__ADS_1


"Nay, aku telah berhasil mengambil seluruh saham perusahaan suamimu." jelas Rhia melalui sambungan telepon dari ponselnya.


"Benarkah? Lalu, bagaimana nasib perusahaan suamiku? Bisa bangkrut mendadak begitu?" tanya Nayra to the point.


"Yah begitulah, setelah aku berhasil mengakses data internal perusahaan dan mengambil semua saham perusahaan. Aku pindahkan semua kekayaan perusahaan pada perusahaan baru yang ku bangun atas namamu, Nay." jelas Rhia melalui sambungan teleponnya.


Nayra yang mendengar penjelasan dari Rhia, ia tersenyum bahagia atas kemenangannya yang telah mengambil hal miliknya yang dipegang oleh suaminya.


"Alhamdulillah terima kasih sudah membantuku, Rhia. Aku tidak tahu lagi pada siapa aku harus meminta tolong."


"Iya, sama-sama santai saja Nay. Kebaikanku tidak seberapa dengan kebaikanmu yang selalu melindungiku dari orang jahat."


"Kamu ini Rhia selalu mengingat kebaikanku. Aku jadi malu, hehehe..."


"Kamu pasti tidurnya terganggu karena menelponmu malam-malam. Maaf ya Nay, aku terlalu semangat jadi lupa perbedaan waktu negara."


"Ya gak apa-apa, aku tidak merasa terganggu. Ya sudah kalau kamu mau main ke Indonesia tinggal hubungi aku saja. Aku akan menjemputmu." sahut Nayra masih melakukan sambungan panggilan di ponselnya.


"Okey Nay, kalau begitu aku tutup dulu telponnya. Aku ingin melanjutkan tugasku untuk menghapus bekas html agar tidak terdeteksi."


"Iya, sampai jumpa." Nayra mematikan sambungan telepon secara sepihak. Ia sangat senang karena hartanya tidak akan dinikmati oleh pelakor dan suaminya lagi.

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkan semua yang aku miliki hilang begitu saja. Aku akan mempertahankan hakku untuk menjaga kekayaanku," ucap Nayra terdengar serius dan tegas.


__ADS_2