
Nayra berjalan mendekati Kenzo yang ingin membawa Rico pergi bersamanya. Ia terlihat panik dan tidak ikhlas apalagi anak kesayangannya ikut bersama suami gak ada akhlaknya.
"Tunggu! Jangan bawa anakku pergi dari sini, Kak!" ucap Nayra sedikit berteriak. Ia berhasil mengejar langkah kaki tegas Kenzo yang telah mendekati mobil miliknya. Untung saja, Nayra lebih dulu menghadangi jalan Kenzo.
"Berhenti! Kembalikan anakku," ucap Nayra dengan tatapan tajam bak elang ke arah Kenzo.
Kenzo menghentikan langkah kakinya tepat di hadapan Nayra.
"Minggir Nay, aku mau lewat. Anakmu ini anakku juga. Aku yang membuatnya untukmu. Kita adalah kedua orang tua Rico." sahut Kenzo cetus.
"Iya, aku tahu itu tapi aku mama yang mengandungnya selama 9 bulan dan melahirkannya hingga tumbuh besar seperti sekarang." timpal Nayra. Ia menarik tubuh mungil Rico di pelukan Kenzo dengan terpaksa.
"Rico sayang, ikut mama saja. Mama akan membawamu ke Mall." bujuk Nayra dengan menarik tubuh Rico tapi Rico menggeleng tidak mau.
"Ndak mau Mama, Ico kangen Nenek dan Kakek. Ico mau ikut papa pulang kampung," ucap Rico menjadi tamparan keras bagi Nayra yang tidak ingin berpisah dengannya.
Kenzo yang melihat penolakan Rico pada mama kandungnya sendiri. Ia tertawa penuh kemenangan di hadapan Nayra.
"Hahaha... Sudahlah Nay, jangan dipaksakan anak kita untuk tidak pergi bersamaku. Tenang saja, aku bisa menjaganya," ucap Kenzo membuat Nayra mendengus sebal.
__ADS_1
"Aku tidak yakin kalau Kak Kenzo bisa merawat Rico dengan baik. Buktinya, Rico selalu mengadu aksi jahat Messi selama aku kuliah di luar negeri. Bisa saja, Rico akan disakiti oleh orang jahat. Bukan menuduh tapi waspada sebelum mengobati." sahut Nayra membuat Kenzo bungkam.
Nayra menoleh ke arah Rico yang diam menatap ke arah dirinya.
"Rico mau disiksa oleh orang-orang jahat seperti Baby sitter Messi dulu?" tanya Nayra dibalas gelengan cepat oleh Rico.
"Ndak mau Ico ndak mau mendelita lagi. Ico mau cama mama aja. Tapi, Ico dak nau papa pelgi cama Tante onte itu. Ico cayang cama mama dan papa." Rico menatap wajah Nayra dan wajah Kenzo secara bergantian.
"Ma, jangan usil papa dali cini. Ico mau mama dan papa cepelti dulu kumpul belsama. Mama maapin papa ya ma. Ico yakin papa cudah beltobat. Tolong maapin papa ya ma." bujuk Rico pada mama Nayra dan ia menoleh ke arah Papa Kenzo.
"Papa jangan pelgi ya, papa mau maapin mama." bujuk Rico dengan tatapan sendunya.
Seketika hati Kenzo tersentuh mendengar perkataan Rico. Ada rasa bersalah pada dirinya yang belum bisa menjadi papa yang baik untuk anaknya. Jiwa jahatnya yang merasa senang karna anaknya yang membelanya tapi di sisi lain, ia sangat bersyukur diberi kesempatan untuk memperbaiki rumah tangganya. Kenzo menatap wajah tampan Rico yang masih di dalam gendongannya. Ia usapnya wajah bulat dengan pipi gemoynya.
"Nay, tolong maafin aku. Aku janji tidak akan menyakitimu lagi. Aku sangat menyesali perbuatanku. Tolong penuhilah permintaan anak kita. Aku masih mencintaimu, Nay. Tolong Nay, terima aku lagi demi anak kita," ucap Kenzo.
Nayra yang mendengar perkataan anak dan suaminya seperti 11 dan 12 itu. Hatinya benar-benar terasa sesak, Rico diberi makan apa oleh Kenzo, sehingga Rico mudah terpengaruh dengan bujukan Kenzo. Tapi, melihat tatapan Kenzo dan keinginan Kenzo memang tulus. Lantas, pantaskah Kenzo untuk dimaafkan untuk ke sekian kalinya? Apa Ia harus menerima kesalahan lain yang belum Kenzo lakukan padanya?
"Aku harus bagaimana ya Allah? Haruskah aku memberi kesempatan untuk berkali-kalinya pada Kak Kenzo yang sudah mengotori kepercayaanku? Tapi, aku tidak sanggup melihat anakku sedih atas keegoisanku." kata Nayra dalam hati. Ia hanya diam menunduk tanpa menjawab pertanyaan Kenzo.
__ADS_1
Kenzo yang tidak menerima jawaban dari Nayra, ia memberikan Rico di dalam gendongannya berpindah pada Nayra.
"Lihat anak kita, Nay. Rico masih kecil, Rico butuh cinta dan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Jika kita berpisah, otomatis Rico kekurangan cinta dan kasih sayang. Belum lagi, pasti ada orang yang menghinanya karna tidak memiliki orang tua yang lengkap. Apa kamu tega melihat anak kita menderita atas cacian dan hinaan dari orang-orang jahat yang suka melihat perpisahan kita? Bisakah, beri kesempatan terakhir untukku dalam memperbaiki semua kesalahanku ini." jelas Kenzo panjang lebar pada Nayra dalam membujuk istrinya agar kembali pada dirinya.
Nayra menghela nafas kasar saat mendengar perkataan Kenzo ada benarnya. Mungkin kali ini ia terlihat bodoh karena menerima suami yang tidak baik tapi berusaha berubah menjadi baik.
"Kak Kenzo benar, aku tidak boleh mementingkan egoku dan mengabaikan resiko yang terjadi. Terkhianati dalam rumah tangg ini bukan aku saja yang tersakiti pasti ada anak yang terabaikan. Aku memang wanita baik, pintar dan cerdas. Tapi, aku harus cerdas memilih dalam mengambil keputusan." kata Nayra dalam hati.
Nayra menatap tatapan sendu Kenzo dan Rico yang diam menunggu jawabannya. Ia memejamkan kedua bola matanya sejenak untuk menenangkan hati dan pikirannya yang tak sejalan.
"Baiklah, aku akan menerima kakak lagi. Tapi, ingat baik-baik, aku memberi kesempatan terakhir untuk kakak karna aku masih punya hati untuk melindungi masa depan Rico agar tidak ada yang menyakitinya. Berjanjilah agar tidak melakukan kesalahan yang sama dan tidak melakukan kesalahan fatal lainnya." Nayra mengangkat jari kelingkingnya di hadapan Kenzo.
Kenzo pun mendekatkan jari kelingking Nayra untuk disatukan sebagai janji atas perkataannya.
"Aku berjanji tidak akan melakukan seperti itu lagi. Aku berjanji akan membahagiakan kalian berdua," ucap Kenzo dengan senyuman tulusnya.
Rico yang melihat mama dan papanya sudah rujuk. Ia sangat bahagia karena kedua orang tuanya tetap tinggal bersamanya.
"Hore... Mama, Papa udah baikan lagi. Ico senang lihat mama dan papa bisa bahagia cama Ico. Ico halap tidak ada pelakol dan mbak kunti lain yang menghasut papa untuk melakukan kesalahan fatal lagi," ucap Rico dengan suara cadelnya.
__ADS_1
Nayra mencubit pipi bulat Rico dengan gemas, anak kesayangannya ini kalau berbicara pintar sekali mengambil hati orang lain. Nanti Rico kalau sudah besar, Nayra akan menyekolahkan Rico sampai lulusan S3 dengan jurusan Ilmu hukum agar bisa menjadi pengacara sukses dan diajarkannya ilmu agama agar tidak menjadi sosok seperti papa Kenzo yang suka selingkuh.
"Mama harap Rico menjadi anak yang baik, soleh dan pintar belajar. Dengan begitu, besar nanti Rico bisa menjadi laki-laki yang baik dan bisa membahagiakan mama dan papa." doa Nayra terdengar tulus.