Bukan Istri Bodoh

Bukan Istri Bodoh
Part 43 Janji Nayra Pada Rico


__ADS_3

Keesokan harinya, Nayra yang telah menyiapkan sarapan pagi untuk anak dan suaminya. Ia melangkah pergi menuju ruang kamar anaknya yang masih tertidur. Entahlah, setelah kejadian perebutan perusahaan kembali menjadi nama kepemilikan dirinya. Ia tidak berniat untuk mencari pekerjaan. Ia berpikir setelah kondisi sudah kondusif atau menunggu Kenzo yang menyadari kesalahannya yang sampai kiamat tak akan terjadi. Ia lebih memilih santai saja dan tidak berpikir aneh-aneh. Seperti saat ini, Nayra telah menghentikan langkah kakinya di depan kasur tidur milik Rico yang sudah terbiasa tidur sendirian di kamarnya.


Nayra merasa gemas melihat wajah boneka milik anaknya yang tampan dan lucu. Nayra duduk di pinggir kasur dan mencium kedua pipi gembul Rico. Sehingga membangunkan Rico dari tidurnya.


"Duh, anak mama sudah bangun. Kalau begitu, ayo kita makan nak!" ajak Nayra seraya membantu Rico untuk bangun dari posisi tidurnya agar bisa berjalan keluar dari ruang kamarnya menuju anak tangga.


"Ma, Ico belum lapal. Ico mau main ail dulu." sahut Ico yang terus melangkahkan kaki kecilnya mengikuti langkah kaki Mamanya di sebelahnya.


Nayra menoleh ke arah samping, ia tersenyum hangat menatap wajah polos Rico yang meminta dirinya untuk memandikannya.


"Iya nanti Rico mandi, Rico makan dulu biar gak masuk angin. Sekarang sudah jam 7 pagi, jadwal sarapan pagi Rico gak boleh terlambat terus nanti masuk angin." bujuk Nayra yang terus mengandeng tangan mungil Rico agar tidak jatuh saat menuruni anak tangga.


Setibanya Nayra dan Rico di ruang makan, Nayra mengisi nasi goreng ayam kesukaan Rico dan susu untuk diminumnya. Ia tidak tertarik untuk makan roti bakar dan susu saja. Ia tinggal di Indonesia dan membutuhkan nasi sebagai asupan nutrisi tubuhnya.


"Rico sayang, makan yang banyak biar cepat besar," ucap Nayra sembari menaruh piring di hadapan Rico.


"Iya Ma, telima kasih." sahut Rico yang mulai mengambil sendok dan memakan nasi goreng ayam buatan Mama Nayra.


Nayra memberikan senyuman hangat untuk membalas perkataan anaknya. Ia menatap anaknya yang memakan lahap makanan kesukaannya hingga lima belas menit sudah habis tanpa sisa.


"Rico makannya pelan-pelan saja, nak. Tenang saja, makanannya tidak akan mama habiskan!" ucap Nayra dibalas anggukan kecil oleh Rico.

__ADS_1


"Rico mau tambah lagi makanannya? Kalau Rico mau tambah lagi, sini piringnya mama isi makanannya." tawar Nayra dan Rico langsung memberikan piring stainless di hadapan Nayra.


Nayra menerima piring dari tangan mungil Rico dan ia mengisi kembali makanan untuk Rico sesuai takaran makanannya. Ia membiasakan Rico agar mengambil makanan secukupnya dan bisa tambah makanan lagi kalau masih mau makan.


"Ini makanlah dengan tenang! Biar tidak tersedak saat makan." Nayra menyerahkan piring yang sudah diisinya makanan di hadapan Rico yang langsung menyantapnya dengan lahap.


Setelah itu Nayra mengambil piringnya untuk mengisi makanan di dalam piringnya untuk dinikmatinya.


Di tengah memakan makanan masing-masing, suasana di meja makan terasa hening dan terdengar dentingan sendok dan garpu saja. Nayra langsung teringat dengan keberadaan Kenzo yang tidak ikut sarapan pagi bersama dirinya dan Rico.


"Apa kak Kenzo tidak pulang semalam? Mengingat, tidak ada tanda-tanda kehidupan dari ruang kamar sebelahmu. Sepertinya penyakit lama Kak Kenzo kembali kumat. Huh, menyebalkan! Enak sekali Kak Kenzo, jika dia sedang bertengkar denganku. Dia bisa pergi dengan Messi sebagai pelampiasan hasratnya dan datang kesini untuk mengemis cinta padaku. Cih, murahan sekali, pria macam Kak Kenzo. Apa bisa Kak Kenzo menjadi imam yang baik untukku dan papa yang baik untuk Rico? Sepertinya Kak Kenzo tidak mampu menjalankan tugasnya dengan benar." kata Nayra dalam hati. Ia sedang sibuk dengan pikirannya. Sehingga, tidak mendengarkan perkataan Rico yang merengek meminta dimandikan.


Rico yang telah menghabiskan makanan nasi goreng ayam dan susu hangat. Tubuhnya terasa gerah dan ia butuh mandi saja. Ia memanggil mamanya yang sedang makan agar bisa memandikannya.


"Ma! Ayo Ico mau mandi! Udah gerah tubuh Ico ma! Mama, Ayo mandi!" ucap Rico lagi dengan merengek meminta dimandikan. Sepertinya Rico belum berhasil meminta bantuan pada mamanya yang terlihat memainkan sendok di atas piringnya. Ia menggeserkan kursi yang didudukinya agar bisa turun dari kursi. Tapi, tubuhnya yang masih munggil, ia langsung meloncat dari kursi menuju ke atas lantai.


"Aduh, sacit kaki Ico ma! Ma, Ico mau mandi!" ucap Rico yang kembali merengek pada Nayra yang belum sadar dari lamunannya.


Rico tidak memperdulikan rasa sakit di bagian lutut kakinya yang terlihat memar. Ia berlari kecil menuju ke arah Nayra yang menyentuh tangan Nayra dari samping.


"Ma, Ico mau mandi!" ucap Rico dengan suara cadelnya.

__ADS_1


Seketika Nayra tersadar dari lamunannya saat ia merasakan tangannya di sentuh oleh tangan munggil dengan suara cadel ciri khas anak kecil. Ia menoleh ke arah samping yang ternyata sudah ada Rico yang berdiri dengan suara rengekannya.


"Rico, sudah selesai makannya? Sejak kapan Rico bisa turun dari kursi makan yang tingginya seperti tiang bambu?" tanya Nayra dengan menatap kedua bola mata polos Rico. Ia mengamati tubuh mungil Rico yang berdiri di hadapannya dengan tangan memegangi lutut kaki Rico.


"Ya ampun Rico,kaki kamu memar. Ayo mama obati." Nayra mengangkat tubuh munggil Rico ke dalam pelukannya. Lalu, ia melangkah pergi dari ruang makan menuju ruang kesehatan khusus obat-obatan rumahnya. Ia mendudukkan Rico di atas sofa dan ia mengambil kotak P3K di dalam lemari kaca. Ia mengambil salep untuk mengolesi luka memar di kedua lutut Rico.


"Lain kali, Rico panggil mama saja kalau mau turun dari kursi makan. Jangan langsung terjun dari kursi makan seperti ini," ucap Nayra sembari mengolesi semua bagian luka memar di kedua kaki Rico.


"Ico udah panggil mama, tapi mama melamun. Jadi, Ico ndak sambal mau mandi. Jadi, Ico tulun sendili saja. Mama, Ico mau mandi." pinta Rico dengan kedua bola mata bulatnya.


"Oh ya maafin mama ya nak, mama gak dengerin kamu minta mandi tadi. Tapi, tunggu dulu mandinya. Obat di lutut Rico baru diolesi, tunggu sampai kering dulu."


Rico langsung merubah ekspresi wajahnya menjadi masam dan melipatkan kedua tangan mungilnya di perutnya.


"Baiklah, Ico setuju. Tapi, Rico mau makan es krim sekarang!" sahut Rico dengan mencibirkan bibirnya membuat Nayra gemas.


"Duh lucu sekali wajahmu, nak. Baiklah, mama akan belikan nanti setelah Rico mandi."


"Benelan ya ma, janji ndak bohong cama Ico." Rico mengangkat jari kelingkingnya di hadapan Nayra.


Nayra pun membalas jari kelingkingnya dengan menyatukan kelingking mereka sebagai tanda setuju.

__ADS_1


"Baiklah," ucap Nayra lalu mencium seluruh bagian wajah Rico dengan cepat. Sehingga, Rico tidak bisa bernafas.


__ADS_2