Bukan Istri Bodoh

Bukan Istri Bodoh
Part 56 Makan Malam Bersama


__ADS_3

Malam harinya, Nayra telah mengenakan pakaian gaun gamis syar'i Brukat berwarna hijau tosca yang senada dengan pakaian casual kaos anaknya -- Rico.


Nayra dan Rico sedang duduk di ruang tamu untuk menunggu kedatangan Anton yang menerima panggilan darurat dari rumah sakit tadi.


Dengan mengikuti janji makan malam dengan Anton, setelah sholat magrib dan menunaikan ibadah sholat magrib. Nayra melirik jam di tangannya pukul 7 malam. Sepertinya kali ini Anton tampak sibuk membuat jam makan malam tertunda.


"Ma, dimana papa Anton? Apa kita tetap makan malam belsama?" tanya Rico menoleh ke arah Nayra yang duduk di sebelahnya.


Nayra menatap kedua bola mata bulat itu yang meminta kepastian pada dirinya.


"Tunggu sebentar ya nak, makan malam tetap jadi hanya saja kita masih menunggu paman Anton." jawab Nayra mencoba membujuk Rico yang sepertinya mulai gelisah. Bukan gelisah karna dibatalkan makan malam bersama? Tetapi, Rico terlihat gelisah karena perutnya telah berdisko minta asupan makanan.


Untuk menangani kelaparan yang tak terduga itu Nayra mengambil kue coklat yang disediakan di atas meja tamu untuk dimakan oleh anaknya.


"Rico makan kue coklat dulu ya untuk menanjal rasa laparnya. Nanti kalau ada paman pulang, baru kita pergi untuk makan nasi," ucap Nayra seraya menyerahkan makanan kue pada Rico.


Rico menganggukkan kepalanya dan ia menerima kue coklat berbentuk bulat untuk dimakannya. Ia juga mengambil toples yang berada di atas meja.


"Yam... Yam... Yam... Ico cuka kue coklat, Ma. Telnyata lasa kuenya enak. Ico nyesel balu coba kuenya. Padahal kue udah ditaruh satu minggu lalu." jelas Rico dengan suara cadelnya membuat Nayra dapat bernafas lega.


"Ya sudah, Rico makan saja kuenya sesuka hati Rico. Tapi, Rico harus ingat, sisakan ruang sedikit di perut Rico untuk makan nasi." perkataan Mama diancungi jempol oleh Rico.


Rico menutup toples kue coklat dan ia melirik ada 3 toples kue yang isinya beraneka ragam kue keju, kacang dan coklat keju. Ia mencoba satu persatu kue itu dengan nikmat.


Sedangkan Nayra menatap wajah bahagia anaknya yang sedang memakan kue mahal dan nikmat.


"Nona Nayra," ucap Bimo berdiri di depan pintu.


Nayra mengalihkan pandangannya dari Rico menuju ke arah Bimo.


"Iya Kak Bimo." sahut Nayra cepat. Iya, Nayra memanggil Rico dan Bimo dengan sebutan kakak karena umur mereka lebih tua dari dirinya.

__ADS_1


"Nona, saya diperintahkan oleh Tuan Anton agar menjemput Nona sekarang. Tuan Anton masih berada di rumah sakit dan menyusul di restoran," ucap Bimo panjang lebar di hadapan Nayra.


"Baiklah, terima kasih sudah menjemputku dan Rico, kak." balas Nayra. Lalu, ia mengajak Rico untuk berhenti makan kue dan bersiap-siap untuk pergi ke restoran.


"Rico, sudah dulu makan kuenya. Mari kita pergi makan malam sekarang. Nanti Paman Anton sudah datang." Nayra mengambil toples di tangan Rico dan mengajaknya berdiri dari duduknya.


Rico tampak kesal karena ia belum puas untuk menghabiskan kue itu. Dengan langkah kaki kecilnya mengikuti Nayra yang menggandeng tangan mungilnya.


"Ma, kenapa pelgi dengan paman Bimo? Dimana papa Anton?" tanya Rico yang telah duduk di kursi penumpang mobil di belakang pengemudi.


"Paman Anton masih di rumah sakit dan bisa menyusul nanti. Percaya saja makan malam hari ini tetap jadi." jawab Nayra tersenyum.


Satu jam kemudian, mobil yang dikendarai oleh Bimo telah sampai di area pekarangan restoran mewah bintang lima di pusat kota Australia. Nayra membantu Rico turun dari mobil dan menggenggam tangan mungil itu agar tidak jauh-jauh dari dirinya.


"Kak Bimo, apa tidak apa-apa langsung masuk ke dalam restoran, sebelum menunggu Kak Anton disini?" tanya Nayra pada Bimo yang berjalan lebih dulu dari dirinya.


Langkah kaki Bimo langsung terhenti saat mendengar perkataan Nayra. Ia merubah posisinya agar berdiri di hadapan Nayra.


"Oh begitu, baiklah." balas Nayra.


Di dalam restoran bintang lima, Nayra, Rico dan Bimo dilayani dengan baik oleh para pelayan. Nayra sengaja mengajak Bimo agar duduk bersama dengan dirinya dan Rico karena ia tidak tega melihat Bimo berdiri terus.


Pelayan wanita restoran itu melayaninya menggunakan bahasa Australia. Sementara Nayra tidak mengerti dengan perkataan pelayan wanita itu.


"Bisakah kamu berbicara bahasa Inggris saja? Saya bukan orang asli disini?" tanya Nayra dengan sopan.


Pelayan wanita itu tersenyum dan mengangguk setuju.


"Bisa Nona, maafkan saya tidak tahu nona bukan orang asli disini. Nona bisa memilih menu makanan apa saja di restoran ini untuk dipesan." jawab Pelayan Wanita itu sopan.


"Baiklah, aku mengerti. Aku akan memeriksa menu makanannya dulu." sahut Nayra. Ia memberikan menu makanan pada Rico agar memilih makanan apa yang ingin dimakannya.

__ADS_1


Rico yang melihat makanan budaya barat, ia menatap penuh tanya ke arah Nayra.


"Ma, Ico mau makanan ada ayamnya," ucap Rico dan dibalas anggukan cepat oleh Nayra.


Akhirnya, Nayra memesan makana khas negara kangguru ini. Seperti: makanan Sausage sangers, Meat pie, The lot, Lamington dan minumannya jus jeruk hangat saja.


Sedangkan Bimo hanya memesan kopi dan Pie floater. Ia merasa tidak enak atas kebaikan Nona Nayra yang selalu baik dan berbagi pada dirinya. Jika saja, ia menemukan jodoh seperti Nayra, ia pasti bahagia karena diberi perhatian dan malu-malu kucing.


"Sayang, maaf mengganggu terlalu lama. Urusan pekerjaanku yang mendadak tadi membuat makan malam kita tak seromantis seperti pasangan biasa," ucap seorang pria dengan suara beratnya yang menghampiri tempat meja duduk VVIP ditempati oleh Nayra, Rico dan Bimo.


Nayra yang sedang asyik mengobrol dengan Rico, seketika pembicaraannya terhenti dan ia menoleh ternyata sudah ada Anton yang sedang tersenyum hangat di hadapannya.


"Kak Anton," ucap Nayra berdiri dari duduknya.


"Iya sayangku, cintaku, maafkan aku datang terlambat." sahut Anton dengan santainya di hadapan Rico yang terlihat biasa saja karena ia setuju dengan Anton menjadi papa sambungnya.


"Duh Kak Anton biasa saja kali memanggilku seperti itu. Aku hanya teman kakak saja." balas Nayra dengan mengerucutkan bibirnya membuat Anton yang melihatnya gemas sendiri.


Anton langsung mencubit pipi bulat Nayra dan ia mengajak Nayra untuk duduk dan memesan makanan.


"Sudah pesan makanan belum?" tanya Anton dengan tatapan penuh cinta ke arah Nayra.


"Baru saja aku memesan makananku, Rico dan Kak Bimo." jawab Nayra menoleh sekilas ke arah Rico dan Bimo.


Bimo merasa tidak enak saat duduk satu meja dengan tuan muda dan nona mudanya. Ia berdiri dari duduknya.


"Maaf Tuan, Nona, saya pindah duduk saja," ucap Bimo membuat Anton menyerhitkan keningnya merasa heran.


"Ngapain mau pindah tempat duduk, Bimo? Di meja ini cukup untuk 4 orang. Sudahlah santai saja kali, jangan gak enakkan jadi orang. Anggap saja ini makan malam kita bersama." sahut Anton bersahabat.


Nayra yang menatap ke sekeliling restoran, tanpa sengaja ia melihat seorang wanita cantik yang sedang berdiri tidak jauh dari meja makannya.

__ADS_1


"Rhia," ucap Nayra pelan.


__ADS_2