Bukan Istri Bodoh

Bukan Istri Bodoh
Part 37 Rencana Merebut Nayra


__ADS_3

Kenzo telah tiba di dalam rumahnya, ia berjalan gontai memasuki ke dalam rumah.


"Aku pulang!" ucap Kenzo dengan menatap ke sekeliling rumah yang tampak sepi dan hanya pelayan rumah yang berlalu lalang.


"Dimana Nayra? Apa dia sedang keluar rumah? Tidak biasanya dia pergi keluar rumah tanpa meminta izin kepadaku. Apa dia lupa kalau dia masih memiliki suami," ucap Kenzo dengan tatapan heran saat memeriksa ke seluruh ruangan tapi tak menemukan keberadaan Nayra dan Rico.


"Rico juga tidak ada di dalam kamarnya. Apa Rico pergi bersama Nayra? Aduh... Kenapa aku merasa tidak dihargai dan tidak penting bagi orang-orang." Kenzo menjambak rambutnya merasa kesal karena tidak ada orang yang bisa menjadi pendengar yang baik untuknya.


Kenzo melangkah masuk ke dalam ruang kamarnya yang terletak di sebelah ruang kamar utama yang biasa ditempati oleh dirinya dan Nayra. Tapi, kali ini Kenzo masih tidur di ruang kamarnya. Ia menjatuhkan dirinya di atas kasur empuk berukuran king size. Ia memejamkan kedua bola matanya sejenak untuk menenangkan pikirannya yang sedang kacaw.


"Hancur sudah masa depanku. Tidak ada perusahaan yang bisa aku genggam dan mendapatkan penghasilan yang besar. Haruskah aku memberitahu Nayra kalau perusahaannya hancur begitu saja dan auto hidup miskin?" Kenzo menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia sudah tidak memiliki apapun untuk mendapatkan surga dunia lagi. Apakah Nayra akan tetap menjadi istrinya setelah dirinya jatuh miskin? Atau justru Kenzo akan ditinggalkan oleh Nayra karena belum sepenuhnya memaafkan kasus perselingkuhannya?


Entah Kenzo bisa pusing tujuh keliling untuk memikirkannya. Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk menyelamatkan perusahaan yang diambil orang secara tiba-tiba itu. Diambilnya ponsel dari saku celananya untuk menelpon seseorang.


Kenzo menunggu sambungan panggilan teleponnya diangkat oleh seseorang, setelah mendengar suara berat itu ia langsung meminta bantuan.


"Hallo Zico! Apa kamu sedang sibuk?" tanya Kenzo melalui sambungan panggilan masuk di ponselnya.


Zico yang tengah berbicara penting mengenai rencana kerjasama dengan rekan bisnis pada tangan kanannya -- Max. Ia langsung menghentikan pembicaraannya sejenak saat mendengar suara notifikasi panggilan masuk dari ponselnya.


"Hallo!" ucap Zico yang menerima sambungan panggilan masuk di ponselnya.


Kenzo yang mendengar suara berat dari Zico membuat hatinya sedikit lega karena ia ingin meminta bantuan pada Zico.

__ADS_1


"Hallo Zico, maaf mengganggu waktumu sebentar. Aku ingin meminta bantuan padamu." sahut Kenzo.


Zico menatap ke arah Max yang sepertinya mengerti tatapan kode matanya.


"Katakan saja, jika aku bisa membantumu. Aku akan melakukannya," ucap Zico melalui sambungan telepon di ponselnya.


Kenzo menarik nafas dalam-dalam untuk mengatakan yang sebenar-benarnya yang dialaminya.


"Aku ingin meminjam uang sebagai modal saham."


"Modal saham? Untuk apa kamu mau meminjamkan uang untukku, Ken? Kamu memiliki perusahaan besar di kota ini dan banyak rekan bisnismu yang mengajak kerjasama."


"Tidak Zico, perusahaanku sudah bangkrut. Aku ingin membangun perusahaan baru."


"Zico, tunggu dulu. Aku bisa menjamin--" Kenzo baru menyadari sambungan panggilan teleponnya dimatikan secara sepihak.


Kenzo hanya diam dengan tatapan kosong, ia tidak tahu harus meminta bantuan pada siapa lagi. Keluarganya, teman-temannya dan rekan bisnisnya yang lain seolah-olah menutup mata akan kebangkrutan perusahaannya. Ia sungguh kecewa dikala ia sedang terpuruk. Tidak ada satu orang pun yang mau menolongnya. Apalagi, memberi tahu Naura yang tentunya pasti rumah tangganya bubar dan hidupnya miskin seperti dulu.


"Tuhan, apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa aku sedang menerima hukum karma atas pengkhianatan yang aku lakukan pada Nayra?" lirih Kenzo dengan tatapan sendunya.


Sementara di ruang kerjanya, Zico dan Max tertawa penuh kemenangan karena keberhasilan Nayra membuat Kenzo jatuh miskin. Meskipun ia sudah tahu perusahaannya tidak benar-benar bangkrut tapi berpindah tangan pada Nayra dengan nama samaran saja.


"Max, menurutmu, apa aku perlu memberi hukuman pada Kenzo?" tanya Zico yang menatap ke arah Max yang duduk di kursi tamu di hadapannya.

__ADS_1


"Boleh Tuan, beri hukuman yang mainstream saja." jawab Max cepat.


"Contohnya?" tanya Zico merasa penasaran dan Max membisikan sesuatu tepat di telinga Zico.


"Ide menarik, aku suka ide anehmu Max. Dengan begitu, mempermudah keinginanku untuk mendapatkannya," ucap Zico senyuman penuh arti dan bahagia yang luar biasa atas saran dari tangan kanannya ini.


"Apa aku bisa melakukan rencana itu sekarang Tuan?" Max meminta izin pada Zico karena ia sangat kesal pada Kenzo yang banyak berbuat salah atas keserakahannya. Ia sudah memiliki istri yang tulus mencintainya dan mengabulkan semua keinginannya. Tapi, Kenzo tidak bisa bersyukur dan menyia-nyiakan wanita baik seperti Nayra. Jika saja, Max bisa mendapatkan wanita cantik dan baik seperti Nayra. Ia tidak akan pernah menyia-nyiakan Nayra dan menjaganya sepenuh hati.


"Boleh, lebih cepat lebih baik jika lakukan dengan baik." sahut Zico.


"Baik Tuan, hari ini tidak ada jadwal rapat lagi. Apa bisa aku izin menemui bodyguard yang memantau aktivitas Kenzo yang aku suruh tapi kali ini aku saja yang turun tangan untuk memberi hukuman pada Kenzo itu." jelas Max panjang lebar pada Zico.


"Baiklah Aku percaya padamu, Max. Sekarang kamu bisa lakukan saja sesuai rencanamu dan kasih kabar baik untukku." balas Zico dan Max mengangguk dan pamit undur diri.


Zico menatap kepergian Max di ruangannya, ia memejamkan kedua bola matanya sejenak untuk memikirkan cara yang tepat untuk mendapatkan hati Nayra untuknya.


"Apa aku kasih tawaran pada Kenzo saja dengan menceraikan Nayra dan menikahi Messi? Ide bagus dan aku tidak perduli dengan penolakan Nayra. Aku akan membujuknya dengan caraku sendiri agar dia mau menerima cintaku." Zico mengambil ponsel dari saku celananya dan ia menelpon Messi yang sedang melayani rekan bisnisnya.


"Bisakah kamu ke kantorku sekarang?" tanya Zico setelah mendengar sambungan panggilan ponselnya diangkat oleh Messi.


"Untuk apa aku pergi menemuimu kak? Aku sudah mengikuti kemauanmu. Apa pelayananku tidak puas atau perlu lebih panas lagi?" tanya Messi balik melalui sambungan panggilan masuk di ponselnya.


"Bukan begitu maksudku, aku ingin memberi jalan pintas agar kamu bisa menikah dengan Kenzo," ucap Zico membuat Messi bergirang senang karena dijodohkan oleh pria yang dicintai oleh Messi.

__ADS_1


__ADS_2