Bukan Istri Bodoh

Bukan Istri Bodoh
Part 32 Perusahaan Bangkrut


__ADS_3

Pagi harinya, Nayra menyiapkan makanan yang dimasaknya untuk sarapan pagi bersama anak dan suaminya. Ia menatap wajah Rico dan Kenzo yang melahap habis makanan roti bakar isi ayam dan susu yang dibuatnya. Sarapan di pagi ini sudah lama tidak dilakukan oleh Nayra, Kenzo dan Rico until berkumpul bersama.


Senyuman manis terbit di sudut bibir Nyata karena ia sangat bersyukur keluarga kecilnya bisa bersatu seperti dulu.


"Rico mau nambah minum susunya?" tanya Nayra yang melihat gelas mini milik Rico telah habis dan biasanya meminta tambah susu di gelas mininya.


"Ndak mau Ma, Ico sudah kenyang." jawab Rico dengan suara cadelnya.


"Baiklah, Papa Kenzo mau tambah susu atau roti?" tawar Nayra pada Kenzo yang telah menghabiskan sarapannya.


"Tidak aku sudah kenyang Nay. Aku langsung pergi ke kantor sekarang. Perusahaan sedang dalam masalah." pamit Kenzo dan Nayra langsung berjalan mendekati Kenzo untuk mencium punggung suaminya.


"Baiklah, hati-hati di jalan." Nayra menatap kepergian Kenzo di ruang makan. Entahlah, hatinya merasa kasihan pada raut wajah Kenzo yang seketika berubah saat membuka ponselnya dan pergi terburu-buru ke kantor pada pagi hari.


"Maaf Kak Kenzo, aku tidak berniat menjadi istri durhaka yang berniat untuk membuat hidupmu susah karena saham perusahaan sedang kacaw. Tapi, aku ingin memberimu sedikit pelajaran dan mengambil hakku sebagai ahli waris dari kekayaan jerih payahku sendiri." kata Nayra dalam hati.


"Mama kenapa melamun? Ental dilasukin setan jahat loh. Ndak takut ya mama ngamuk gak jelas," ucap Rico yang sudah berdiri di hadapan Nayra.


Nayra yang mendengar perkataan Rico, ia langsung tersadar dari lamunannya. Ia mensejahterakan tubuhnya untuk berjongkok di hadapan Rico agar ia bisa menatap wajah bulat tampan yang menggemaskan itu.


"Iya mama takut, Mama janji tidak akan melamun lagi," ucap Nayra dengan mengendong tubuh mungil Rico agar berada dalam pelukannya.


"Mama jangan gendong Ico! Ico udah becal ndak mau diendong." tolak Rico berusaha untuk turun dari gendongan Mama Nayra yang membawanya menuju ruang keluarga lantai dasar.


Bukannya Nayra tidak mau mengabulkan permintaan Rico. Ia ingin menghabiskan waktu hari ini bersama Rico saja. Diciumnya pipi gembul Rico dengan gemas dan tak dibiarkannya Rico berlari dari dirinya.


"Mama gak mau lepasin Rico, mama mau main seharian sama Rico. Apa Rico mau main sama mama?" tanya Nayra dan Rico langsung berpikir keras karena kemarin mama dan papa sudah mengajaknya main.

__ADS_1


"Mama benelan ajak Ico main tapi ndak usah belajal ya. Ico capek butuh istilahat," ucap Rico dengan suara cadelnya untuk memastikan mama Nayra tidak memberikan pelajaran untuk dirinya.


Nayra yang mendengar perkataan anaknya, ia menarik hidung mancung Rico karena anaknya memanglah senang bermain dibandingkan belajar.


"Baiklah, mama kabulkan permintaan Rico. Tapi, kita mainnya di rumah saja."


"Okey." jawab Rico dan Nayra membawa tubuh mungil Rico menuju ruang belajar dan bermain.


Sementara Kenzo yang telah sampai di ruang kerja perusahaannya lebih pagi. Ia meminta tangan kanan barunya -- Ilham yang lebih handal dibandingkan dengan tangan kanan lamanya untuk membawakan seluruh laporan keuangan perusahaan.


"Ilham!" panggil Kenzo dengan sedikit berteriak.


"Iya Tuan." jawab Ilham yang telah berjalan cepat menuju ke arah Kenzo yang duduk di kursi kebesarannya sebagai CEO.


"Berikan semua laporan keuangan perusahaan padaku. Aku ingin memeriksa sendiri hasil saham selama ini yang tiba-tiba menghilang begitu saja," ucap Kenzo.


Kenzo yang melihat Ilham yang telah membawakan banyak laporan keuangan. Ia menyuruh Ilham agar membaca semua isi laporan karena ia tidak ingin pusing tujuh keliling untuk membaca semua isi laporan.


"Tuan, ini semua laporan keuangan perusahaan," ucap Ilham seraya menyerahkan berkas laporan dan berkas kerjasama dengan perusahaan lain.


"Bacakan saja!" titah Kenzo membuat Ilham menelan salivanya dengan susah payah.


"Baik Tuan." jawab Ilham yang mengikuti perintah Tuan Muda Kenzo karena tidak ingin kehilangan pekerjaannya yang sedikit menjanjikan.


Kenzo menajamkan indera pendengarannya untuk mendapatkan seluruh informasi data keuangan perusahaan.


"Cukup! Setelah saya dengar semua penjelasan mengenai data keuangan. Tetap stabil dan tidak ada yang aneh. Tapi, kenapa semua data saham perusahaan bisa hilang semua dan tanpa meninggalkan jejak apapun?"

__ADS_1


"Maaf Tuan, sepertinya ada yang berhasil meretas data perusahaan." jawab Ilham sopan.


"Hem... Benar juga katamu. Ya sudah, tarik kembali data saham perusahaanku. Aku akan menaikkan gajimu." sahut Kenzo membuat Ilham menundukkan kepalanya di hadapan Kenzo.


"Kenapa kamu diam saja? Saya memperkenalkan kamu yang terkenal sebagai heacker handal dan berkompeten. Gampanglah kamu melakukan untuk mengambil alih data perusahaanku." lanjut Kenzo.


"Maaf Tuan Kenzo, semua penjelasan Tuan memang benar. Tetapi, semua data saham perusahaan yang dicuri bukan hanya data saham perusahaan saja. Melainkan perusahaan milik Tuan sudah dibalik nama oleh orang lain." jelas Ilham membuat Kenzo terkejut setengah mampus atas laporan dari tangan kanannya.


"Apa? Perusahaanku sudah dibalik nama oleh orang lain? Jadi, perusahaanku bangkrut?" tanya Kenzo yang mulai merasa sesak nafas.


"Benar Tuan, perusahaan sudah bangkrut dan Tuan bukan pemilik perusahaan ini lagi." perkataan Ilham itu bagaikan disambar petir di siang bolong yang dirasakan oleh Kenzo sekarang.


Kenzo menggeleng tidak terima atas kenyataan pahit yang diterimanya ini.


"Tidak-tidak mungkin! Pasti ada yang salah! Kamu pasti sedang berbohong padaku! Katakan yang benar, aku tidak suka bercanda!" teriak Kenzo histeris.


Ilham yang melihat reaksi mantan atasannya di perusahaan ini tampak kaget setengah mampus. Ia memilih pergi meninggalkan Kenzo saja.


Kenzo yang melihat Ilham langsung pergi dari hadapannya, ia semakin geram karena tak dihargai.


"Ilham, mau kemana kamu! Kenapa kamu pergi begitu saja tanpa menjelaskan yang benar padaku!" ucap Kenzo membuat langkah kaki Ilham terhenti.


Sebelum Ilham semakin pusing dibuat oleh Tuan Muda Kenzo, ia membalikkan tubuhnya agar berhadapan langsung dengan Tuan Muda Kenzo.


"Tuan, saya sudah menjelaskan semuanya. Tuan sekarang bukan pemilik perusahaan ini lagi dan saya bukan tangan kanan Tuan lagi. Saya diperkerjakan untuk mendapat gaji. Maaf saya lancang berbicara tapi mengertilah Tuam, saya butuh uang untuk menghidupi istri dan anak saya. Jika saya menuruti keinginan Tuan itu berarti sama saja saya akan dipecat dari perusahaan ini. Maafkan saya, Tuan. Belum bisa memberikan kinerja saya dengan baik pada Tuan. Saya permisi dulu." jelas Ilham panjang lebar di hadapan Kenzo.


Kenzo benar-benar murka bercampur menangis dalam hati. Perusahaannya bangkrut sekejap mata dan kekayaannya habis tanpa sisa.

__ADS_1


"Ya Allah, apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa yang harus aku katakan pada Nayra kalau perusahaan keluarganya hancur berkeping-keping," ucap Kenzo pasrah.


__ADS_2