Bukan Istri Bodoh

Bukan Istri Bodoh
Part 35 Datang Ke Rumah Rhia


__ADS_3

Zico yang mengantarkan Messi hingga sampai di tempat kafe ini. Ia memilih mengikuti gerak-gerik Messi yang melayani Bimo -- rekan bisnisnya. Ia tidak ingin Messi mengganggu rencana kerjasamanya. Makanya, ia lebih memilih tidak masuk bekerja hari ini dan memantau Messi.


Dengan menggunakan pakaian serba hitam, dengan topi hitam di kepalanya, ditutupi masker dan kacamata agar tidak dikenali oleh orang lain. Disinilah Zico sedang duduk di kursi kafe tidak jauh dari tempat duduk Messi dan Bimo. Ia menajamkan telinganya untuk mendengar pembicaraan Messi dan Bimo.


"Messi, Messi, kamu pikir aku mau memberikan pria sesuai seleramu. Pasti adanya pekerjaan barumu sebagai pelacur bisa awet sampai tua." kata Zico dalam hati.


"Baguslah dia masih waras untuk mengingat janjinya padaku tadi. Kalau tidak, aku akan menyiksanya lagi." Zico melihat Messi dan Bimo telah menyelesaikan makannya dan memilih pergi dari kafe.


Setelah Zico melihat mobil mewah Bimo telah melaju pergi meninggalkan area parkiran kafe. Barulah ia membuka masker, topi dan kacamata yang dikenakannya. Ia memanggil pelayan kafe untuk memesan makanan karena hari telah menjelang makan siang.


Zico yang menunggu pesanan makanan diantar di meja makannya. Tatapan matanya tanpa sengaja melihat Nayra bersama seorang wanita bule yang sedang berbicara serius.


"Ngapain Nayra disini? Apa dia sedang merencanakan sesuatu untuk menghancurkan Messi? Hem... Jika benar dugaanku seperti itu. Ya baguslah, aku mendukung semua keputusan Nayra dan aku doakan hidup Nayra baik-baik saja setelah Messi pergi dari rumah tangganya."


Sedangkan Nayra yang merasa diawasi oleh seseorang, ia memalingkan ke arah sekitar ruangan kafe yang tidak menemukan siapapun yang dicarinya.


"Mungkin aku terbawa perasaan saja. Tidak ada orang aneh disini." batin Nayra yang sedang memegang berkas laporan di tangannya.


Rhia yang melihat Nayra tampak gelisah itu ia langsung memegang tangan Nayra yang berhasil membuat Nayra menoleh ke arah dirinya.


"Hei! Kamu kenapa, Nay? Aku perhatikan kamu terlihat gelisah dan tidak nyaman berada disini? Apa kita pindah tempat saja untuk membahas rencana penting ini,"" ucap Rhia dan Nayra langsung menggeleng cepat.


"Tidak Rhia, cuma perasaan aku saja ada seseorang yang mengawasiku dari kejauhan. Oh iya, aku sudah selesai membaca semua isi berkas laporan. Aku sudah mengerti dengan semua peraturan di perusahaan dan saham perusahaan aku tolong kamu pegang dulu ya Rhia. Aku tidak ingin suamiku mencurigaiku atas kebangkrutan perusahaan." sahut Nayra.


"Iya, tenang saja. aku akan menjaganya baik-baik untukmu. Kalau sudah selesai, mau main ke rumah baruku disini?" tawar Rhia.


Nayra yang mendengar perkataan temannya yang baru membeli rumah di Indonesia. Kedua bola matanya berbinar senang karena Rhia mau tinggal disini.


"Kamu beneran mau tinggal disini Rhia? Lalu, rumah mewah kamu di Paris, siapa yang menempatinya?" tanya Nayra memastikan.

__ADS_1


"Kelia, dia kuliah tidak jauh dari rumahku dan memutuskan untuk tinggal di rumahku saja untuk mengambil jarak yang dekat dari rumahku daripada rumah orang tuaku." jawab Rhia jujur.


"Oh begitu, syukurlah rumah mewahmu masih ada yang menempati. Tidak menjadi rumah yang terbengkalai karena tak ditempati. Okey, semua pembahasan sudah selesai. Mari kita pergi ke rumahmu."


"Okey." Rhia memanggil pelayan kafe untuk membayar semua makanan dan minuman yang dipesannya. Ia menyerahkan uang dollar yang setara dengan mata uang rupiah.


"Maaf ya Kak, saya belum menutar uang saya dengan mata uang rupiah," ucap Rhia merasa tidak enak pada pelayan kafe saat menyerahkan tiga lembar uang dollar.


"Tidak apa-apa kak, kami menerima uang mata dollar. Total jumlah pesanan sesuai mata uang rupiah." sahut pelayan kafe dengan ramah.


"Baiklah, terima kasih." balas Rhia dan Pelayan wanita itu mengangguk mengiyakan dan pamit undur diri.


Nayra yang telah merapikan beberapa berkas untuk dipegangnya, ia menatap ke arah Rhia yang telah membayar uang makanan dan minuman yang dipesannya tadi.


"Sudah selesai? Ayo kita pergi. Aku panggil anakku dulu agar ikut bersama kita," ucap Nayra sembari berdiri dari posisi duduknya dan ia berjalan menuju ke arah taman bermain.


Rico yang sedang asyik bermain perosotan bersama beberapa teman yang sebaya dengan usianya, ia mengalihkan pandangannya menuju ke arah Nayra yang menunggunya di luar pagar taman bermain. Rico yang telah turun dari perosotan, ia langsung berlari kecil menuju ke arah Nayra.


"Kenapa Ma?" tanya Rico dengan tatapan polosnya.


"Ayo pulang nak! Kita pergi ke rumah baru Tante Rhia." jawab Nayra dengan tersenyum manis di hadapan Rico.


Rico langsung cemberut saat mendengar perkataan mamanya. Ia tidak ingin meninggalkan teman-teman barunya di taman bermain, ia masih mau bermain.


"Ental lagi Ma, Ico masih mau main." tolak Rico secara halus.


"Rico, coba keluar sebentar. Mama ada mainan baru." bujuk Nayra agar Rico keluar dari taman bermain karena ia tahu anaknya tidak mudah dibujuk dan suka berlari menghindarinya.


"Baiklah." Rico pun berjalan keluar menuju mamanya saat mendengar ada mainan untuknya.

__ADS_1


Kini Rico telah berdiri di hadapan Nayra yang tampaknya mensejajarkan tubuhnya agar berdiri di hadapannya.


"Mana ma mainan buat Ico? Ante Iya kasih mainan buat Ico lagi?" tanya Rico dan Nayra langsung mengangguk cepat.


"Iya sayang, Rico mau mainan baru yang banyak kan dari Tante Rhia. Makanya, kita pulang ke rumah baru Tante Rhia sekarang." jawab Nayra yang ingin mengendong tubuh mungil Rico.


"Okey Ma." Rico mendekatkan dirinya agar menerima gendongan dari mamanya.


Nayra membawa Rico berada di dalam gendongannya saja biar aman dan tidak ada pemberontakan apapun dari Rico.


"Rhia, ayo kita pulang. Kamu kesini bawa mobil?" tanya Nayra yang telah berdiri di hadapan Rhia.


Rhia yang menunggu Nayra di depan pintu kafe. Ia menggeleng cepat karena ia hanya menyewa taksi online untuk mengantarkannya kesini.


"Tidak Nay, aku menyewa taksi saja." jawab Rhia.


"Baiklah, pulang naik mobilku saja." Nayra mengajak Rhia agar mengikuti langkah kakinya menuju area parkiran mobil di tempat kafe.


Nayra membuka kunci mobil dan mempersilahkan Rhia masuk ke dalam mobilnya. Ia memindahkan Rico agar duduk di pangkuannya saja sambil menyetir mobil. Ia menyalakan starter mobilnya dan melajukan kecepatan mobilnya meninggalkan area pekarangan kafe. Nayra fokus menyetir mobilnya melewati area jalanan yang ramai kendaraan yang berlalu lalang.


"Dimana alamat rumahmu, Rhia?" tanya Nayra menoleh sekilas ke arah Rhia yang sedang menatap di setiap bangunan tinggi di sepanjang jalan.


"Di jalan Sweetie Perumahan elit, Nay. Di Blok A rumah nomor 5 paling ujung." jawab Rhia yang menoleh ke arah Nayra yang sibuk menyetirkan mobil dan memangku anaknya yang sedang bermain mobil kecil dari pemberiannya.


"Nay, biar aku saja yang memangku Rico." tawar Rhia pada Nayra.


"Baiklah." Nayra memasang setir otomatis pada mobilnya, lalu, ia mengangkat tubuh Rico agar duduk di atas pangkuan Rhia.


"Rico duduk di pangkuan Tante Rhia saja ya nak," ucap Nayra dan dibalas anggukan cepat oleh Rico.

__ADS_1


__ADS_2