Bukan Istri Bodoh

Bukan Istri Bodoh
Part 39 Messi Merayu Kenzo


__ADS_3

Zico hanya diam menatap intens menuju ke arah Messi yang duduk di kursi yang berhadapan dengan dirinya di meja tamu ruang kerjanya. Dengan pakaian Messi yang kurang bahan dengan pakaian serba ketat membuat jiwa cassanova Zico meronta-ronta untuk menyakiti Messi.


"Kamu sengaja menggodaku, hem?" tanya Zico memulai pembicaraan pada Messi.


Seketika Messi menolak ke arah pakaian yang dikenakannya tidak sopan dan tidak sempat berganti pakaian setelah melayani pelanggannya. Ia langsung menutup bagian dadanya dengan bantal.


"Maaf, aku tidak pulang dari hotel. Jadi, aku cuma berpakaian ala kadarnya saja." jawab Messi cepat.


"Oh begitu, aku mau menjodohkanmu dengan Kenzo agar kamu bisa menjadi istrinya. Apa kamu setuju?" tawar Zico.


"Hem... Kak Zico pasti sedang bercanda kan padaku. Kakak tahu sendiri kalau Nayra itu mantan teman baikku dan kakak ini teman baik Kak Kenzo. Itu berarti posisi kakak sama sepertiku sosok peiskor." sahut Messi membuat Zico mengerutkan keningnya merasa binggung.


"Peiskor?" ucap Zico mengulangi perkataan Zico.


"Perebut istri orang." jawab Messi dengan kedua bola mata malasnya. Sepertinya Zico tidak mengerti dengan istilah bahasa gaul sekarang. Dengan terpaksa Messi harus menjelaskan lebih detail pada Zico agar tidak salah paham.


"Oh Perebut istri orang, mirip istilah pelakor, hahaha..." gelak tawa Zico terdengar jelas di indera pendengaran Messi.


"Ya begitulah, kakak sedang merencanakan sesuatu untuk menghancurkan hidupku? Sudahlah kak, aku tahu Kak Zico pasti tertarik pada Nayra dan tidak ikhlas Nayra menderita atas kasus perselingkuhan kami. Kakak pasti balas dendam padaku?" Messi menatap penuh selidik menuju ke arah Zico.


Zico yang mendengar perkataan sarkas Messi, ia langsung menghentikan gelak tawanya.


"Begitu rendahnya pikiranmu tentang diriku, Messi. Baiklah, jika pikiranmu seperti itu tentang diriku. Jangan salahkan aku benar-benar merebut Nayra dari Kenzo dan menjadikanmu istri Kenzo." Zico menikmati raut wajah terkejut Messi yang tampak terkejut atas perkataannya.

__ADS_1


"Tidak Kak, aku tidak bermaksud untuk menuduh kakak seperti itu. Aku hanya menebak saja." bela Messi.


"Abaikan saja! Aku sedang bercanda. Prioritas keinginanmu, Mes. Apa kamu masih mencintai Kenzo?"


"Iya Kak, aku sangat mencintai Kak Kenzo. Tapi, cintaku bertepuk sebelah tangan."


"Kamu serius mencintai Kenzo, sekalipun Kenzo tidak memiliki harta dan tahta?" tanya Zico tanpa menghiraukan perkataan Messi yang terlihat sedih.


Messi mengangguk cepat dan ia tidak mengerti dengan dirinya yang meminta Kenzo saja tapi bukan kekayaannya. Sebab, Messi tahu betul Kenzo bukan pria kaya dan kekayaannya sebagai CEO itu hanyalah pinjaman dari Nayra. Jika Kenzo jatuh miskin dan Nayra tidak menginginkan Kenzo lagi. Jangan salahkan dirinya merebut Kenzo darinya.


"Iya, aku tidak perduli Kak Kenzo mau miskin atau kaya. Aku tetap mencintainya dan aku ingin memilikinya seutuhnya."


"Baguslah, aku suka gayamu. Kalau begitu, aku pegang kata-katamu agar bisa merayu Kenzo agar bisa menceraikan Nayra secepatnya. Aku akan memberikan uang 10 M sebagai hadiahmu mengambil hati Kenzo." jelas Zico panjang lebar di hadapan Messi.


Zico memberikan tatapan tajam bak elang ke arah Messi yang langsung ketakutan.


"Jangan berbicara seperti itu! Aku tidak suka. Bisa tidak kamu tidak usah mengurusi hidup orang lain dan tidak memberikan penilaian buruk pada orang lain. Kamu bisa bercermin agar sadar diri tanpa menjatuhkan orang lain!" ucap Zico cetus.


"Iya Kak, maafin aku yang tidak suci ini aku harap kakak mau melanjutkan rencana aneh ini." sahut Messi menundukkan kepalanya merasa takut pada Zico.


"Okey. Sekarang Kenzo berada di rumahnya. Dia sedang bertengkar dengan Nayra dan mulailah bujuk Kenzo agar jatuh ke dalam pikiranmu. Aku percaya kamu pasti bisa, aku melakukan rencana ini tidak ada niat buruk apapun kecuali membuat kamu mendapatkan cintamu dan Nayra bisa terlepas dari pria yang tidak bisa bersyukur." jelas Zico mencoba mempengaruhi Messi yang sepertinya mudah terhasut akan omongan sematanya.


"Baiklah, aku akan melakukannya sekarang. Tetaplah mendukungku kak agar bisa melancarkan aksi rencana ini." Messi tersenyum bahagia di hadapan Zico yang mengangguk setuju.

__ADS_1


Sementara Kenzo yang terabaikan di ruang kamar mereka yang menjadi tempat kamar Nayra yang tidak ingin tidur bersamanya. Baru saja kemarin ia baikkan dan bisa membangun rumah tangganya harmonis seperti dulu. Tetapi, sekarang sudah berubah dan ia tak dihargai seperti saat ini.


"Apa yang harus aku lakukan untuk menghilangkan rasa stres di pikiranku ini Tuhan? Menceritakan kejadian pahit dengan kondisi tidak kondusif bisa merumitkan keadaan. Lalu, apa aku harus memendam rasa kecewa atas keterpurukan ini." keluh Kenzo. Saat ini, ia berbaring di atas kasur empuk berukuran king size untuk mencoba tidur. Tapi, ia masih terjaga dalam tidurnya.


"Huh, sulit sekali aku tidur. Ini sudah jam 10 malam tapi aku tidak bisa tidur. Bisa insomnia aku atas masalah yang tak bisa ku ceritakan pada Nayra." Kenzo bangun dari posisi tidurnya agar bisa menyenderkan dirinya di kepala kasur tidur.


Drt... Drt...


Kenzo menoleh ke arah samping untuk melihat letak ponsel di atas meja rias yang berdekatan dengan kasur tidurnya. Ia mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang menelponnya malam-malam begini.


"Messi? Ngapain dia meneleponku? Apa dia tidak takut atas ancamanku waktu itu? Atau dia ingin bersaing dengan Nayra agar tetap mengambil hatiku," ucap Kenzo dengan tatapan mata tertuju ke arah layar ponselnya.


Dengan terpaksa Kenzo mengangkat sambungan panggilan masuk di ponselnya.


"Hallo!" ucap Kenzo saat menerima sambungan telepon di ponselnya.


"Kak Kenzo, apa kabar kakak sekarang? Sudah lama aku tidak mendengar suara merdu kakak. Aku sangat merindukanmu, kak. Kapan kita bisa bertemu?" sahut Messi saat mendengar suara berat Kenzo menjawab panggilan teleponnya. Setelah kepulangannya dari kantor Zico. Ia yang sudah selesai makan malam untuk mengisi tenaga untuk merayu Kenzo. Ia langsung menelpon Kenzo untuk mencuri hati Kenzo agar tetap menjadi miliknya.


"Kenapa kamu meneleponku, Mes? Apa kamu tidak takut kalau Nayra mengamuk tidak jelas lagi." balas Kenzo dengan tatapan kesalnya saat Messi seenak jidatnya mengajaknya bertemu.


"Aku tidak takut kak, sekalipun kakak diceraikan oleh Nayra. Kakak bisa menikahiku. Aku sudah tahu perusahaan kakak bangkrut, tetapi aku tetap mencintai kakak. Bisakah kita menjalin hubungan seperti dulu?" perkataan Messi membuat kedua bola mata Kenzo membulaymt dengan sempurna.


"Ba-bagaimana kamu bisa tahu kalau perusahaanku bangkrut?" tanya Kenzo terbata-bata melalui sambungan teleponnya.

__ADS_1


__ADS_2