Bukan Istri Bodoh

Bukan Istri Bodoh
Part 45 Nayra Kritis


__ADS_3

Setelah melakukan operasi yang memakan biaya yang mahal dan tidak ditanggung oleh pemerintah. Tapi, jadwal operasi Nayra atas pertolongan dari Anton -- Dokter yang membawa Nayra ke rumah sakit untuk membayar semua biaya rumah sakit Nayra.


Sekarang Nayra sudah dipindahkan ke ruang ICU untuk mendapatkan perawatan intensif. Operasi yang berjalan lancar selama 6 jam untuk menyelamatkan nyawa Nayra.


Semua perawat yang ditugaskan oleh Dokter Anton yang memiliki jabatan wakil ketua dalam pelayanan pasien di rumah sakit. Dalam memeriksa identitas wanita yang terbaring lemah di atas kasur tidur rumah sakit. Dengan tubuhnya dipasangkan alat bantu medis.


"Apa kalian sudah menemukan identitas wanita itu? Bisa menghubungi keluarga pasien secepatnya agar bisa datang menjenguknya?" tanya Dokter Anton telah masuk ke dalam ruang ICU dan menghentikan langkah kakinya di hadapan dua perawat wanita yang duduk di dalam ruang menjaga pasien.


"Untuk identitas wanita itu belum kami datangkan Pak dokter. Ponselnya terkunci dan tidak bisa dibuka dengan kode sandi pola." jawab Perawat bernama Lika.


Dokter Anton menghela nafas kasar saat mendengar perkataan dari perawat Lika.


"Baiklah, dimana ponsel wanita itu? Biar aku saja yang mencoba untuk membuka kunci sandi ponselnya. Kita membutuhkan identitas pasien ini walaupun aku sudah membayar biaya rumah sakit. Rumah sakit membutuhkan laporan pasien."


"Iya Pak dokter, ini ponselnya. Maaf belum bisa mendapatkan informasinya. Tapi, biasanya salah satu keluarga yang tidak mendapatkan kabar selama 6 jam. Pasti menelpon untuk menanyakan kabarnya sedang berada dimana. Tapi, ponselnya tidak ada satu pun notifikasi panggilan masuk." Perawat Lika mengatakan pengalaman pasien yang mengalami kecelakaan dan tidak seperti pasien yang ditanganinya ini keluarganya tidak menghubunginya. Ia menyerahkan ponsel yang diperiksanya sedari tadi kepada Dokter Anton saja agar bisa memeriksanya menggunakan ilmu teknologinya.


"Hem... Benar juga katamu. Tapi, terserah dengan urusan keluarga pasien ini. Hal terpenting sekarang, kita bisa mengetahui identitas pasien wanita ini." Anton menerima ponsel yang diserahkan oleh Perawat Lika. Ia berjalan menuju sofa ruang ICU dan menduduki tubuhnya untuk fokus memeriksa data ponsel pasien.

__ADS_1


"Layar pengaman ponsel hanya diberi pola saja. Tidak ada tipe pengaman layar ponsel lain. Aku curiga, pasti wanita ini menggunakan kode sidik jari. Sepertinya, aku perlu mencobanya agar bisa memudahkanku untuk menghubungi keluarga dari pasien ini." batin Dokter Anton dengan tatapan mata masih berada di layar ponsel dengan tangan mengotak-atik membuka layar pengaman ponsel.


Dokter Anton berdiri dari posisi duduknya agar bisa berjalan menuju pasien wanita yang terbaring lemah dibantu alat medis intensif. Ia mengarahkan jari tangan wanita itu pada tempat layar jari sentuh. Benar saja, dugaannya benar karena melihat ponsel canggih bisa membuka layar ponsel dengan tipe sidik jari, pengenalan wajah dan mata.


"Kalau begini kan enak aku bisa memeriksa ponselnya. Aku bisa menghubungi secepatnya keluarga pasien ini pada keluarganya. Kasihan keluarganya nanti mencari keberadaan dia yang tidak ada tanda-tanda pulang ke rumah," ucap Anton pelan. Ia memeriksa seluruh data ponsel Nayra hingga ia tersenyum puas saat menemukan semua identitas Nayra dengan mudah.


"Oh nama wanita ini Nayra dan sudah memiliki satu anak laki-laki yang tampan. Sepertinya aku terlambat mengenalinya dan ia sudah memiliki suami dan anak." batin Dokter Anton dengan senyuman kecutnya saat melihat foto keluarga kecil Nayra di dalam layar ponsel di genggamnya.


Tidak ingin merasa iri/dengki, ia langsung menelpon nama seorang pria untuk memberikan kabar Nayra.


"Tidak diangkat! Aku coba telpon sampai tiga kali saja. Barangkali, tidak mendengar panggilan masuk." Anton berulang kali menelpon nomor itu tapi 5x berturut-turut tidak angkat.


"Okey, aku akan coba satu kali saja. Siapa tahu diangkat langsung oleh orang di seberang sana." Anton menelpon kembali nomor itu.


Sementara di tempat lain, Kenzo yang telah sampai di depan pintu utama rumah minimalis Messi. Ia mendengar suara panggilan masuk yang tanpa henti di ponselnya. Dengan terpaksa ia mengambil ponsel dari saku celananya. Dilihatnya layar ponselnya yang menunjukkan nama istrinya.


"Nayra? Ngapain dia meneleponku berulang kali? Apa dia merindukanku?" tanya Kenzo dalam hati.

__ADS_1


Kenzo langsung mengangkat panggilan masuk di ponselnya.


"Hallo Nay! Ada apa menelponku? Kamu pasti kangen sama aku karena aku tidak pulang ke rumah dan bertemu selingkuhanku," ucap Kenzo saat mengangkat sambungan panggilan telepon dari Nayra.


Dokter Anton yang mendengar penjelasan dari pria yang berstatus suami Nayra. Ia mengepalkan kedua tangannya merasa geram karena wanita yang hampir ia sukai ternyata dikhianati oleh suaminya sendiri.


"Kurang ajar sekali pria ini! Beraninya dia dengan pede tingkat dewa mengaku perbuatan bejatnya pada istrinya sendiri. Sungguh kasihan sekali Nayra." kata Dokter Anton dalam hati.


"Kenapa hanya diam saja, Nay. Kamu takut kalau aku akan meninggalkanmu. Ayolah Nay, aku hanya mencari kesenangan saja bersama Messi. Kamu tidak perlu takut, aku tidak akan pernah meninggalkanmu." jelas Kenzo lagi.


Dokter Anton mengelus dada dan merapalkan sumpah serapah pada Kenzo yang benar-benar pria bejat tingkat dewa. Oh Tuhan, jika saja ia bisa memisahkan pria itu dari Nayra. Setidaknya dia bisa menyelamatkan hidup Nayra dari pria yang salah. Walaupun ia terkesan menjadi pahlawan kesiangan.


"Ehem... Maaf Tuan, saya Anton -- Dokter spesialis bedah yang menangani istri tuan yang mengalami kecelakaan tabrak lari. Sekarang istri Tuan sudah menjalani operasi dan perawatan intensif di rumah sakit mawar. Tuan, tenang saja untuk semua biaya operasi pemberhentian pembuluh darah di otak pecah. Sudah saya bayar beserta biaya perawatannya. Anggap saja, saya sedang bersedekah. Saya rasa Tuan tidak mampu membayar semua biaya rumah sakit seharga 10M. Saya tidak akan memaksa untuk mengganti uang saya. Istri Tuan sudah dipindahkan di ruang ICU. Jika Tuan ada waktu untuk menjenguk istri Tuan yang sedang kritis bisa datang di rumah sakit mawar." jelas Dokter Anton panjang lebar dan jujur dalam menangani istrinya.


Kenzo yang mendengar semua penjelasan dari Dokter Anton itu ia membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna saat mendengar istrinya mengalami kecelakaan dan melakukan operasi serius di bagian kepalanya hingga masih kritis di ruang ICU. Apalagi, setelah mendengar biaya operasi dan biaya perawatan intensif istrinya di rumah sakit membuat Kenzo bungkam. Dari mana ia bisa membayar uang 10M yang tidak mudah didapatkannya dalam jangka 1 hari dan ia tidak memiliki harta apapun kecuali menumpang di rumah Nayra dan Messi.


"Baiklah Dok, terima kasih sudah membantu membayar biaya rumah sakit istriku. Terima kasih atas informasinya, saya akan kesana sekarang," ucap Kenzo melalui sambungan panggilan masuk di ponselnya dan tidak berapa lama sambungan panggilan masuk diputusnya secara sepihak untuk melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2