Bukan Istri Bodoh

Bukan Istri Bodoh
Part 25 Jangan Mimpi Kamu, Messi!


__ADS_3

Setelah berdamai dengan suaminya dan tidak jadi pergi dari rumahnya. Nayra mencoba menenangkan hatinya yang belum ikhlas melihat Kenzo biasa saja atas kasus perselingkuhan itu. Bukannya ia merasa dendam tapi ia masih memiliki logika baik untuk mengamankan masa depan Rico agar tidak menerima guncingan dari orang jahat.


Nayra yang sedang duduk menyender di atas kepala kasur itu ia sedang diam untuk menenangkan diri agar tidak memberontak.


"Begitu sulit melupakan Kenzo, apalagi Kenzo jahat. Begitu susah untuk mengiklaskan perselingkuhan Kenzo dengan Messi agar tumbuh kepercayaan kembali." lirih Nayra lesu karena ia harus membangun rumah tangganya yang runtuh itu.


"Mama! Buca pintuna Ico mau macuk!" teriak Rico keras di luar pinta kamar Nayra.


Nayra yang mendengar suara cadel anaknya, ia pun bangun posisi duduknya dan ia melangkah mendekati pintu kamarnya.


Ceklek!


Pintu ruangan terbuka, Nayra melihat Rico berlari berhamburan ke dalam pelukannya.


"Ada apa nak?" tanya Nayra yang telah berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya agar berhadapan dengan Rico.


"Mama, ayo kita pelgi ke Mall. Papa mau tlaktil makan KFC." ajak Rico seraya menarik tangan Nayra agar mengikuti langkah kakinya.


"Tunggu dulu, mama mau ambil tas dan berganti pakaian," ucap Nayra membuat Rico menghentikan langkah kakinya lalu mengubah posisi tubuhnya agar berhadapan dengan Nayra.


"Ico tunggu mama dicini, mama jangan lama-lama ya. Nanti ada pelakol lagi godain papa," ucap Rico cetus dan Nayra hanya mengelus dada.


"Iya, masuk ke dalam kamar mama saja. Rico tunggu di depan pintu pasti bosan. Kalau di dalam kamar mama bisa santai dulu."

__ADS_1


"Okey Ma." Rico mengikuti langkah kaki mama Nayra yang masuk ke dalam kamar.


Setibanya mereka di depan pintu utama Mall, Nayra dan Kenzo yang tampak canggung itu Rico memilih berjalan ditengah dan ia langsung menggandeng tangan mama dan papanya.


Dari kejauhan mereka terlihat Keluarga yang harmonis dan banyak orang-orang mengagumi keindahan rumah tangga kecil mereka. Tanpa mengetahui cobaan rumah tangganya. Bukankah semua orang senang melihat hasil kebahagiaan orang lain tanpa memikirkan perjuangannya yang mati-matian tanpa titik darah penghabisan? Tentu saja, semua orang tidak akan mengerti, jika mereka telah merasakannya.


Nayra senang melihat Rico terlihat akrab kembali dengan suaminya saat bermain mobil listrik berdua. Nayra yang melihat suasana bahagia ini, ia mengambil ponsel dari saku celananya untuk mengabadikan kenangan ini. Ia merekam aktivitas bermain Rico bersama suaminya yang tampak tertawa bahagia.


"Rico anak mama, senyum kesini ya mama sedang rekam video nih. Papanya juga harus gaya jaman now seperti Rico biar couple," ucap Nayra yang masih memegang ponselnya.


Pakaian Nayra, Kenzo dan Rico ini sama-sama menggunakan pakaian kaos berwarna hijau tosca dengan celana coksu. Pakaian baju satu set celana ini hasil oleh-oleh yang diberikan Nayra sewaktu pulang dari luar negeri. Ia membelikan pakaian sama agar orang-orang mengetahui mereka adalah keluarga kecil yang bahagia. Walaupun baru sekarang pakaian baju set celana dikenakan oleh mereka. Tapi, Nayra cukup bahagia karena pemberiannya masih digunakan dengan baik.


Rico dan Kenzo bergaya ala dua jari yang diletakkan di bagian pipi agar terlihat imut.


Sementara Zico yang menatap wajah jelek Messi tanpa make up. Ada rasa jijik bercampur tidak menghargai atas semua yang ada pada diri Messi.


"Dari fisik wajahnya yang jelek dan mengandalkan make up untuk merias wajah dan tubuh yang tidak gadis lagi karena banyak pria hidung belang yang mencicipi tubuhnya ini tidak ada hal yang menarik dan bisa dibanggakan. Apalagi mengingat pendidikan terakhirnya cuma SMA saja, sungguh tidak sebanding dengan Nayra. Huh, Kenzo memang buta dan seleranya sangat rendah untuk memilih wanita yang baik dan mahal." kata Zico dalam hati. Ia memberikan penilaian buruk pada Messi yang tidak ada baiknya pada dirinya.


"Jika saja Mama Intan menerima Nayra sebagai menantunya. Mungkin saja, aku sudah hidup bahagia bersama Nayra. Huh, aku kasihan pada Nayra. Setelah aku mengenalkan Nayra pada mama. Nayra menerima ancaman agar menjauhiku. Apalagi setelah menerima hari kelulusan SMA, Aku langsung dipindahkan ke luar negeri untuk melanjutkan kuliah lulusan luar negeri. Sungguh terlalu, setelah aku kembali Nayra sudah menikah dengan teman baikku yang telah lama terpisah. Sakit tak berdarah setelah aku tahu rumah tangga Nayra tak semanis ekspektasi. Gara-gara Messi si pelakor murahan ini yang berani menghancurkan rumah tangga wanita kesayanganku. Hingga Nayra tampak tak seceria dulu." Zico yang terlalu asyik berada di alam pikirannya. Ia tidak menyadari Messi telah terbangun dan mencium lehernya.


"Aw!" pekik Zico terkejut saat Messi menggigit lehernya seperti vampire.


Zico langsung menoleh ke arah Messi yang berada di dalam dekapannya.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Zico dengan melepaskan pelukannya hingga Messi terjatuh di atas kasur tidur.


"Haduh Zico sayang, kenapa kamu berubah kasar begini? Aku hanya meminta hakku saja." jawab Messi dengan memegang pinggangnya yang terbentur dengan ujung kasur tidur.


Zico menatap kedua bola mata malas ke arah Messi yang terlalu haus akan belaian.


"Tadi kan kita sudah olahraga berjam-jam. Apa kamu tidak lelah dan bosan untuk melakukan itu terus?" ucap Zico dengan wajah datarnya.


"Duh, bukankah kamu sangat menyukai apapun yang ada pada diriku? Buktinya kamu meminta tanpa memikirkan aku yang kelelahan karna keinginanmu. Sekarang aku sudah kuat, tenagaku sudah pulih kembali. Mari kita bermain lagi." Messi ingin mencium Zico tapi dengan cepat ia menahan bibir monyong lima centi Messi.


"Tidak, aku tidak mau sekarang. Aku butuh istirahat saja. Sudah waktunya kamu pergi dari rumahku," ucap Zico penuh penekanan di akhir kal ok telah berdiri di hadapan Messi dan menarik tangan Messi dengan kasar.


Messi yang menerima perlakuan kasar dari Zico dan kalimat akhir yang dilontarkannya membuat ia menatap penuh tanya.


"Kak Zico, kenapa sikap kakak berubah drastis seperti ini? Apa kakak tidak mencintaiku lagi?" tanya Messi.


Zico langsung menyeringai kejam, ia menatap tubuh Messi dari ujung kaki menuju tubuh yang mengenakan pakaian kurang bahan hingga ujung kepala yang wajahnya bau bantal dan rambut acak-acakan.


"Aku mencintaimu? Hahaha... Apa aku tidak salah dengar atas sikap percaya dirimu yang merasa aku tertarik padamu, begitu? Hahaha... Jangan mimpi aku bisa mencintaimu! Kamu hanyalah sampah yang dipake berkali-kali dan aku yang menerima kamu apa adanya. Hei! Jangan mimpi kamu pelakor murahan! Kamu tidak pantas menjadi wanitaku!" ucap Zico sengaja menghina Messi habis-habisan.


Terima kasih sudah membaca novel ini♥️ Follow akun aku ini ya "Izma" untuk mengetahui semua karya tulis novel aku; Bisa klik novel ini untuk memberi like 👍; Beri rate ⭐; Beri gift🎁; Beri love ♥️ dan beri komentar yang baik untuk mendukung novel gratis ini.


Informasi khusus untuk update daily novel ini mulai tanggal 28 November - 04 Desember 2022 ya.

__ADS_1


Selamat Membaca ♥️


__ADS_2