
Setelah menerima panggilan darurat dari Rhia, Nayra membawa Rico agar pergi menemui Rhia.
Di sebuah kafe Richard, Nayra mengandeng tangan Rico agar berjalan masuk ke dalam kafe. Nayra mencari keberadaan Rhia dan ia melihat dari kejauhan ada seorang wanita cantik sedang melambai tangan agar dirinya bisa mendekati wanita itu.
Dengan langkah kakinya cepat agar bisa berbicara serius dengan Rhia.
"Hai Rhia, maaf menunggu lama. Kenapa kamu tidak mengabari aku kalau sudah datang kesini," ucap Nayra yang mendudukkan dirinya di kursi yang berhadapan dengan Rhia dan membantu Rico agar duduk di sebelahnya.
Rhia yang melihat dua orang yang berbeda generasi sedang duduk di hadapannya. Apalagi tatapan matanya menatap seorang anak laki-laki berwajah bulat imut membuat ia merasa gemas sendiri.
"Iya, aku ingin memberimu kejutan atas kedatanganku disini. Sebenarnya, aku sudah datang di Indonesia sejak aku memberitahumu kalau aku berhasil mengambil alih perusahan suamimu menjadi nama kamu menjadi pemilik perusahaan." sahut Rhia dengan tatapan kedua bola matanya ke arah Rico.
"Lucunya anakmu ini Nay, rasanya aku ingin mencium pipi gemoynya." lanjut Rhia yang ingin mencubit kedua pipi bulat Rico tapi Rico langsung menghindar.
"Ndak mau ubit, atit pipi Ico. Ante jahat!" ucap Rico dengan kedua tangan melindungi kedua pipinya.
"Rico, jangan berbicara seperti itu! Tante Rhia ini orang yang baik dan suka lihat Rico yang gemas." bujuk Nayra pada anaknya yang menatap sebal ke arah Rhia.
"Sudahlah Nay, aku sudah biasa menghadapi bocah imut yang kesal karena aku cubit. Mau pesan apa Nay biar aku traktir? Anakmu berapa umurnya? Sudah bisa makan enak?" tanya Rhia yang menatap ke arah Nayra.
Nayra menoleh sekilas ke arah Rico yang masih kesal, ia mengangkat tubuh mungil Kenzo agar duduk di pangkuanku untuk menenangkan hati Rico.
"Okey Tante Rhia yang baik, aku lihat menu makanan dulu. Rico berumur 5 tahun Tante, Rico bisa makan enak seperti mama." jawab Nayra.
"Baiklah, pesanlah makanan apapun yang kamu dan Rico suka! Setelah makan baru kita bahas bisnis kita." sahut Rhia.
"Okey, terima kasih." Nayra mengambil buku menu makanan untuk melihat makanan untuk di pesan dan ia mengajak Rico untuk memilih makanan yang disukanya.
"Aku pesan makanan khas Indonesia saja, aku pesan nasi rendang sapi dan Rico mau pesan makanan apa?" tawar Nayra yang menatap Rico yang berada dalam pangkuannya.
__ADS_1
"Ico mau ayam goyeng, Ma. Kayak Upin Ipin Ico cuka," ucap Rico dengan suara cadelnya.
"Mama pesan makanannya ya Tante Rhia yang traktir baik kan orangnya?"
Rico mengangguk cepat dan ia menatap ke arah Rhia yang sedang tersenyum manis ke arah dirinya.
"Tapi, ndak ada oleh-oleh dali Ante Iya, Ma." jawab Rico.
Rhia yang diam untuk mendengar perdebatan kecil antara mama dan anaknya. Ia menggeleng kepalanya merasa lucu. Diambilnya tas slempang yang ditaruh di atas lantai sebagai hadiah dari negaranya.
"Sudah-sudah jangan berteman--" perkataan Rhia terpotong saat Nayra dan Rico memperbaiki perkataannya. Maklumlah, Rhia ini wanita bule dari Paris dan belum fasih dalam bahasa Indonesia. Untunglah, Nayra pernah mengajarkannya berbahasa Indonesia mix Inggris. Jadi, memudahkan dirinya untuk berbicara pada orang Indonesia.
"Bertengkar kali," ucap Nayra dan Rico secara bersamaan.
"Iya, itu maksud aku. Ini aku bawa sedikit oleh-oleh dari negaraku. Silahkan ambil saja." Rhia menyerahkan tas slempang di hadapan Nayra dan Rico.
"Buat Ico ya Ante oleh-olehnya? Telima kacih ya Ante," ucap Rico seraya membuka resleting tas selempang menggunakan kedua tangan mungilnya. Ia menatap takjub saat melihat isi tas selempang itu.
"Wow, Kelen." puji Rico dengan kedua bola mata berbinar senang di hadapan Rhia. Ia mengambil isi tas selempang berupa stelan baju kaos anak laki-laki, sepatu, topi, mainan mobil-mobilan dan ada setelan baju kaos wanita dewasa, makanan siap saji khas Paris.
Nayra yang melihat semua oleh-oleh yang diberikan oleh Rhia. Apalagi anaknya sedang sibuk membuka dua bungkusan mainan mobil berukuran kecil dan sedang untuk mainnya. Ia mengalihkan pandangannya menuju ke arah Rhia.
"Terima kasih banyak Rhia atas oleh-olehnya banyak sekali," ucap Nayra terdengar tulus.
"Iya, sama-sama. Santai saja kali. Aku sudah gajian dan bisa berikan oleh-oleh untuk kalian." sahut Rhia.
"Oh iya, pesan saja makanannya biar tidak lapar." lanjut Rhia dan Nayra mengangguk cepat.
Nayra memanggil pelayan kafe untuk memesan makanan dan minuman untuk dirinya dan Rico. Ia menatap sekilas ke arah Rhia yang hanya memesan minuman saja.
__ADS_1
"Makanannya jangan pedas ya mbak. Minumannya juga jangan terlalu manis tapi cukup sedang-sedang saja," ucap Nayra.
"Rhia, kamu gak mau pesan makanan?" tanya Nayra yang melihat Rhia sedang bermain dengan Rico.
"Oh iya, aku lupa mau menanyakan makanan yang enak untukmu Nay. Aku tidak mengerti menu makanan Indonesia. Jadi, aku serahkan padamu mau pesan makanan apa yang penting enak." jawab Rhia tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Nayra karena ia mengajak Rico untuk berselfie di ponselnya.
"Baiklah, aku pesan nasi rendang sapi saja tambah satu mbak."
"Baik Nona." pamit Pelayan wanita undur diri di hadapan Nayra.
Setengah jam kemudian, pesanan makanan dan minuman telah datang di meja makan yang diduduki oleh Nayra, Rico dan Rhia. Mereka terlihat menikmati makanan yang sesuai selera lidah.
Setelah menghabiskan makanannya dan menyisahkan sedikit minuman. Barulah Nayra dan Rhia membahas bisnis mereka. Tapi, Nayra yang baru menyadari bahwa Rico bukanlah anak kecil seperti umumnya yang bersikap manja dan polos. Rico -- Anaknya ini masih kecil tapi berpikir dewasa dan Nayra tidak ingin Rico ikutan berpikir masalahnya. Ia melihat ada taman bermain di dalam kafe.
"Lebih baik aku ajak Rico bermain di taman bermain saja. Disana banyak anak-anak kecil yang bisa menjadi teman Rico. Aku tidak ingin Rico semakin membenci papanya dan salah paham atas keputusanku." batin Nayra.
"Rico mau main di taman bermain?" ucap Nayra membuat Rico dan Rhia menatap heran ke arah dirinya.
Rico yang ingin memainkan mobil-mobilan baru yang diberikan oleh Tante Rhia langsung terhenti saat mendengar perkataan mamanya.
"Memangnya ada taman belmain disini, Ma?" tanya Rico balik.
"Tentu saja ada, Rico mau main?" tawar Nayra lagi.
"Mau." jawab Rico dengan kedua bola mata berbinar senang.
"Ya sudah, mari ikut mama." Nayra berdiri dari duduknya dan ia membantu Rico turun dari kursinya.
"Rhia tunggu sebentar, aku ingin mengajak anakku bermain," ucap Nayra dengan memberi kode dari matanya pada Rhia.
__ADS_1