
Tidak terasa sudah satu bulan, Nayra terbaring lemah di atas kasur rumah sakit. Tidak ada tanda-tanda kondisi Nayra yang bangun dari tidur panjangnya. Tetapi di dalam ruangan rawatnya terdengar detak jantung di layar monitor pendeteksi jantung yang terpasang di tubuh Nayra.
Dokter Anton menatap miris ke arah Nayra -- Pasien yang dirawatnya secara intensif selamat satu bulan ini. Selama satu bulan juga Kenzo tidak pernah lagi menjengguk Nayra di rumah sakit.
Terakhir Kenzo menjengguk Nayra di hari itu saja bersama Messi yang terus menghasut Kenzo agar menceraikan Nayra di waktu yang tepat. Tetapi menyakitkan bagi seorang wanita cantik yang hidupnya masih tergantung dengan peralatan medis di tubuhnya. Sungguh miris jika mengingat Kenzo datang bersama Messi dengan pakaian cauple merah terang di rumah sakit untuk memberikan berkas surat penceraian suami istri.
Waktu itu Dokter Anton yang sedang memberikan obat suntikan dan dibantu oleh dua perawat di ruang rawat Nayra.
"Dok, bisakah kamu membantu saya," ucap Kenzo yang telah menghentikan langkah kakinya di hadapan Dokter Anton.
Dokter Anton yang sedari tadi mengetahui keberadaan Kenzo dan wanita berwajah menor dan berpakaian kurang bahan yang ia ketahui dari informasi penyelidikan bahwa wanita itu bernama Messi -- Sahabat baik Nayra yang berubah menjadi pelakor dalam rumah tangganya.
"Tentu saja Tuan, dengan senang hati saya akan membantu jika saya bisa." jawab Dokter Anton yang merubah posisi berdirinya di hadapan Kenzo dan dihalangi oleh kasur tidur Nayra.
Kenzo meminta berkas map pada Messi yang memegang map berwarna merah di tangannya. Lalu, ia menyerahkan berkas itu pada Dokter Anton.
Dokter Anton menyerhitkan keningnya merasa heran pada tingkah laku suami pasiennya.
"Berkas apa ini?" tanya Dokter Anton.
__ADS_1
"Berkas berisi surat penceraian, tolong bantu aku untuk mengarahkan tangan Nayra agar bisa memberikan paraf untuk persetujuan surat penceraian kami." jawab Kenzo tanpa dosa.
Dokter Anton yang mendengar perkataan Kenzo, membuat hatinya terasa sakit. Apalagi wanita yang disukainya secara diam-diam disia-siakan oleh suaminya sendiri yang lebih memilih pelakor murahan yang menjadi piala bergilir sugar daddy.
"Kenzo-kenzo, kamu meninggalkan berlian demi perak. Percayalah, suatu hari nanti kamu pasti menyesali perbuatannya karena tega menyakiti hati wanita baik dan solehah seperti Nayra. Hem... Andai saja, aku yang pertama kali bertemu dengan Nayra, hidupku sekarang pasti bahagia bersama wanita baik seperti Nayra." kata Dokter Anton dengan tatapan sendunya tanpa menghiraukan perkataan Kenzo yang terus memanggil namanya.
"Dok, tolong ambilkan berkas ini dulu agar bisa mengatur posisi tangan untuk memberikan paraf di surat ini." Kenzo menyerahkan berkas map yang telah dibukanya pada Dokter Anton.
"Dok, ayo bantu aku!" lanjut Kenzo tapi Dokter Anton masih fokus memegang alat suntik dengan tatapan mata ke arah Nayra.
"Hem... Ada yang tidak beres ini dengan Dokter Anton. Tapi, terserahlah! Setelah menerima tanda tangan Nayra, dia bukan istriku lagi." batin Kenzo.
"Ayo bantu aku saja kalau Dokter Anton tidak mau," ucap Kenzo dibalas anggukan cepat oleh Messi.
Dokter Anton yang merasakan sentuhan tangan kekar milik Kenzo yang telah berdiri di sebelahnya membuat ia tersadar dari lamunannya.
"Hei! Apa yang kamu lakukan Tuan Kenzo?" tanya Dokter Anton secara spontan.
"Tentu saja, sesuai perkataan saya tadi. Saya mau bercerai dengan wanita lemah tak berdaya di atas kasur rumah sakit ini. Percuma saja kalau saya mempertahankan rumah tangga dengannya. Hidup saya tidak makmur karena dia sudah miskin." jawab Kenzo cetus.
__ADS_1
"Tolong menyingkir sebentar dok, saya butuh tanda parafnya saja." sambung Kenzo membuat kedua bola mata Dokter Anton menatap malas ke arah Kenzo. Ganteng sih tapi kejam, jahat dan tidak punya hati apalagi materialistis jadi cowok. Itulah kalimat yang disematkan oleh Dokter Anton dalam hati.
Dengan berat hati Dokter Anton berjalan menjauhi Kenzo dan Nayra. Ia memilih berjalan menuju meja sofa untuk menyusun semua peralatan medis yang digunakan untuk memeriksa kondisi Nayra tadi. Ia hanya menatap sekilas ke arah Kenzo yang memegang tangan lemah Nayra untuk diarahkan ke arah surat cerai dibantu oleh Messi yang menahan posisi berkas surat agar tidak terjatuh di atas lantai.
Dokter Anton tanpa berbasa-basi dengan kedua sepasang suami istri yang menikah siri satu minggu lalu sesuai dengan informasi yang didapatkannya itu. Ia memilih undur diri dari hadapan mereka yang tak punya hati. Ia tidak sanggup melihat perlakuan keji mereka pada Nayra. Apalagi ia melihat ke arah kedua bola mata Nayra yang menitikkan air matanya, semakin hatinya ikut hancur merasakan rasa sakit yang dialami oleh Nayra.
"Baiklah, Tuan Kenzo semua pemeriksaan Nona Nayra sudah selesai. Saya pamit undur diri dulu." setelah mengatakan itu Dokter Anton melangkah pergi dari ruangan ICU diikuti oleh dua perawat yang menemaninya untuk memeriksa kondisi Nayra.
Sementara Nayra yang terbaring lemah tak berdaya di atas kasur rumah tangga. Tetapi indera pendengarannya sangat tajam saat mengawasi orang-orang sekitarnya. Sungguh hatinya benar-benar hancur berkeping-keping dan tak ada lagi satu orang pun yang bisa dipercayainya. Rhia, dimana dia sekarang? Apa dia sudah pulang ke negaranya dan tidak tahu kalau Nayra mengalami kecelakaan dan terbaring lemah selama satu bulan? Entahlah, Nayra sangat kesepian dan ia sangat menghawatirkan nasib anaknya -- Rico. Pasti hidup anaknya tidak bahagia memiliki ibu sambung seperti Messi.
"Tuhan, aku tidak menyesali takdir burukku disaat aku terbaring lemah tak berdaya, suamiku ingin menceraikanku. Tetapi, tolong jaga anakku yang masih membutuhkan kasih sayang dari diriku dan Kenzo. Kuatkan aku, Tuhan. Beri aku kesempatan kedua untuk hidup dan memperbaiki kisah hidupku yang hancur lebur ini." kata Nayra dalam hati. Dengan tangan kanannya dipegang oleh Kenzo untuk memberikan tanda paraf pada surat cerai itu. Ia semakin pasrah saja dan tidak ada gunanya ia mempertahankan rumah tangga yang tak harmonis lagi.
***
Dokter Anton memejamkan kedua matanya sejenak saat menerima hasil penyelidikan dari tangan kanannya yang terus mengupdate informasi tentang kehidupan Nayra dan suaminya.
Dokter Anton yang sedang berdiri di hadapan Nayra untuk memeriksa kondisinya selama empat jam sekali. Ia mendudukkan dirinya di kursi yang terletak di sebelah kasur tidur Nayra. Ia menggenggam tangan Nayra untuk pertama kalinya. Wanita yang berhasil membuat hatinya berdetak kencang untuk pertama kalinya, kini terbaring lemah tanpa ditemani oleh suami dan keluarganya.
"Nay, aku harap kamu bisa melewati masa koma ini. Kamu harus bangun dari keterpurukan ini karena aku tahu kamu pasti bisa. Kamu harus semangat untuk anakmu -- Rico, sahabat baikmu -- Rhia yang telah pulang ke negaranya dan menjaga harta dan perusahaanmu dari mantan suamimu yang tega menceraikanmu. Aku pastikan mereka tidak akan hidup bahagia di atas penderitaanmu, Nay." jelas Dokter Anton terdengar serius dengan tatapan sendunya.
__ADS_1