
Nayra mempercepat langkah kakinya menuju anak tangga, hatinya merasa tidak tenang meningkat adegan penyerangan ia lakukan pada Messi.
"Aku harus cepat untuk mengambil hasil rekaman CCTV itu agar posisiku aman. Masa aku kalah sama pelakor murahan yang berhasil merebut suamiku. Aku juga bisa menghancurkan kebahagiaan pelakor itu dengan tanganku sendiri." kata Nayra dalam hati.
Suasana di ruang keluarga tampak sepi dan ia hanya melihat beberapa pelayan rumah yang berlalu lalang untuk menjalankan tugasnya. Ia berjalan menuju satu ruangan di lantai dasar rumahnya sebagai tempat studio penyimpanan data rekaman CCTV. Dibukanya pintu ruangan studio yang berada di sebelah ruang kerjanya. Ia menutup kembali pintu ruangan dengan rapat.
Dengan cepat Nayra berjalan mendekati sebuah komputer yang menampilkan hasil rekaman CCTV. Ia memeriksa setiap video CCTV dan video dirinya sedang menyerang Messi dan dirinya sedang masuk ke dalam ruangan studio ini dihapusnya secara permanen baik dari layar monitor komputer maupun kaset CD yang langsung dipatahkan oleh Nayra.
"Sekarang aku aman dan tidak ada bukti fisiknya. Terserah aku mau dianggap wanita jahat yang menyerang pelakor tapi lebih jahat lagi si pelakor itu sendiri yang merebut suami orang." Nayra mengepalkan kedua tangannya saat mengingat perselingkuhan mereka.
"Apa aku bakar saja kaset ini agar tidak ada yang bisa memperbaiki hasil rekaman CCTV di rumah ini. Sepertinya aku harus melakukannya demi kenyamanan aku dan anakku agar tidak terkalahkan oleh Messi -- wanita murahan itu." Nayra menoleh ke arah pecahan kaset CD yang dipatahkannya. Ia memasukkan kaset CD ke dalam plastik hitam dan disimpannya ke dalam saku celananya yang kebetulan dapat menampung sebanyak barang kecil yang masuk.
Selain itu Nayra yang tidak ingin sidik jarinya terdeteksi di bagian meja dan mouse komputer. Ia memberikan semprotan hand sanitizer dan diusapnya menggunakan tangan palsu yang sengaja dibawanya untuk mengelabuhi orang-orang.
"Kalau sudah begini, hatinya sedikit tenang. Tapi mau ku kuatkan mental karena di luar sana masih ada kuntilanak yang membujuk suami pengkhianatku," ucap Nayra dengan menghela nafas kasar untuk menghilangkan rasa penatnya.
Nayra memijat keningnya merasa pusing untuk menghadapi drama hidup seperti apa lagi yang harus ia terima.
"Sebaiknya, aku ahrus memeriksa keadaan di ruang tamu. Apa ibu-ibu sudah pulang dari rumahku." Nayra bangun dari duduknya dan ia melangkah keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
Jika saja Nayra belum memiliki anak, bisa saja ia langsung menceraikan Kenzo dan menendang keluar pria tidak tahu diuntung itu dari hidupnya. Tapi, logikanya masih berfungsi dengan baik, ia tidak ingin anaknya -- Rico kekurangan kasih sayang dari orang tuanya dan teman-teman anaknya menghina tidak memiliki seorang papa.
Dengan langkah kaki yang berat dan menguatkan hati agar mental baik-baik saja. Ia tampak menatap ke sekelilingnya sudah tidak ada lagi suara keributan dari orang-orang. Tapi, ia mendengar samar-samar suara orang sedang mengemis di sela isak tangisnya.
Nayra mempercepat langkah kakinya mendekati sumber suara itu dan ia menatap kedua bola mata malas ke arah dua orang yang tampak memegang tangan dengan mesra.
"Cih, jijik sekali aku melihatnya. Memangnya di rumahku ini tempat dramatis murahan seperti itu." batin Nayra dengan kesal. Ia menstabilkan pikirannya agar tetap tenang. Menghadapi seseorang yang jahat dan picik itu wajib pintar dan cerdas. Jika tidak bisa pintar dan cerdas, bisa saja dirinya diserang kembali.
Prok! Prok! Prok!
"Wah... Wah... Wah... Hebat sekali drama kalian. Sudah masuk tiga besar dalam acara siaran FTV ku menangis. Dengan judul jangan tinggalkan aku sebagai pelakor dari teman dekatku. Hahaha... Kalian sungguh terlalu," ucap Nayra menghentikan langkah kakinya di hadapan Kenzo dan Messi.
"Sayang, tolong jangan bersikap seperti ini. Sikapmu bukanlah Nayra yang ku kenal." perkataan Kenzo membuat Nayra tersenyum miring ke arah dirinya.
"Apa anda bilang tadi kalau saya bukanlah Nayra yang anda kenal baik dan wanita patuh pada suami yang tidak menghargai perjuangannya dalam memenuhi keinginan suaminya begitu? Sayangnya perjuangannya tidak anggap dan menjadi kesempatan untuk berselingkuh dengan teman baiknya yang tidak mengingat kebaikan dari Nayra yang menolong hidupnya dari kesusahan, begitu? Apa ini namanya seorang suami yang baik? Apa ini namanya seorang teman yang baik?" ucap Nayra membuat Kenzo dan Messi bungkam dan menunduk merasa bersalah.
"Kenapa diam? Ayo bicaralah dengan alasan klasik untuk melindungi diri kalian? Ayo bicaralah!" Nayra menatap tajam pada Kenzo dan Messi secara bergantian.
Nayra mengguncangkan pundak Kenzo dengan kasar di hadapannya.
__ADS_1
"Ayo! Keluarkan alasan anda? Anda mengaku suami yang baik untuk saya. Lalu, apa yang anda lakukan jika berada di posisi saya, hem? Rela meninggalkan suami dan anaknya masih kecil pergi kuliah luar negeri dan berjuang hidup di negeri orang tanpa adanya keluarga. Ayo jawab! Saya tidak suka anda diam saja, cepat!" bentak Nayra dengan tubuh bergetarnya menahan buliran kristal yang membasahi wajah cantiknya.
Kenzo menatap ke arah kedua bola mata Nayra yang terluka atas kebodohannya.
"Sayang, aku bisa jelaskan yang sebenarnya terjadi."
"Apa? Mau jelaskan bahwa anda sedang khilaf berselingkuh. Hello, survei penelitian membuktikan bahwa orang yang melakukan perselingkuhan itu atas dasar saling suka dan sadar dalam memenuhi kebutuhan biologis." sahut Nayra membuat Kenzo tak bisa berkutik.
"Nayra, jangan memarahi Kak Kenzo. Aku mengaku sudah menggoda Kak Kenzo tapi Kak Kenzo tidak bersalah." balas Messi membuat Nayra memberikan tatapan tajam bak elang ke arah dirinya.
"Kamu diam! Saya tidak berbicara pada anda!"
Messi merasa tidak dihargai dengan usianya terpaut lebih tua daripada Nayra membuat dirinya marah.
"Nayra, kenapa kamu bersikap tidak sopan seperti ini padaku? Aku lebih tua dari kamu, kamu tidak malu melawan orang lebih tua darimu."
"Malu? Tahu apa kamu tentang rasa malu. Kamu sudah berhasil merebut suamiku dan menghancurkan rumah tanggaku. Masih tahu dengan rasa malu." lagi-lagi perkataan Nayra ada benarnya membuat Messi tak bisa berbicara apapun.
"Ngapain anda masih berdiri disitu? Punya kaki untuk berjalan keluar dari rumahku? Atau saya sendiri yang menyeret anda keluar dari rumah saya," ucap Nayra menatap sinis ke arah Messi yang menghentikan kaki keluar dari rumahnya membuat dirinya merasa puas mengusirnya tanpa susah payah menyeretnya keluar.
__ADS_1
"Baguslah pelakor bisa keluar dengan sendirinya! Kalau tidak aku akan mengeluarkan jurus taekwondo ku sejak SMA untuk menendang pelakor murahan keluar dari rumahku," ucap Nayra dengan tatapan mata ke arah Messi yang telah berjalan jauh dari rumahnya.