
Nayra yang berada di bawah alam sadar, ia mendengar semua perkataan Kenzo. Ia sangat tersakiti atas keputusan Kenzo yang memberikan talak tiga pada dirinya. Bukankah Kenzo yang memilih Nayra untuk menjadi istri dan ibu dari anaknya? Lantas, kenapa Kenzo yang meninggalkannya dan berpaling pada wanita murahan itu?
"Tuhan, tolong beri aku kesempatan kedua untuk hidup lagi. Aku janji tidak akan mengampuni Kenzo dan Messi karena mereka yang membuat hidupku hancur berkeping-keping." kata Nayra dalam hati. Ia membiarkan buliran kristal membasahi wajah cantiknya. Apalagi ia mendengar dengan jelas dukungan dari seorang pria yang ia yakini dokter yang merawatnya.
Sementara Dokter Anton mulai memeriksa kondisi Nayra dan memberikan suntikan obat di dalam tubuhnya.
"Semangat Nayra, kamu pasti bisa melewati masa kritis ini. Aku akan membuatmu sembuh sedia kala dan bisa beraktivitas lagi." setelah Dokter Anton mengatakan itu, ia melangkah pergi dari hadapan Nayra.
Dokter Anton membuka ponselnya untuk menyuruh tangan kanannya -- Bimo untuk mencari tahu informasi lengkap tentang Nayra. Ia sangat penasaran dengan keputusan Kenzo -- Suami Nayra yang memberikan talak tiga langsung pada Nayra. Apa mungkin Kenzo sedang mengincar harta Nayra atau murni berselingkuh? Entahlah, ia bisa binggung sendiri untuk menyimpulkan sesuatu yang kurang jelas.
"Bimo, bisakah kamu membantuku?" ucap Dokter Anton setelah mendengar sambungan teleponnya diangkat oleh seseorang.
"Iya Tuan, saya akan membantu dengan semaksimal mungkin." jawab Bimo melalui sambungan teleponnya.
"Bagus, cari tahu informasi lengkap tentang Nayra Miyuna dan suaminya -- Kenzo. Aku tunggu satu jam dari sekarang dan data informasi harus ada untukku!" titah Dokter Anton serius.
"Baik Tuan, saya akan melakukannya sesuai dengan perintah." sahut Bimo.
Dokter Anton mematikan sambungan panggilan telepon secara sepihak, ia tersenyum tipis saat berbagai rencana muncul di pikirannya. Setelah keluar dari ruang rawat Nayra, Dokter Anton memilih masuk ke dalam ruangannya untuk memeriksa berkas hasil laporan tentang pasien di rumah sakit. Sekaligus mencari tahu tentang Nayra -- Wanita yang berhasil membuat hatinya bergetar hebat saat melihat wajah cantiknya.
__ADS_1
"Nayra, kamulah yang berhasil membuat hatiku berdebar tak karuan seperti saat ini. Huh, rasa nyaman dan mencintaimu adalah bukan keinginanku. Tapi, selama ini aku tidak pernah merasakan hal aneh ini. Cuma kamu yang berhasil membuat hatiku penasaran dan rasa ingin memilikimu. Maafkan aku, jika aku egois ingin mendapatkanmu. Aku tidak pernah merebut kamu dari suamimu. Tapi, suamimu yang melepaskanmu dan aku hanya mengambil jodohku saja. Aku akan menerima kamu apa adanya, sekalipun kamu sudah janda anak satu tapi aku akan tetap mencintaimu." lirih Dokter Anton pelan.
***
Kenzo yang telah kembali di kediaman rumah minimalis Messi. Ia tampak termenung di ruang keluarga. Ada rasa tak ikhlas untuk melepaskan wanita yang selama ini membahagiakan hidupnya. Tapi, ia sadar diri agar bisa melepaskan jodoh orang lain dari hidupnya.
Messi yang telah membuatkan sandwich dan burger kesukaan Kenzo. Ia berjalan mendekati Kenzo di ruang keluarga dengan kedua tangan memegang nampan makanan.
"Sayang, kenapa kamu melamun? Ayo makanlah masakanku ini aku buatkan makanan kesukaanmu," ucap Messi yang menaruh piring di atas meja dan minuman kopi hangat untuk Kenzo.
Kenzo mengalihkan pandangannya dari ujung jendela rumah menuju ke arah Messi. Posisi duduk Kenzo menghadap jendela dengan tangan memegang ponsel yang menampilkan gambar Nayra yang sedang tersenyum.
"Iya, terima kasih." sahut Kenzo dengan senyuman dipaksakan.
"Sayang, aku mau pinjam ponselmu." Messi langsung mengambil ponsel Kenzo dari genggamnya dan benar saja tatapan mata Messi tadi. Kenzo masih menyimpan semua foto Nayra di dalam ponselnya. Ia langsung memberikan tatapan tajam ke arah Kenzo yang sedang memakan makanan yang dimasaknya dengan lahap.
"Kenapa menatapku tajam seperti itu? Aku bukan makanan untuk ditatap saja. Ini makanlah makanan hasil dari masakanmu sendiri yang rasanya nikmat sedap." Kenzo menyuapi sandwich di hadapan Messi.
Messi hanya menerima suapan dari Kenzo dan mengunyah masakan yang dibuatnya.
__ADS_1
"Uhuk... Uhuk... Masin," ucap Messi dengan terbatuk-batuk saat mengunyah makanan dibuatnya. Ia ingin mengambil kopi Kenzo tapi Kenzo langsung melarangnya.
"Minuman yang sudah diberikan oleh orang lain tidak boleh diambil lagi. Itu gak ada akhlak namanya." sindir Kenzo dengan cetusnya.
Messi yang mendengar perkataan Kenzo yang membuat ia murka, ia langsung berdiri dari duduknya untuk berlari cepat menuju dapur untuk mengambil minum untuk dirinya.
Sedangkan Kenzo yang melihat kepergian Messi yang berlari cepat menuju dapur. Ia langsung mengambil ponsel yang menampilkan foto Nayra yang pastinya Messi ingin memusnahkan kenangan tentang Nayra. Kenzo tidak akan membiarkan semua kenangan manis bersama mantan istrinya hilang begitu saja. Ia langsung merubah kode pengaman layar ponselnya. Dengan begitu, Messi tidak mudah membajak isi ponselnya. Ia menatap makanan yang dimasak Messi yang rasanya tidak pernah berubah-ubah tidak enaknya. Ia hanya menghela nafas kasar untuk menghadapi kekurangan Messi yang tidak pandai memasak makanan.
Berbeda dengan Nayra yang serba bisa dan pintar memasak makanan enak yang disukainya. Jika saja Nayra tidak bangkrut, bisa saja Kenzo akan memperbaiki rumah tangganya. Berhubung Messi yang sangat mencintainya apa adanya, ia akan memilih Messi agar hidupnya tetap aman dan nyaman.
Akhirnya, Kenzo dengan terpaksa menghabiskan semua makanan yang dimasak oleh Messi. Agar Messi merasa tidak kecewa karena makanan yang dibuatnya habis dimakannya.
"Sungguh terlalu Messi, hobinya suka menggoda laki-laki saja. Masak dan bekerja di kantor saja tidak mampu. Aku heran dia bisa memiliki uang sebanyak itu. Apa dia memiliki sugar daddy yang membiayai kebutuhan hidupnya. Tapi, tidak masalah yang terpenting aku bisa hidup enak sejenak. Jika aku sudah mendapatkan pekerjaan yang tetap, jangan salahkan aku akan meninggalkannya nanti dan aku kembali pada Nayra." gumam Kenzo pelan.
Setelah menghabiskan makanan yang dimasak oleh Messi, seperti biasa Kenzo akan buang air besar. Perutnya terasa mules dan ia langsung berlari kecil menuju ruang toilet.
"Messi, keluarlah! Aku tidak tahan mau masuk ke dalam toilet," ucap Kenzo sedikit berteriak keras di depan pintu kamar mandi yang tertutup rapat dan tidak lupa mengetuk pintu berulang kali.
Messi yang sedang mengambil pakaian kotor untuk dicucinya. Ia dikejutkan dengan suara teriakan Kenzo dan gedoran keras dari Kenzo. Sudah biasa baginya, jika Kenzo memakan masakannya. Pasti Kenzo langsung masuk ke dalam ruang toilet.
__ADS_1
"Iya, tunggu sebentar." sahut Messi dengan mengangkat ember berisi pakaian kotor untuk dicucinya dan ia membuka pintu ruangan yang ternyata Kenzo langsung melangkah masuk ke dalam ruangan dengan cepat.
"Sungguh terlalu Kak Kenzo, pasti saja tidak sabaran kalau masuk ke dalam toilet. Huh, menyebalkan tapi aku tetap cinta." lirih Messi dengan kesal.