
Setelah melewati berbagai perawatan intensif yang paling tercanggih di dunia. Nayra berhasil bangun dari masa komanya. Ia terbangun saat Rico menangis histeris dan menyayat hati saat menyaksikan denyut jantungnya melemah dan hampir tidur selama-lamanya.
Apalagi ia teringat Dokter Anton yang selalu memberikan pemeriksaan tambahan setiap waktu dan memberikan semangat hidup untuknya. Entahlah, Nayra sangat berterima kasih telah dipertemukan oleh pria baik dan tulus mencintai dirinya seperti Dokter Anton. Ia sangat bersyukur dicintai dan anaknya dirawat dengan baik. Tetapi, pantaskah dirinya yang telah menjadi janda anak 1 berdampingan dengan pria perjaka yang berprofesi dokter tampan Anton.
Saat ini Nayra sedang duduk di sebuah taman mini di belakang rumah mewah milik Dokter Anton. Iya, dua minggu yang lalu setelah Nayra sadar dari komanya. Nayra dan Rico dibawa pulang oleh Dokter Anton di rumah mewahnya di Australia. Dengan alasan Dokter Anton ingin melakukan perawatan jalan saja di rumahnya.
Nayra yang waktu itu tampak lemah dan diam saja karena ia merasa heran pada seorang pria tampan berjaz putih dokter itu yang terus membujuk Dokter yang merawatnya di rumah sakit. Hingga ia yang mendengar nama Anton membuat ia teringat pada seorang pria yang terus merawatnya dan memberikan semangat hidup untuk dirinya.
Di taman mini yang berada di belakang rumah, tubuh Nayra yang semakin membaik dan berbagai peralatan alat medis sudah dilepas. Sehingga memudahkan Nayra untuk beraktivitas dengan hati-hati. Ia menatap ke arah dua pria tampan berbeda generasi sedang tertawa lepas. Siapa lagi kalau bukan Dokter Anton dan Rico yang sedang bermain kejar-kejaran di sekitar taman dan Dokter Anton dengan mudah mendapatkan tubuh mungil Rico agar berada di dalam gendongannya.
"Rico, jangan gigit tangan Pak Dokter. Kasihan Pak Dokter kesakitan," ucap Nayra sedikit berteriak keras ke arah Rico.
Rico yang sedang asyik mengigit tangan kekar Dokter Anton agar bisa melepaskan tubuhnya. Ia pun menoleh ke arah Mama Nayra yang meneriaki dirinya. Dengan terpaksa Rico melepaskan gigitan dari tangan kekar Dokter Anton.
"Iya Ma, papa gak cakit lagi kok. Papa cenang Ico gigit beli hukuman." sahut Rico dengan suara cadelnya. Rico memanggil Dokter Anton dengan sebutan papa sesuai permintaan Dokter Anton yang mengiming-imingi mainan banyak untuk dirinya.
Tetapi, Mama Nayra tidak menyetujui panggilan yang disematkan oleh Dokter Anton yang mengajarinya memanggil papa. Sebab, Mama Nayra belum menikah dengan Dokter Anton dan tidak mau mengundang berbagai persepsi orang-orang.
Nayra menatap kedua bola mata malas ke arah Rico yang tidak mematuhi perkataannya agar memanggil Dokter Anton dengan sebutan paman saja. Tapi, jangan memanggil papa karena ia tidak mau memberikan papa baru untuk Rico. Luka yang ditorehkan oleh Kenzo sangat dalam dan ia memerlukan waktu untuk memulihkan luka itu agar sembuh tapi tidak dengan trauma berat atas perselingkuhan itu.
Dengan langkah kaki pelan, Nayra menghampiri Rico dan Dokter Anton yang sudah duduk di atas rumput taman.
__ADS_1
"Rico, jangan panggil papa lagi ya. Cukup panggil Paman saja." Nayra mengelus kepala kecil Rico dengan lembut untuk membujuk Rico agar mendengar perkataannya.
Rico mencibirkan bibirnya merasa kesal pada mama Nayra. Ia yang tadi diberitahu oleh Dokter Anton akan mendapatkan mainan baru asal tetap memanggilnya papa. Tapi, Mama Nayra yang mengacaukannya. Al hasil Rico tampak kesal dengan wajah datar Dokter Anton yang terlihat kesal.
"Ndak mau! Ico ndak mau panggil Paman. Nanti Ico ndak dapat mainan balu dali Papa Anton," ucap Rico yang mulutnya langsung dibekap oleh Dokter Anton.
"Kenapa?" tanya Nayra dengan tatapan bingungnya.
Dokter Anton langsung menyenggir kuda di hadapan Nayra. Ia tidak mau rencananya sampai terbongkar begitu saja. Dengan terpaksa ia menutup mulut Rico.
"Tidak apa-apa, Rico sedang berbicara asal saja. Ia suka bermain denganku." jawab Dokter Anton cepat.
"Oh begitu, tidak masalah. Aku mengerti itu." sahut Nayra lalu melangkah pergi dari hadapan Dokter Anton yang tangannya masih membekap mulut Rico.
Nayra menoleh ke arah belakang yang sepertinya Dokter Anton ingin berbicara serius pada dirinya.
"Iya, Pak dokter." sahut Nayra yang telah memposisikan berdiri di hadapan Dokter Anton.
"Hem... Bisakah kamu jangan memanggilku dengan sebutan Pak dokter? Aku tidak terlalu tua darimu, beda 4 tahun saja," ucap Dokter Anton dengan sedikit berpikir keras. Padahal bukan itu pertanyaan yang ingin ia lontarkan pada Nayra. Tetapi, ia belum siap mengatakan itu.
"Lalu, aku harus memanggil apa?" tanya Nayra dengan menatap heran ke arah Dokter Anton.
__ADS_1
"Hem... Panggil aku dengan sebutan sayang saja." jawab Dokter Anton dengan keceplosan berbicara di hadapan Nayra dan ia langsung merubah perkataannya.
"Maksudku, panggil Kak Anton saja. Iya, begitu maksudku, hehehe..." sambung Anton dengan tertawa kecil.
Nayra yang mendengar perkataan Anton yang membuat hatinya hampir terkejut, kini berubah tenang setelah mendengar perkataan Anton.
"Okey kak, terima kasih." balas Nayra tersenyum tulus di hadapan Anton.
"Baiklah, malam ini aku ingin mengajakmu makan malam bersama Rico. Apa kamu bersedia makan malam bersamaku?" tanya Anton dengan meminta kepastian.
"Tentu saja aku mau kak, terima kasih atas ajakannya. Sudah lama aku tidak keluar rumah. Apalagi selama aku tinggal di rumah Kakak di Australia. Aku belum melihat pemandangan alam yang indah." jawab Nayra cepat.
"Baiklah, aku akan memberikan pakaian gamis untukmu." setelah Anton mengatakan itu ia langkah pergi dari hadapan Nayra.
Nayra menatap kepergian Anton yang telah masuk ke dalam rumah. Ia menoleh ke arah Rico yang sedang asyik bermain asyik. Ya ampun, anak kesayangannya sudah pandai mengambil kesempatan dengan bermain kotor. Itu tidak bisa dibiarkan begitu saja, ia tidak mau anaknya sakit cacingan. Dengan langkah kaki cepat, Nayra mendekati Rico yang sedang asyik membuat rumah-rumahan dari tanah.
"Rico, kenapa kamu main tanah? Ayo bangun sayang! Kedua tangan kamu sudah kotor. Ew... Lihatlah tangan kamu banyak cacingnya! Ayo cepat Rico, kita cuci tangan! Nanti malam kita pergi makan malam bersama paman Rico." ajak Nayra lalu merangkul tubuh Rico agar bangun dari duduknya.
Nayra mengajak Rico menuju air kran di dekat taman belakang. Ia memberi sabun di tangan Rico diiringi oleh air yang mengalir.
Rico yang merasa kesal karena mama Nayra mengganggu aktivitas bermain membuat rumah tanah. Ia langsung memercikkan air ke arah Mama Nayra yang berhasil pakaian baju Nayra basah kuyup.
__ADS_1
"Rico! Kenapa kamu memercikkan air ke arah Mama? Baju mama basah kuyup nih Rico," ucap Nayra dengan sedikit berteriak dan membuat Rico tertawa lepas melihat Mama Nayra kesal.