Bukan Istri Bodoh

Bukan Istri Bodoh
Part 28 Perhatian Kenzo


__ADS_3

Sepulang dari jalan-jalan Mall, Nayra dan Kenzo mengikuti kemauan anaknya -- Rico ingin belajar berenang. Sungguh luar biasa aktifnya anaknya ini baru pulang jalan-jalan Mall, meminta diajarkan untuk berenang.


Demi menjaga indera pendengaran agar tetap terhindar dari amukan cempreng dari Rico. Nayra dan Kenzo terpaksa mengikuti keinginan anaknya belajar berenang di sore hari.


Nayra yang telah berganti pakaian bikini untuk berenang di kolam renang pribadi rumah mewahnya yang berada di taman belakang rumah mewahnya itu ia langsung memberikan pelampung untuk Rico agar tidak tenggelam. Mengingat, kedalaman kolam renang pribadi berukuran 1-1,5 m membuat Nayra berhati-hati untuk menjaga Rico.


"Rico, ayo pake dulu pelampung bebek kesukaanmu ini agar tidak minum air kolam," ucap Nayra dengan menyerahkan pelampung bebek pada Rico yang berdiri di hadapannya.


Rico yang melihat pakaian mini yang dikenakan oleh mama Nayra. Ia berniat untuk meledeki mamanya.


"Ya dak apa-apa Ico cuka minum ail kolam lasanya acin amis itu. Mama ceksi sekali pake baju kulang bahan. Nanti mama macuk angin loh." sahut Rico dengan suara cadelnya.


Nayra yang mendengar perkataan anaknya dan tatapan genit dari Rico, ia langsung menjewer telinga anaknya.


"Rico gak boleh ngomong seperti itu, mama berpakaian seperti ini khusus untuk berenang saja dan tidak ada pelayan pria memperbolehkan datang kesini. Sudah mama suruh pelayan wanita untuk melarangnya. Pasti Rico pernah minum air kolam nih tahu rasanya. Jangan minum air kolam lagi Rico nanti sakit perut." jelas Nayra panjang lebar di hadapan Rico yang terlihat meringis kesakitan.


"Aw... Iya Ma, Ico ndak minum ail kolam lagi. Ico ndak gombal mama lagi." Rico berusaha melepaskan tarikan jewer dari telinga mamanya. Seketika ide cemerlangnya muncul untuk menyelamatkan dirinya. Rico mencari celah untuk mendekatkan mulut kecilnya menuju tangan satu mamanya yang sedang mencubit pipinya. Dengan cepat Rico menggigit tangan Mama Nayra dan saat itulah Rico berhasil menyelamatkan diri dari mamanya.


"Aw... Rico jangan gigit tangan mama!" pekik Nayra terkejut.


"Mama duluan yang ganggu Ico, sacit telinga Ico pasti beldalah." Rico mengusap telinganya yang terasa panas dan memerah karena ulah mamanya.


"Makanya Rico jangan nakal. Mama menjewer telinga Rico biar gak nakal lagi," ucap Nayra cetus.


"Sudah-sudah, jangan berteman lagi." balas Kenzo yang berjalan mendekati Nayra dan Rico.


"Jangan bertengkar kali." sahut Nayra dan Rico secara bersamaan dengan tatapan mata menuju ke arah Kenzo yang telah berdiri di hadapan mereka.

__ADS_1


"Hehehe... Iya itulah maksud papa. Bisa kita mulai belajar berenangnya," ajak Kenzo dengan tatapan mata menuju ke arah pakaian mini yang dikenakan oleh Nayra yang menampilkan tekuk seluruh tubuhnya terlihat jelas membuat adik kecil Kenzo meronta-ronta disana.


Nayra yang mengikuti tatapan mata Kenzo dari ujung kakinya yang putih jenjang menuju bagian tubuh mengenakan baju bikini hingga bagian wajahnya yang natur tanpa make up. Ia langsung menyilangkan kedua tangannya di bagian tubuhnya.


"Jangan melihatku seperti itu! Aku bukan makanan untuk ditatap lapar." timbal Nayra lalu ia mengajak Rico agar menuruni tangga kolam.


Kenzo yang melihat kepergian Nayra dan Rico, ia menghela nafas kasarnya untuk menenangkan pikirannya yang berfantasi ria.


"Kumat dah aku ditinggal pergi. Huh, menyebalkan." Kenzo berjalan dengan kedua kaki gontainya menuruni tangga kolam renang.


Nayra yang pandai berenang, ia mengajarkan semua gaya renang pada anaknya. Dengan membantu tubuh Rico untuk mengambang bukan berjalan di dalam air. Ia menahan posisi tubuh Rico agar stabil dan tenang dalam air. Ia memberi contoh dalam memperagakan gaya renang pada Rico dulu. Setelah itu ia membantu Rico agar mengikuti gaya renang secara pelan-pelan.


Kenzo hanya menjadi penonton setia antara istri dan anaknya. Fungsinya hanya mengawasi dan membantu Nayra saat dibutuhkan. Ia memilih berenang dengan santainya tanpa beban untuk mengajarkan Nayra. Ia berenang melewati Nayra yang sedang mendorong tubuh mungil Rico menggunakan pelampung bebek dengan santainya.


Sementara Nayra menatap kedua bola mata malas ke arah Kenzo yang terus menerus berenang bolak-balik di seluruh bagian kolam renang. Ia menatap ke arah Rico yang memberikan tatapan polosnya karena belum bisa berenang.


"Rico, ayo semangat berenang! Jangan kalah sama papa kamu. Lihat papa kamu berenang mondar-mandir di dalam kolam renang ini! Rico pasti bisa seperti Papa Kenzo." Nayra memberi semangat pada anaknya yang mencoba berenang dengan berbagai gaya renang tanpa bantuannya.


"Ma! Pa! Tolong Ico! Tolong!" ucap Rico meminta tolong pada kedua orang tuanya karena ia tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya dengan baik.


Nayra dan Kenzo yang melihat anaknya hampir tenggelam. Mereka dengan cepat berenang mendekati Rico. Untung saja, mereka sangat agresif untuk menolong anaknya kalau tidak bisa terjadi yang tidak diinginkan. Mereka membawa tubuh Rico menepi di ujung kolam dan Kenzo mengangkat tubuh mungil Rico agar keluar dari kolam.


Sedangkan Nayra yang melihat wajah anaknya yang memucat. Ia langsung memeriksa tubuh Rico.


"Rico, bagian tubuh mana yang sakit? Biar mama obati? Atau telinga dan mulut Rico yang masuk air?" tanya Nayra dengan tatapan sendunya.


Rico menggeleng pelan dan ia menatap ke arah Nayra dan Kenzo secara bergantian.

__ADS_1


"Tidak ada, Ico haus mau minum." jawab Rico pelan.


Kenzo yang mendengar perkataan anaknya, ia langsung memanggil pelayan di rumahnya.


"Lina!" panggil Kenzo.


Pelayan yang berdiri di depan pintu belakang rumahnya itu terlihat sedang berlari kecil menghampiri Kenzo bersama istri dan anaknya.


"Iya Tuan." jawab Lina sopan.


"Ambilkan air!" ucap Kenzo.


"Baik Tuan." Lina berjalan menuju meja di dekat taman mini belakang rumah dan memberikan minuman air putih pada Kenzo.


Kenzo menerima gelas berisi air putih itu ia langsung memberikan pada Rico.


"Minumnya pelan-pelan nak, jangan terburu-buru," ucap Kenzo dengan membantu Rico meminum air putih itu.


Setelah itu Nayra menghapus sisa air kolam di tubuh Rico dengan handuk kering dan membalutnya dengan rapi.


"Kak Kenzo, tolong bawa Rico masuk ke dalam rumah saja. Rico butuh istirahat," ucap Nayra dan Kenzo mengangguk cepat.


Kenzo mengangkat tubuh Rico agar berada di dalam gendongannya menuju masuk ke dalam rumah mewahnya.


"Rico, belajar berenangnya hari ini selesai. Rico ganti baju dan beristirahat saja agar tidak capek," ucap Kenzo dengan tatapan khawatirnya di hadapan Rico yang berada di dalam gendongannya.


"Iya Pa." sahut Rico cepat.

__ADS_1


Nayra yang melihat perhatian kecil dan nyaman yang diberikan oleh Kenzo pada Rico. Membuat hatinya merasa teduh dan pola pikirannya luntur untuk memberikan kesempatan terakhir pada Kenzo agar bisa memperbaiki sikapnya dan rumah tangganya.


"Aku harap kak Kenzo pasti bisa berubah. Aku tidak ingin Rico kehilangan kasih sayang dari Papanya." kata Nayra dalam hati.


__ADS_2