
Messi yang menerima penghinaan dari Zico, ia sangat geram dan murka. Ia tidak menyangka ternyata selama satu minggu ini Zico hanya bermain-main dengannya.
"Jaga bicara kamu! Walaupun aku pelakor tapi mangsaku berkualitas tinggi dan tidak sembarang orang yang aku mau. Aku akui kamu pria tampan dan mapan dengan harta yang berlimpah. Tapi percuma saja, sifat aslinya ternyata jelek dan sikap cassanova tidak pernah berubah." ejek Messi.
Zico langsung mencekik leher Messi dengan kuat dan menimbulkan wanita yang berdiri di hadapannya tidak bisa bernafas.
"Kamu lupa satu hal yang tidak ada dari dalam diriku. Aku adalah psikopat," ucap Zico membuat ekspresi wajah Messi memucat merasa takut dan sesak karena lehernya semakin dicekik kuat oleh Zico.
"Le-lepasin Zico! Ak-aku tidak bisa bernafas." lirih Messi pelan dengan tangannya berusaha melepaskan tangan Zico yang mencekik lehernya dengan kuat.
Zico tak menggubris perkataan Messi, ia tertawa bahagia saat melihat Messi terlihat menderita.
"Bagaimana rasanya dengan cekikikanku? Apa rasa sakit sekali?" tanya Zico dan Messi mengangguk cepat dengan tatapan sendunya untuk meminta kasihan pada Zico.
"Rasa sakit ini tak seberapa dengan kamu rasakan Mes. Nayra sangat tersakiti atas kejahatanmu itu. Dimana otakmu Messi dengan teganya mengambil suami dari teman baikmu sendiri? Jika itu terjadi pada dirimu, kamu pasti tidak mampu setegas Nayra yang masih mempertahankan rumah tangganya yang hampir bubar itu. Aku doakan semoga kamu secepatnya menerima hukum karma atas perbuatanmu. Atau biarkan aku sebagai hukum karma untuk menyiksamu. Nikmatilah hari-harimu menjadi neraka bersamaku, hahaha..." gelak tawa Zico menggema di seluruh ruangan rumah mewahnya. Ia memberikan senyuman jahatnya pada Messi yang tampak takut dan tubuhnya menjadi bergetar tak karuan.
Zico yang melihat Messi yang hampir mati, ia langsung melemparkan tubuh Messi di atas lantai dengan kasar.
"Aw, sakit! Hah! Hah!" pekik Messi dengan nafas yang tak beraturan. Ia melihat Zico berjalan mendekatinya dengan senyuman menyeramkan itu. Ia langsung merubah posisi berbaring terlentang menjadi duduk untuk memundurkan tubuhnya ke arah belakang.
"Kak Zico, jangan sakiti aku! Aku minta maaf telah melakukan kesalahan fatal," ucap Messi dengan tatapan takutnya pada Zico.
"Jangan meminta maaf padaku, minta maaflah pada Nayra yang telah kamu patahkan hatinya." sahut Zico seraya menarik rambut Messi panjang agar mengikuti langkah kakinya menuju ke arah kasur tidur.
"Sakit kak, lepasin aku!" ucap Messi dengan menahan rambut yang ditarik oleh Zico agar tidak menjambaknya.
Zico mengabaikan permohonan Messi, ia mengikuti naluri membunuhnya. Ia sudah lama tidak membunuh orang setelah mayat yang dibunuhnya dapat ditemukan oleh polisi. Hal itu membuat Zico menguburkan naruri membunuhnya agar tidak melakukan itu lagi.
"Aku sudah lama tidak menyiksa orang hingga mati. Sepertinya kali ini aku ingin menyiksamu secara fisik maupun mental. Terdengar seru bukan? Jika kamu benar-benar merasa tersakiti oleh aku." setelah Zico mengatakan itu ia langsung menghempaskan tubuh Messi di atas kasur empuknya. Ia menaiki kasur itu lebih tepatnya di atas tubuh Messi untuk menjambak rambutnya dengan kasar hingga kepalanya mengeluarkan darah segar.
__ADS_1
Belum puas dengan penyiksaan umum itu Zico menarik paska pakaian Messi, kali ini bukan lagi kata manis dan romantis yang Zico berikan pada Messi. Tapi, ia akan menyiksa Messi di seluruh tubuhnya.
"Mari kita bermain Sweety," ucap Zico dengan senyuman miringnya di hadapan Messi.
***
Setelah puas bermain di Mall, Nayra, Kenzo dan Rico berjalan menuju ruang restoran. Tapi, Rico merengek tidak setuju. Rico ingin memakan makanan KFC. Sehingga Nayra dan Kenzo mengabulkan keinginan anaknya.
Mereka memilih duduk di tempat umum saja karena Rico melihat ada taman bermain mini untuk anak-anak. Hal itu membuat Rico ingin bermain lagi.
Nayra dan Kenzo mengawasi aktivitas Rico yang sedang bermain perosotan bersama anak-anak yang lain.
"Kak Kenzo, bagaimana kita membuat video vlog saja," ucap Nayra membuka topik pembicaraan pada Kenzo.
Kenzo yang menatap Rico yang berada tidak jauh dari posisi duduknya, ia mengalihkan pandangannya menuju ke arah Nayra.
"Ponsel kakak saja, ponselku memorinya sudah penuh karena buat video di tempat bermain tadi." sahut Nayra lalu ia mengambil ponsel Kenzo dari tangannya.
"Tidak perlu memeriksa ponsel dulu kak, aku tidak akan memeriksa hasil chat kakak," ucap Nayra dan ia membuka aplikasi kamera untuk membuat video.
"Hallo guys, sekarang aku, suamiku dan anakku sedang berlibur di Mall. Memang terlihat biasa saja tapi kebersamaan terasa indah. Oh ya, suamiku sedang makan nih guys. Kalian mau lihat suami aku dan anakku," ucap Nayra dengan mengarahkan kamera pada Kenzo yang sedang menerima makanan yang dipesan dari pelayan KFC dan ia merubah posisi kamera menuju ke arah Rico yang sedang bermain.
"Kak, aku mau ajak Rico makan dulu nanti makanannya dingin." pamit Nayra dan Kenzo mengangguk mengiyakan perkataannya.
Nayra berjalan mendekati Rico untuk memanggilnya makan.
"Rico sayang, mari kita makan dulu ya nak. Makanan yang dipesan sudah datang. Nanti makanan tidak dimakan sekarang rasanya dingin," ucap Nayra sedikit berteriak.
Rico yang mendengar perkataan mamanya, ia langsung berjalan keluar dari taman bermain mini menuju ke arah mamanya.
__ADS_1
"Iya Ma, Ico udah lapal. Mama buat video lagi ya untuk dokumentasi mama?" ucap Rico dengan suara cadelnya.
"Benar nak, duh pintar sekali anak mama ini. Mana wajahnya imut, pintar dan soleh pula. Hem... Mama makin sayang sama Rico," ucap Nayra dengan arah kamera menuju pada wajah Rico yang sedang dicubit oleh Nayra dengan gemas.
Rico terlihat kesakitan karena cubitan kasar dari mamanya. Ia langsung mengigit tangan mamanya yang meringis kesakitan.
"Hahaha... Sakitnya satu cama ama Ico." Rico berlari kecil menuju Papa Kenzo karena tidak ingin terkena amukan dari mama Nayra.
"Rico, jangan lari! Tanggung jawab tangan mama merah begini," ucap Nayra membuat Rico tertawa senang.
Nayra hanya menghela nafas kasar saat melihat anaknya yang berhasil menghindarinya.
"Guys, abaikan saja anak aku itu suka usil dan resek. Sukanya buat mamanya jengkel," ucap Nayra yang masih memegang ponsel untuk merekam aktivitas mereka hari ini.
Sesampainya di depan kursi yang ditempatinya tadi, ia Nayra mendudukkan diri di atas kursi yang ternyata Rico sudah duduk diatas pangkuan Kenzo.
"Hai Mama! Ico duluan campai cini," ucap Rico dengan mengulurkan lidahnya di hadapan Nayra.
"Hayo Rico, jangan kurang ajar sama mama. Nanti mama gak kasih makan baru tahu rasa," ucap Nayra tegas membuat Rico takut.
Nayra men-foto semua makanan yang dipesannya, setelah itu ia mengembalikan ponsel pada Kenzo.
"Ayo makan Rico, jangan resek jadi orang," ucap Nayra yang melihat sekilas ke arah Rico yang sedang menggigit tangan Kenzo.
Terima kasih sudah membaca novel ini♥️ Follow akun aku ini ya "Izma" untuk mengetahui semua karya tulis novel aku; Bisa klik novel ini untuk memberi like 👍; Beri rate ⭐; Beri gift🎁; Beri love ♥️ dan beri komentar yang baik untuk mendukung novel gratis ini.
Informasi khusus untuk update daily novel ini mulai tanggal 28 November - 04 Desember 2022 ya.
Selamat Membaca ♥️
__ADS_1