
Setelah menyuapi Rico makan dan memberi obat, Nayra bergegas keluar dari ruang kamar Rico dengan membawa nampan berisi piring kotor di tangannya.
Nayra berjalan menuju ke arah dapur untuk memberikan piring kotor.
"Lapar sekali aku, apa aku buat nasi goreng saja lebih praktis. " batin Nayra. Ia mengambil bahan makanan di dalam lemari kulkas untuk memasak.
"Nona Nayra, ada yang bisa saya bantu?" tanya Pelayan Miya.
Nayra menoleh ke arah belakang yang ternyata ada pelayan Miya yang berdiri sopan di hadapannya.
"Tidak, saya bisa memasak sendiri. Kamu siapkan makan malam untuk suami saja saja." jawab Nayra membuat Pelayan Miya menyerhitkan keningnya merasa binggung.
"Maaf Nona, kenapa todak memasak untuk Tuan Kenzo saja?" tanya Pelayan Miya sedikit ingin tahu.
"Tidak perlu tahu masalah orang lain, kamu cukup mengurusi tugasmu!" sahut Nayra cetus karena ia tidak ingin bercerita apapun pada orang lain.
"Baiklah, maafkan saya. Saya izin memasak." pamit Pelayan Miya undur diri di hadapan Nayra.
Entah kenapa emosi Nayra menjadi labil dan tak terkendali. Apa mungkin ia datang bulan hari ini? Biasanya, dengan sikapnya tak bersahabat seperti ini mendapatkan datang bulan. Mengingat, ia sedang lapar di dapur. Ia memfokuskan pikirannya untuk menyelesaikan masakannya agar bisa makan.
__ADS_1
Setelah setengah jam berkutik di ruang dapur, akhirnya makanan nasi goreng yang dibuat oleh Nayra telah masak. Ia membawa piring berisi nasi goreng ayam kesukaannya, lalu, ia membuat jus alpukat untuk diminumnya. Ia memilih duduk di meja makan pembantu karna meja makan biasa digunakannya bersama anak dan suaminya jaraknya sedikit jauh. Belum lagi nanti ada Kenzo yang datang mencarinya, pasti makanan yang dibuatnya diculik.
Nayra melahap habis makanan nasi goreng ayam dengan cepat hingga habis tanpa sisa. Ia meneguk habis jus alpukat yang dibuatnya. Sungguh hari ini terasa melelahkan tapi mengasyikkan. Banyak hiburan bermain membuat Nayra sangat lapar.
Setelah menyelesaikan makannya yang menjadi makan malamnya. Nayra menyuruh pelayan Miya agar membawakan piring dan gelas kotornya. Ia berjalan keluar dari ruang makan pembantu menelewati ruang dapur bersih dan ruang makan elitnya.
Disana Nayra melihat sudah ada berbagai makanan yang disajikan di atas meja. Ia melewati meja makan itu perutnya sudah kenyang dan ia butuh program diet agar tidak gemuk dan buncit.
Nayra menaiki anak tangga menuju ruang kamarnya. Setelah sampai di depan pintu kamarnya, dibukanya pintu kamar itu lalu ia melangkah masuk ke dalam ruang kamarnya. Ia melihat tas koper yang dibawa oleh Kenzo telah tersusun rapi di dalam kamarnya. Ia tak menghiraukan tas koper Kenzo yang seluruh pakaiannya belum dibereskan ke dalam lemari pakaian. Tapi, tatapan matanya menangkap sebuah benda pipih yang berbunyi di dalam tas ranselnya.
Nayra pun berjalan menuju tas ransel Kenzo untuk mengambil ponsel Kenzo. Dilihatnya layar ponsel Kenzo yang menampilkan nama Messi.
"Messi? Ngapain dia menelpon Kak Kenzo? Apa jangan-jangan Kak Kenzo masih berhubungan dengan pelakor murahan itu?" Nayra tidak berniat untuk mengangkat sambungan panggilan masuk di ponsel suaminya. Ia terlihat berpikir keras saat menerima kabar yang mengejutkan.
Nayra mendengar suara percikan air di ruang kamar mandinya.
"Pasti Kak Kenzo sedang mandi, lebih baik aku periksa saja chat yang dikirim oleh Messi." sebelum Nayra membuka aplikasi hijau untuk menerima pesan dari Messi, ia mengklik peraturan agar tanda bacanya belum terdeteksi.
Dilihatnya isi pesan Messi yang membuat hatinya kembali terluka. Ia memejamkan kedua bola matanya sejenak untuk memantapkan hati agar tetap tenang dalam membaca semua pesan Messi yang tulisannya panjang kali lebar kali tinggi ditambah lagi typo yang merajalela membuat ia sakit kata.
__ADS_1
Pesan Messi
Messi : "Kak Kenzo, tolong angkat telepon aku. Aku ingin berbicara penting dengan kakak."
Messi : "Kak, kenapa menolak teleponku? Apa kakak masih takut dengan Nayra karna kakak masih berhubungan denganku hari ini? Bukankah sudah satu minggu, aku tidak menganggu hidup kakak? Kakak tahu gak teman kakak bernama Zico itu bukan hanya seorang cassanova tapi dia seorang psikopat. Aku disiksa habis-habisan kak dan seluruh tubuhku terasa remuk dan banyak luka. Sekarang aku diusir kak, tolong jemput aku di rumah Kak Zico, kak. Kedua kakiku sangat sakit untuk berjalan sendiri."
Nayra yang membaca semua isi pesan dari Messi, ada rasa geram bercampur murka. Rasanya ia ingin bahagia karna teman kak Kenzo yang memberikan siksaan pada Messi tanpa ampun. Anggap saja itu sedikit hukum karma atas perbuatan jahatnya. Nayra tidak berniat untuk membantu Messi dalam kesusahan. Ia sangat tersakiti atas pengkhianatan Messi yang merebut suaminya dari dirinya. Bisa dibilang dendam tapi dendam Nayra bukan murahan. Balas dendam terbaik adalah menjadikan diri sendiri lebih baik.
Tidak ingin membuang waktu karna membaca isi pesan tidak penting. Nayra menghapus semua isi pesan Messi dan tidak lupa ia memblokir nomor dan semua akun medsos Messi di ponsel suaminya.
"Syukurin, emang enak kamu dapat karma atas perbuatanmu. Makanya, jangan jahat-jahat jadi manusia. Sesama manusia itu saling berbuat baik tapi bukan menjadi pengkhianat yang menusuk dari belakang. Masih mending Kak Zico tidak membunuhmu, Messi. Setidaknya kamu masih hidup di dunia ini," ucap Nayra dengan tersenyum bahagia.
"Apa yang kamu lakukan dengan ponselku, Nay?" suara berat Kenzo yang terdengar jelas di indera pendengaran Nayra membuat ia bungkam.
Nayra yang masih memegang ponsel Kenzo, ia merasa devaju atas kedatangan Kenzo tanpa disadarinya tadi. Ia menarik nafasnya dalam-dalam untuk menenangkan pikirannya. Kemudian, ia membalikkan tubuhnya ke arah belakang untuk berdiri di hadapan Kenzo.
"Tidak, aku hanya mengirim video vlog kita di Mall tadi." jawab Nayra cepat dan alasan yang tepat membuat Kenzo terlihat percaya saja.
"Kalau Kak Kenzo sedang butuh ponselnya, ini ambil dulu dan aku bisa mengirim sisa videonya nanti." Nayra menyerhitkan ponsel yang dipegangnya pada Kenzo.
__ADS_1
Kenzo yang telah membersihkan diri dan berpakaian casual kaos rumahan dan celana pendek itu ketampanannya semakin bertambah dan membuat Nayra sedikit terpesona.
"Baiklah, aku ambil dulu ponselku. Kamu langsung mandi sana. Bau badanmu sudah masam." usir Kenzo membuat Nayra menatap kedua bola mata malas ke arah Kenzo.