
Grand Opening Xander Park akan diadakan pukul 10 siang hari ini. Tim dari RAF sudah bergerak dan bersiap sejak jam 6 pagi. Karangan bunga sudah memenuhi halaman parkir luar XP Mall. Aiden tampak sibuk menyambut beberapa tamu penting yang datang. Acara berlangsung meriah berkat MC Hannah Fang. Tim RAF baru bisa beristirahat setelah waktu menunjukkan pukul 2 siang.
"Makan dulu Rin, kamu jangan banyak bolak balik donk, kaki baru sembuh juga." ucap Richie.
"Iya, makan bareng yuk."
Mereka masuk ke dalam satu resto di XP Mall yang baru dibuka. Setelah makan, mereka pulang menggunakan mobil Richie. Sesampainya mobil di depan rumah Airin, Richie memberanikan diri memegang tangan Airin. Airin tampak kaget dan belum siap untuk itu.
"Rin, sepertinya aku bisa gila jika tidak membicarakan hal ini secepatnya. Maaf, kamu pasti kaget. Tapi kamu juga pasti bisa menebak apa yang aku rasakan. Aku tahu aku sudah janji untuk tidak membahas ini. Tapi maaf sekali lagi Rin, aku merasa aku akan kehilangan kamu jika aku tidak memulai. Tidak apa aku gagal, asal aku sudah mencoba. Sejak pertama aku ngomong kalau aku suka kamu, perasaan aku belum pernah berubah Rin. Pernah aku mencoba untuk melupakanmu saat di Amerika dulu. Tapi bertemu denganmu lagi malah membuat perasaan cinta itu semakin kuat." Richie masih menggenggam tangan Airin.
__ADS_1
"Richie aku...ga bisa. Maaf. Kamu terlalu baik untukku Ric. Terima kasih atas kejujuranmu, tapi sungguh aku ga bisa." Airin menarik pelan tangannya.
"Kita bisa coba jalanin dulu Rin, aku tulus sayang kamu dan Vely." Richie memohon.
"Aku tahu kamu tulus, aku bisa ngerasain itu.Tapi aku ga bisa Ric. Aku tidak mau kita membahas ini karena aku takut ini bisa merusak hubungan pertemanan kita."
"Mama kamu pernah telepon aku. Beliau meminta aku untuk nolak kamu jika terjadi hal seperti ini. Aku tidak bisa menolaknya karena aku tahu dia tidak pernah merendahkan aku. Aku bisa mendengar dari suaranya Ric, suara seorang ibu yang meminta dengan tulus untuk kebahagiaan anaknya." Airin akhirnya jujur.
"Kebahagiaan aku itu kamu Rin." suara Richie meninggi.
__ADS_1
"Aku lebih memerlukanmu sebagai sahabat Richie. Itu yang terbaik." tegas Airin.
"Baiklah Rin, aku hargai pilihanmu. Perasaan aku tulus dari dulu hingga sekarang. Dan ketulusan itu demi kebahagiaanmu, bukan aku. Aku percaya jika ingin bahagia cinta itu harus datang dari kita berdua, bukan hanya aku. Namun, entahlah, mencintaimu dalam diam pun adalah kebahagiaan untukku. Masuklah, kamu pasti capek." Airin turun dari mobil dan masuk ke rumahnya.
Richie menghela napas panjang. Ia tidak tahu keputusan untuk menyatakan perasaannya benar atau salah. Richie hanya merasa dia harus bergerak setelah tahu bahwa Aiden adalah seorang duda. Ya, dia tidak sengaja mendengar percakapan Aiden dengan seorang temannya saat opening XP Mall tadi. Richie merasa Aiden memperlakukan Airin dengan berbeda. Setidaknya itu yang Richie rasakan sebagai sesama pria. Dan semuanya perfectly gagal ditambah campur tangan mamanya. Richie selalu mengalah dengan mama Desy karena mamanya memiliki penyakit jantung. Dan Richie satu-satunya anak laki-laki di keluarga Andirawan. Adiknya, Victoria, sedang kuliah di Belanda.
****
Hai semua, ini novel pertama aku..Please klik like jika kalian suka ya. Dukungan kalian sangat berharga untuk motivasi aku menulis. Terima kasih.
__ADS_1