Bukan Pelarian

Bukan Pelarian
BAB 17


__ADS_3

Pukul 18.20 Aiden datang ke rumah Airin. Ia membawa sekeranjang buah untuk mama Rianti dan sebuah boneka Dora besar untuk Vely. Vely pun melompat kegirangan sambil memeluk boneka yang berukuran sama besar dengan dirinya. Mama Rianti senang melihat cucunya bahagia. Itu salah satu prioritas utama dalam memberikan restunya kepada siapapun nanti yang melamar putrinya.


Airin turun dengan dress turtle neck hitam selutut dan menenteng sebuah blazer kotak-kotak merah untuk jaga-jaga saja pikir Airin. Rambutnya dibiarkan terurai. Ia memakai heels 7 cm untuk mengimbangi tinggi badan Aiden. Airin merasa ia lebih pendek sekitar 20 cm dari Aiden.


"Vely, mama pergi bentar ya. Vely di rumah sama oma." Airin membungkuk sambil berbicara dengan Vely.


"Ok ma, film Dora di tv uda mau mulai, Vely nonton di kamar mama ya. Bye ma..Om Aiden makasih ya Dora nya."


Vely berlari ke atas. Setelah mereka berpamitan dengan mama Rianti, mereka masuk ke mobil Aiden.


"Darren ga apa-apa sering ditinggal?" Airin mengawali pembicaraan mereka.


"Ada mama sama papa di rumah. Lagian Darren lebih sering di kamarnya, main game, piano, nonton." jelas Aiden.

__ADS_1


"Kita mau kemana?"


"Makan malam." Aiden tersenyum ke Airin.


Mereka menuju sebuah tempat makan yang lumayan jauh dari kota. Sekitar satu jam perjalanan dengan rute menanjak. Akhirnya sampailah mereka di satu hotel mewah di atas bukit. Aiden mendatangi bagian resepsionis dan diantar ke salah satu meja VIP dengan pemandangan indah yang memperlihatkan lampu kota seperti bintang yang bertaburan.


"Dingin ga, Ai?" tanya Aiden yang duduk di depan Airin. Meja makan itu berada di ruangan terbuka dengan atap yang dihiasi lampu hias.


"Mau makan apa Ai?" tanya Aiden memecah lamunan Airin. Setelah memesan makanan mereka berbincang.


"Ai, mungkin kamu merasa ini terlalu cepat. Hanya saja aku merasa aku sudah sangat mengenalmu. Aku menyukai semua hal tentangmu. Mengingat aku sudah memiliki Darren, aku ragu apakah kamu mau menerimaku." ucap Aiden sambil menatap Airin.


"Aku... bukan wanita sempurna Aiden. Banyak hal tentangku yang belum kamu tahu. Mungkin kita bisa menjalaninya pelan-pelan sambil kita bisa lebih mengenal lagi. Kita bukan anak remaja yang bisa bebas berpacaran. Waktu kita bisa bersama pun sangat terbatas." Airin menjelaskan.

__ADS_1


"Aku senang kamu mau memberiku kesempatan Ai. Kita bisa menjalaninya bersama, nanti kita ajak Darren dan Vely juga jalan-jalan. Kita jalanin sebagai keluarga baru." Aiden menggenggam tangan Airin.


"Dingin banget Ai tangan kamu." Airin bingung apakah tangannya dingin karena gugup atau angin malam yang memang dingin.


"Hahaha...kamu seh mendadak ngomong kayak tadi, kan aku belum siap." Airin mencoba untuk bercanda walaupun terkesan garing.


"Ai, aku bukan tipe pria yang romantis. Serius. Hanya saja ucapanku selalu jujur dengan apa yang aku rasakan." Aiden menggosok telapak tangan Airin biar hangat. Airin tersenyum. Ia merasa nyaman dengan apa yang dilakukan Aiden. Sudah lama Airin tidak melakukan skinship dengan lawan jenis. Dan ini awal yang cukup manis untuk memulai semuanya. Pelayan membawakan makanan pesanan mereka. Aiden juga memesan beberapa menu untuk take away ke rumahnya dan rumah Airin.


*****


Hi lovely readers.. Semoga kalian suka ya dengan ceritanya. Boleh comment masukan dan sarannya. Di episode kali ini, author kasih visual Airin ya.


__ADS_1


__ADS_2