
Namaku Alisya.
Teman-teman dan keluargaku biasanya memanggilku dengan panggilan Ica.
Ayahku adalah Seorang Guru SMP Dan ibuku hanyalah seorang Ibu rumah tangga biasa. Tapi untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga, Ibu membuat kue dan menitipkan nya di warung serta minimarket tempatku bekerja.
Aku bekerja sebagai Kasir diminimarket yang tidak terlalu jauh dari rumah.
Aku cuma lulusan SMA saja.
Orangtuaku tidak memiliki Biaya yang cukup untuk menyekolahkanku ke perguruan tinggi meskipun Aku sangat ingin kuliah.
Aku memiliki seorang adik perempuan yang sangat Aku kagumi.
Di usia nya yang Masih 24 tahun, Dia sudah menjadi Kepala marketing di salah Satu perusahaan handphone yang cukup ternama.
Dia cantik dan smart.
Dia sangat memperhatikan penampilan nya.
Dari ujung Kepala hingga ujung kaki smuanya sempurna.
Aisyah nama nya.
Kami cuma berdua bersaudara, jadi sangat dekat satu sama lain.
Sejujurnya terkadang Aku iri melihat Aisyah. Dia sosok perempuan yang sempurna bagi kaum Adam.
Tak heran jika banyak pria yang ingin menjadi pacaranya.
Dia sudah sering kali bergonta ganti pacar. Dan keseluruhan pacar nya tentu saja seorang yang tajir melintir.
__ADS_1
Jauh Berbeda denganku.
Di umurku yang menginjak 28 tahun ini, Aku baru satu kali berpacaran.
Dan Itupun cuma cinta monyet masa SMP dulu.
Dan sampai Saat ini aku masih saja berstatus jomblo.
Miris.
Sebenarnya Aku tidaklah jelek.
Wajahku Mirip denga Aisyah.
Hanya saja cara kami merawat diri yang Berbeda.
Aisyah bisa menghabiskan ratusan Ribu uang hanya untuk membeli peralatan make up nya. Sementara Aku cukup dengan sedikit pelembab, bedak Tabur, pencil Alis dan sedikit lipstik untuk mencerahkan bibirku yang berwarna sedikit gelap.
Mungkin Karena Aku anak sulung, jadi Aku merasa Ikut bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
Sementara Aisyah meskipun bergaji cukup besar, tapi gajinya habis untuk membeli keperluan pribadinya dan membayar cicilan motor yang baru beberapa bulan Dia beli secara kredit.
"Selamat pagi bu". Sapaku pada ibu yang sedang menyiapkan nasi goreng untuk kami sekeluarga sarapan.
Kulihat Aisyah keluar dari kamarnya dan menuju ke arah ku yang sudah duduk di meja makan sambil melahap nasi goreng buatan Ibu bersama Ayah.
Dia Duduk di kursi sebelahku sambil menyeruput segelas teh dan memakan buah apel yang ada di depannya.
"Kamu tidak sarapan nasi goreng? " tanya Ayah.
"Nanti kamu lapar, makanlah sedikit" Kata ayah lagi.
__ADS_1
"Aku sedang diet ayah. Memakan makanan yang berat diwaktu pagi tidak baik untuk tubuhku" ujarnya.
Dia benar -benar sangat menjaga penampilannya.
Hanya naik berat badan 2 kilo saja dia sudah panik dan melakukan diet abis-abisan untuk menurunkan nya.
Jauh beda denganku yang cuek dan masa bodo dengan Ikuran tubuh.
Setelah makanku selesai, Aku berpamitan untuk berangkat kerja.
Aku menyalami ibu dan ayahku serta mengacak pelan rambut Aisyah yang sudah disisirnya rapi.
Dia mendengus kesal dan meneriakiku.
Aku tertawa kemudian berlalu menuju pintu dan berangkat dengan berjalan kaki menuju minimarket tempatku bekerja.
Aku dan Aisyah memang adalah Dua bersaudara yang bertolak Belakang.
Aku cenderung cuek, humoris dan sedikit tomboy.
Sementara Aisyah dia sangat feminim dan sedikit pendiam.
Tapi Sejujurnya kami cukup dekat dan sering kali saling berbagi cerita sebelum tidur di kamar masing masing.
Kadang dia yang masuk kedalam kamarku atau sebaliknya Aku yang masuk kedalam kamarnya hanya untuk berbagi cerita tentang hari yg sudah kami Jalani hari Itu.
ALISYA👇👇👇
__ADS_1
AISYAH☝️☝️☝️☝️