Bukan Pengantin Pilihan

Bukan Pengantin Pilihan
Extra Part bag.2


__ADS_3

***


Waktu terus bergulir begitu cepat.


Tanpa terasa kandunganku sudah menginjak 9 bulan.


Sudah 9 bulan pula berarti Aku tinggal di Pontian Malaysia bersama orangtua Mas Ali dan Oma.


Setelah Aku dinyatakan hamil oleh dokter, Mas Ali akhirnya Memutuskan agar Aku stay dulu di Malaysia bersama orangtua nya.


Demi calon baby kami katanya.


Permintaan Mas Ali tentu saja beralasan, mengingat Dokter yang merawat kandunganku ada di Malaka.


Mama mertua hari ini ingin mengajakku untuk berbelanja kebutuhan calon baby.


Setelah meminta izin pada Mas Ali lewat sambungan telephone, karena Mas Ali lagi di Indonesia mengurus pekerjaan nya.


Aku dan Mama mertuaku berangkat di antar oleh supir pribadi keluarga Mas Ali.


Aku dan Mama Mertua berjalan menuju salah Satu toko babyshop yang tidak terlalu jauh dari rumah.


Aku dan Mama sibuk memilih perlengkapan yang cocok dan sesuai untuk calon cucu nya.


Mama memilih pakaian dan pernik-pernik dengan motif bergambar bola dan beberapa karakter kartun seperti smurf dan tayo, karena dari hasil USG bulan kemarin, Dokter mengatakan pada kami bawa calon baby yang Aku kandung berjenis kelamin laki-laki.


Selesai berbelanja, kami menuju parkiran Mobil yang berseberangan dengan toko babyshope tempat kami berbelanja.


Disana sudah menunggu supir pribadi keluarga Mas Ali yang mengantar kami.


Ketika hendak menyeberang, dari arah kananku melaju sebuah Mobil sport yang nyaris menabrak tubuhku.


Aku refleks melompat mundur untuk menghidarinya, tapi kaki kiriku menginjak kerikil kecil, hingga Aku terpeleset dan jatuh terhetak.


Kurasakan sakit yang luar biasa di bagian perut bawahku.

__ADS_1


Darah segar mengalir deras disela selangkanganku.


Aku yang trauma dengan masa lalu ketika Aku mengalami keguguran, langsung berteriak pada Mama mertua yang ada disampingku.


Terakhir kuliahat wajah Mama mertuaku yang sedang panik.


Setelah Itu semua nya gelap.


***


Kepalaku terasa sangat berat.


Kubuka pelan mataku melihat langit -langit berwarna putih dengan lampu yang sangat terang.


Kembali kupejamkan mataku, pelan-pelan kupijit keningku.


Kepalaku terasa semakin berdenyut.


"Sayang, kamu udah sadar? " ferdengar suara Mas Ali lembut bertanya tentang keadaanku.


"Mas... Aku pendarahan.. Anak kita?? apa dia baik-baik Saja? " kataku sambil memegang perutku yang sudah kembali normal.


Mas Ali mencium keningku.


"Anak kita sehat sayang. Mereka Selamat."Kata Mas Ali padaku.


Aku menangis bahagia dalam pelukannya.


"Kamu pingsan ketika mengalami pendarahan kemarin, Mama dan Pak Adi Supir kita segera melarikanmu kerumah sakit. Dokter langsung menangani mu dan melakukan operasi untuk menyelamatkan baby kita. Dan yang harus kamu tau, ternyata kita memiliki bayi kembar sayang!! " Kata Mas Ali dengan penuh rasa bahagia.


"Bagaimana bisa? Bukan nya waktu kita USG baby nya cuma satu dengan Jenis kelamin laki-laki? " tanyaku tidak percaya.


"ALLAH maha pemberi rahmat. Tidak ada yang tidak mungkin baginya. Dokter kaget ketika melihat kantung ketuban anak kita yang tidak pecah dan bergerak-gerak. Ketika di sobek, ternyata ada bayi perempuan yang sangat mungil didalam nya. Dokter sendiri kaget sayang,.! Mas juga kaget mendengar ceritanya. " kata Mas Ali lagi menjelaskan padaku.


Aku menyimak sambil berurai air mata Bahagia.

__ADS_1


"Anak kita Kembar. Sepasang. Lelaki dan perempuan. Mereka sekarang masih dalam ruangan inkubator. Inshaa ALLAH segera bisa kita lihat. " katanya lagi.


Aku mencium tangan nya berulang kali.


Dia memelukku erat-erat dan terus mencapkan rasa syukur.


"I love u sayang! " katanya padaku.


"Love you too" jawabku sambil menyeka setetes air mata yang jatuh di pipinya.


Kami menangis Bahagia.


Trimakasih Ya ALLAH.


***


Setelah satu minggu berada di rumah sakit. Akhirnya Aku bisa kembali kerumah bersama baby twins ku.


Kami disambut dengan sangat bahagia oleh keluarga.


Ada Ibu, Ayah dan Aisyah juga yang datang dari Indonesia.


Mama Mertua dan Ibuku langsung menggendong kedua Anak kami dengan penuh sukacita.


Ahmad Alan Ali dan Putri Alana Ali, Dua nama yang kami sepakati untuk kami sematkan pada kedua malikat kecil kami.


Alan dan Alana adalah kedamaian yang hadir dalam kami, pelipur Lara kami.


Semoga tumbuh menjadi anak yang sholeh dan sholeha, kebanggaan keluarga.


Aamiin Ya ALLAH.


THE END


semoga ceritanya ini cukup memuaskannya para pembaca yang sudah Duduk mampir membaca, memberi komentar dan support pada novel saya perdana saya ini.... Mohon maaf atas segala kekurangan yang terdapar di dalam nya..

__ADS_1


Terimakasih yaa... 😊


__ADS_2