
Kepalaku terasa sangat berat sekali, mungkin akibat kurang tidur dan terlalu banyak menangis.
Aku duduk di tepi jendela kamar yang menghadap ke arah badan jalan.
Kupijit perlahan kepalaku sambil menyandarkan tubuhku pada pintu Jendela.
Kulihat dari kejauhan mobil Pajero Sport milik Mas Ali datang mendekat.
"Dari mana dia tau kalau Aku disini? " tanyaku dalam hati.
Segera ku tutup jendela dan mengunci pintu kamar lalu berdiam diri di tempat tidur.
Terdengar jelas suara Ibu, Ayah, Aisyah dan Mas Ali di sambut oleh Bukde dan Pakde.
Aku diam dalam kamar.
Bukde mengetuk pintu kamar dan memanggilku untuk keluar kamar.
Aku terus diam tidak menjawab.
"Ica.. please Buka pintu nya sayang..!! kita harus bicara!!" kudengar suara Mas Ali dari luar pintu kamar.
Aku terus diam tanpa bersuara.
"Ca.. kalau kamu tidak mau buka pintu nya, Mas akan dobrak pintu ini sampai terbuka!!" katanya lagi setengah bwrteriak.
"Pergilah Mas.. Aku butuh waktu untuk menghimpun kekuatan.!! Aku tau semua ini terjadi atas permintaanku, tapi aku gak siap Mas.. !! Aku gak sanggup..!!" kataku sambil menangis di balik pintu.
"sayang.. dengar!! tidak akan pernah ada pernikahan antara aku dan Aisyah. Aku juga tidak bisa melakukan nya.. dan Itu mutlak dilarang dalam agama kita.!! Jadi tidak mungkin semua Itu akan terjadi..!! Aku cuma mencitai kamu sayang!! jadi please buka pintunya, kita bicarakan semua nya baik-baik".
Ku buka pintu kamar perlahan.
__ADS_1
Mas Ali langsung memelukku dan mencium keningku berulang kali.
"Tidak akan pernah ada pernikahan antara Aku dan Aisyah ataupun dengan orang lain. Istriku itu cuma kamu satu dan untuk selamanya". Aku sangat terharu mendengarnya.
Aku peluk dia erat-erat seakan tidak ingin lepas.
Diruang tamu Mas Ali menjelaskan semua kesalah pahaman yang terjadi.
" Alisya meminta Saya untuk menikah lagi karna merasa tidak mampu memberikan keturunan untuk saya, saya tau itu sebenarnya permintaan keluarga saya karna takut kalau kami tidak bisa memiliki keturunan untuk melanjutkan silsilah keluarga. Lalu Alisya menjodohkan saya dengan Aisyah karna menurutnya Aisyah lah yang pantas saya nikahi untuk bisa segera mendapatkan keturunan. Sebenarnya saya shock mendengar permintaan aneh nya itu, dan tentu saja saya tidak akan melakukannya. Tapi untuk mengetahui sebesar apa cinta dia sama saya maka saya coba turuti permintaan nya dengan syarat kami tidak boleh bercerai. Selama Aisyah di perkebunan saya sengaja mencoba mendekati Alisya agar dia cemburu dan meminta saya untuk membatalkan semua rencana nya. Tapi ternyata dia tetap pada pendiriannya. Malam itu, saya tau dia tidak tidur, dia marah dan takut kalau saya akan berbicara pada Ayah mengenai keinginan untuk menikah dengan Aisyah. Lalu saya berpura-pura bilang ke ayah kalau saya ingin berbicara penting besok pagi. Saya gak menyangka kalau reaksi Alisya sampai segitunya dan bahkan sanggup kabur meninggalkan rumah. Pemikiran Alisya tentang semua ini terlalu sempit. Dan sekarang karna semua juga udah kumpul, saya ingin luruskan segalanya. Terutama kepada Istri saya yang saya cintai, bahwa sanya tidak akan pernah ada pernikahan sama sekali. Hal yang penting yang ingin saya bicarakan adalah saya ingin minta izin pada ayah dan ibu untuk membawa Alisya berobat dan berkonsultasi ke Malaka agar kami bisa punya keturunan, Dan Bilangnya perlu kita akan melakukan bayi tabung agar dapat memiliki seorang anak. " Jelas Mas Ali pada kami semua.
Aku yang berada di sampingnya begitu terharu mendengar semua penjelasan nya.
" Aku Minta maaf Mas.. Maafkan Aku". kataku padanya sambil mencium telapak tangan nya.
Dia memelukku.
Kemudian mencium keningku dan mengangguk tanda memaafkan.
Semua yang ada diruangan pun ikut senang dan terharu melihat kami.
Aku begitu bahagia.
Sepanjang perjalanan kami bernyanyi dan tertawa bersama seperti sepasang kekasih yang baru saja menikah.
Aku terus merangkul lengan nya dan membaringkan kepalaku pada pundaknya.
Tidak jarang pula ku cium pipinya dan punggung tangan nya berulang kali.
Dia hanya tersenyum dan membiarkanku melakukan semuanya.
Lampu temaram siap menjadi penerang tidur kami malam ini.
__ADS_1
Aku berbaring di bawah ketiak Mas Ali sambil mengelus-elus dada bidangnya.
"Maafkan Aku Mas atas semua yang sudah terjadi.Aku memang bodoh dan ceroboh" kataku padanya.
Dielusnya rambutku lembut kemudian diciumnya berkali-kali.
"Jadikan ini semua pelajaran pada hubungan kita. Mas harap mulai sekarang tidak ada lagi keraguan dalam hati Ica terhadap Mas.
Apapun yang terjadi kita hadapi bersama dan jangan pernah berfikir untuk pisah lagi." katanya.
Aku mengangguk.
"Apa yang membuat Mas jatuh cinta sama Ica? " tanyaku lagi padanya.
Dia tertawa.
" Sebenarnya Mas jatuh hati sama Ica sejak pertama kali melihat Ica di minimarket. ketika Ica membalas senyuman Mas dengan sangat ramah. waktu itu Mas sempat berkata dalam hati kalau wanita yang senyum itu mirip sekali dengan Aisyah calon istri Mas waktu itu. Tapi Mas merasa wanita itu lebih tulus dari pada Aisyah. Maka nya waktu tau Aisyah kabur dan ketika itu melihat mu sedang sujud di pangkuan Ayah sambil menangis, Lalu Mas lah yang meminta pada keluargamu agar setuju Aisyah di gantikan dengan kakaknya Alisya. dan sejak malam pertama kita bersama di hotel dan saling berbagi cerita Mas semakin yakin kalau Mas tidaklah salah pilih istri. " katanya padaku dengan tatapan penuh cinta.
Aku terharu bahagia.
"Jadi yang harus sayang ingat meskipun sayang bukanlah pengantin pilihan Mas, tapi sayang adalah Wanita yang Mas pilih untuk jadi Istri Mas. Satu dan untuk selamanya. I Love U" ucapnya sambil ******* bibir mungilku.
Kubalas dengan lumatan yang lebih dalam dan menggairahkan.
"Aku mencintai mu Mas.. " balasku padanya dengan sedikit erangan karna merasa geli di bagian leherku yang sedang digigit lembut olehnya.
Aahh.. Aku sungguh merindukan pelukan, lumatan dan gigitan kecil yang melenakan ini.
Minggu depan kami akan ke Malaka untuk konsultasi pada dokter kandungan terbaik disana.
Mulai sekarang kami akan berjuang bersama agar bisa mendapatkan pewaris keluarga.
__ADS_1
Semoga ALLAH segera mengabulkan harapan kami. Aamiin.
TAMAT