Bukan Pengantin Pilihan

Bukan Pengantin Pilihan
Episode 3 : Pertunangan Aisyah


__ADS_3

Sudah lebih Dari 3 bulan lamanya Aisyah berpacaran dengan Mas Ali.


Dan Sepertinya mereka ingin kejenjang yang lebih Serius.


"Mas Ali ingin melamarku" ujarnya sewaktu curhat kemarin Malam dikamarnya.


"mbak gakpa Kalo Aku nikah duluan? " tanya nya lagi.


Aku tersenyum Dan memeluknya " Selamat ya dek, kalo memang jodohmu yang duluan ketemu ya mbak Ikut Bahagia Dek" ujarku pula.


Dan pagi ini di Meja makan Aisyah mengutarakan niat Ali yang ingin me Lamarnya pada ayah Dan ibu.


" Ayah sama ibu besok Malam Bisakan kita Ke hotel Swiss untuk makan Malam dengan kluarga Mas Ali? " Tanya Aisyah pada ayah Dan ibu.


Ibu bilang dia ngikut ayah aja dan ayah pun menyetujuinya.


"Mbak Ikut? " tanya Aisyah pula.


" Gk keknya, soalnya besok Malam Itu mbak ngajar less Dirumah nya mita, gak enak kalo harus dibatalin karna Minggu depan Dia mau ujian" ujarku menolak dengan sopan.


"Mbak doakan acaranya lancar ya" kataku lagi.


Aamiin ujarnya kami secara bersamaan.


Lalu tertawa bersama.


pulang Dari mengajar less dirumah mita, Aku Duduk diruang tengah sambil menonton TV sembari menunggu Aisyah, ibu dan ayah pulang dari jamuan makan Malam keluarga Ali.


Kudengar dari luar suara pintu Mobil terbuka. Kulihat sekilas Mobil pajero sport keluaran terbaru mengantarkan Aisyah, ibu dan ayah pulang kerumah.

__ADS_1


Kulihat raut wajah bahagia mereka.


Dan Aku Yakin ayah pasti bangga karna memiliki calon menantu yang super tajir.


"Gimana tadi? lancar? " tanyaku sambil membukakan mereka pintu.


Alhamdulillah smua lancar.


Inshaa ALLAH dua bulan lagi pernikahan nya akan dilaksanakan.


Akupun memeluknya Aisyah dan mengucapkan Selamat padanya.


kulihat Jari manisnya melingkar sebuah cincin emas dengan mutiara ditengahnya tanda pengikat dari Ali untuknya.


Pagi ini kulihat ibu sedang mengaduk bubur kacang hijau dalam panci yang sudah banyak tambalan nya karna bocor.


Kata ibu sebagai istri Dan ibu rumah Tangga kita mesti pandai pandai dalam mengelola keuangan rumah tangga, jangan boros.


kupeluk ibu yang mengaduk bubur sambil melamun.


"Ibu mikir apa? " tanyaku.


Dimatikan nya api kompor lalu menarik tanganku menuju kursi Dan kamipun duduk berhadapan.


" kamu yankin tidak apa di dahului oleh adikmu? " tanya ibu dengan Serius.


Dan akupun mengangguk sambil tersenyum.


"Nanti orang akan membicarakan mu nak. apa kamu tidak takut dibilang perawan tua tidak laku? " tanya ibu lagi.

__ADS_1


"Tidak bu" jawabku sambil tersenyum. " jodohkan Di tangan ALLAH. Inshaa ALLAH nanti ada Masanya Aku ketemu sama jodohku, yang penting ibu slalu mendoakan yang terbaik buat Aku yah" ujarku lagi sambil mencium tangan ibu.


lalu Kamipun bepelukan.


Aku Ikhlas ya ALLAH, bagiku yang penting adalah kebahagiaan keluargaku.


Aku Yakin ALLAH telah menuliskan takdir yang terbaik untuk Diriku.


Dan Inshaa ALLAH jika sampai Waktu nya nanti Aku akan di pertemukan dengan jodohku oleh ALLAH yang maha mengatur segala nya.


Dan jika boleh meminta Aku berharap Mas Fahrilah nantinya yang akan menjadi jodohku, lirihku dalam hati.


Akupun tersenyum sambil memeluk ibu lagi dengan erat.


"Aku sayang ibu" kataku.


Dan kami pun tertawa.


Ditempat kerja kuceritakan tentang pertunangan Aisyah pada Mia sahabatku.


Ku katakan Kalau mereka akan segera menikah kurang lebih dua bulan lagi.


Mia bilang Aku harus segera mengungkapkan perasaanku pada mas Fahri biar smua Nya jelas.


"Mau tunggu sampai Kapan lagi?" Tanya Mia.


"Adikmu Udah mau nikah dan kamu Sendiri masih aja jomblo dengan status yang tidak pasti". kata Mia lagi.


"Lebih baik kamu utarakan perasaan kamu ke Mas Fahri. Mana tau dia juga memang suka cuma gk berani ngungkapin nya sama kamu", ujarnya Mia lagi.

__ADS_1


"udah gak jaman kok harus nunggu lelaki dulu yang nembak. Kalo emang suka, bilang Aja terus terang. paling tidak nanti pas Nikahan adikmu kamu Udah Gak berstatus jomblo lagi. Karna Udah punya Mas Fahri yang bisa kamu kenalkan sama kluarga besarmu" , ujarnya Mia lagi.


Dan Aku pun mengangguk membenarkan ucapanya dan bertekad akan mengutarakan perasaanku pada Mas Fahri nanti setelah pulang kerja.


__ADS_2