
Aku terbangun karena merasa mual dan sangat sakit di bagian perutku.
Aku muntah berkali-kali didalam lubang westafel.
Mas Ali terbangun dan menyusulku kedalam WC, dipijit dan di balurkan nya minyak telon di bagian tengkuk belakangku.
Mencium aroma minyak telon perutku semakin terasa sakit dan mualku makin bertambah.
Aku kembali muntah-mutah.
"Mas aku gak suka bau minyak elon itu, baunya terlalu menyengat!" ujarku padanya.
Kemudian perlahan menuju tempat tidur sambil memegang perutku yang sakit.
Mas Ali membawaku ke klinik terdekat dari hotel tempat kami menginap.
Setelah menjalani pemeriksaan dan tes urine, ternyata Aku positif hamil.
Kulihat raut wajah yang begitu bahagia terpampang jelas dimuka Mas Ali.
Berulang kali diucapkan nya rasa syukur atas anugerah yang diberikan ALLAH SWT pada kami.
"I Love You sayang.. " sambil dikecupnya keningku.
Jam 14.05 kami chek out dari hotel menuju bandara untuk terbang ke Kuala Lumpur.
Tiba dikuala lumpur kami langsung menuju apartemen keluarga Mas Ali.
__ADS_1
Disana ada Papa dan Mama serta Oma yang sejak kemarin berlibur di KL.
Setelah makan malam, Mas Ali mengumumkan kepada semua keluarga tentang kehamilanku.
Semua bahagia dan memberikan ucapan selamat pada kami.
Kami tinggal selama dua hari dan mengunjungi beberapa tempat wisata di KL, termasuk Twin Tower yang menjadi salah satu objek wisata ternama di Kuala Lumpur Malaysia ini.
Kami sampai di Indonesia tepat jam 13.45wib waktu Indonesia.
Dengan taxi kami menuju rumah Ayah.
Ayah dan Ibu menyambut kami dengan bahagia.
Dari dalam dapur keluar Aisyah yang langsung memelukku sambil mengucapkan maaf.
Dijabatnya tangan Mas Ali.
"Maafkan Aku Mas" ujarnya pada Mas Ali yang menyambut uluran tangan nya sambil tersenyum.
"Sudahlah mari kita lupaka semuanya, mana mungkin aku membenci adik iparku sendiri" kata Mas Ali padanya.
Kami tersenyum lega.
Kulihat ayah dan Ibu tersenyum bahagia melihat kami yang akhirnya akur.
Kebahagiaan mereka bertambah lagi ketika Mas Ali menceritakan tentang kehamilanku yang baru menginjak empat minggu pada mereka.
__ADS_1
Jam 11.20 Mas jalal datang menjemput kami pulang keperkebunan.
Sepanjang jalan aku cuma tidur tanpa memperdulikan pembicaraan antara Mas Ali dan Mas jalal.
Tiba dirumah hari sudah malam dan kamipun langsung beristirahat.
Aku mengalami morning sickness, kata dokter itu adalah gejala wajar pada ibu-ibu yang sedang hamil muda.
Tiap pagi aku selalu muntah-muntah sampai badanku terasa sangat lemas. dan aku akan muntah lagi tiap kali mencium aroma masakan dari dapur.
Semenjak hamil Mas Ali jadi sangat protektif padaku.
Bahkan dia melarangku untuk mengikuti kegiatan PKK yang rutin aku ikuti setiap minggunya.
Hal itu membuatku jadi sedikit kesal padanya. bagiku, kegiatan rutin ibu-ibu PKK itu adalah hiburan yang bisa merefresh sedikit fikiranku yang terkadang sering merasa kesepian.
Tapi Mas Ali bilang kegiatanku itu terlalu berbahaya untuk janin yang aku kandung.
Dia tidak lagi mengizinkan ku berjalan-jalan sore bersama bik Sumi untuk sekedar menyapa para petani yang selesai bekerja ketika sore hari.
Aku sungguh merasa sangat bosan hanya berdiam diri dirumah tanpa melakukam pekerjaan apapun.
Bahkan untuk berhubungan suami istri Mas Ali tidak mau melakukan nya, dia takut terjadi sesuatu yang tidak baik pada janin kita nanti katanya.
Tidak jarang aku jadi menangis sendiri karena merasa kesal pada Mas Ali.
Aku sungguh merasa bosan yang teramat sangat.
__ADS_1
Meskipun begitu aku harus kuat demi calon baby kami. Ujarku dalam hati.