Bukan Pengantin Pilihan

Bukan Pengantin Pilihan
Episode 2 : Curhat


__ADS_3

Aku berjalan sambil bedendang kecil menuju minimarket tempatku bekerja.


Jarak dari rumah menuju minimarket memang tidaklah berapa jauh, hanya beberapa lorong saja yang Aku lewati untuk mencapai minimarket tempatku bekerja.


Pagi ini sangat cerah, secerah hatiku yang sudah tidak sabar untuk segera sampai di minimarket tempatku bekerja.


Sudah hampir 3 tahun lamanya Aku bekerja sebagai Kasir di minimarket ini.


Aku sangat betah kerja disini karena memiliki teman-teman kerja yang sangat baik. Terutama Mia sahabat yang sudah kuanggap seperti saudaraku sendiri.


Selain Itu, Aku juga suka bekerja di minimarket ini karna ada Mas Fahri.


Dia adalah HRD Di minimarket ini dan Aku sangat menyukainya.


Bagiku dia begitu berkharisma.


Sosok yang tidak hanya tampan tapi juga kharismatik Dan cool.


Dia begitu baik, ramah dan sangat mengayomi.


Sungguh Aku benar benar jatuh cinta pada nya.


Cuma dia lelaki Satu-satu nya di minimarket ini yang tidak pernah menitipkan salam untuk Aisyah padaku.


Aku merasa dia sangat menjaga perasaanku. Dan Sepertinya Dia juga menyukaiku.


Aku melirik jam tangan mungil yang melingkar di pergelangan tanganku.

__ADS_1


Kulihat sudah jam 11.30 sebentar lagi jam istirahat makan siang.


Untuk makan siangpun Aku biasanya pulang kerumah.


Mia menghampiriku dan berbisik tiba -tiba di sebelahku.


"Lihatlah lelaki yang ganteng Itu, yang sedang berbicara dengan Mas Fahri, dia Sepertinya adalah pemasok sayuran yang Baru di minimarket ini" ujar Mia.


"Ganteng bangettt kan yaaaaakkkk?? " ujarnya Mia lagi.


Aku cuma melihatnya sekilas, tersenyum dan menganggukkan kepalaku tanda setuju pada Mia.


" Andai aja dia mau denganku, Aku rela deh tinggal di kebun sayur yang penting punya suami yang ganteng kek gitu" celetuk Mia lagi.


Aku Hanya tertawa mendengar ucapan nya yang ngawur sekali.


Baru saja Aku ingin menuju pintu keluar, Mas Fahri memanggilku untuk keruangan nya sebentar.


Aku pun menurutinya dan mengikutinya dari belakang untuk menuju keruangan kerjanya. Rupanya Dia ingin memberikan gajiku bulan ini.


" Ini gajimu bulan ini, dan Itu sudah termasuk upah lembur kamu ya. Trimakasih karna udah mau bantu saya kemarin " ujarnya.


Ya ALLAH, dia begitu sopan dan sangat baik. Aku benar-benar makin jatuh hati padarnya lirihku dalam hati.


"Trimakasih Mas" ujarku. Dia membalas ucapanku dengan senyuman.


Hari ini smua berjalan dengan lancar.

__ADS_1


Masih terbayang dimataku senyuman Mas Fahri yang membuat jantungku berdetak sangat kencang.


Akupun senyum-senyum sendiri sambil menutup mata dengan kedua tanganku didepan meja rias yang berhadapan tepat dengan ranjang tempatku tidur.


Tampa kusadari Aisyah masuk kedalam kamarku dan menertawakan tingkahku yang sangat aneh.


"Apa mas fahrimu Itu sudah menyatakan Cinta dengan mu?" tanya Aisyah dengan cepat karna penasaran melihat tingkah anehku.


Aku menggelengkan Kepala dan menceritakan kejadian tadi siang saat Mas Fahri mengucapkan trimakasih dan senyum tulus padaku.


Aisyah hanya menggeleng dan mengatakan Kalau Aku memang sungguh terlalu lugu katanya.


Kemudian Aku cuma Ikut tertawa.


Dia juga bercerita kalau hari ini ada lelaki yang ganteng membeli handphone di tokonya.


Sepertinya dia pria tajir karna membeli handphone seri terbaru ditoko tempatnya bekerja.


"Dia ganteng dan sangat ramah. Mas Ali namanya. Kami bertukar nomor HP Dan dia janji mau Ajak Aku makan siang sabtu depan katanya. Karna Dia tinggal diluar kota dan kemari seminggu sekali untuk mengurus pekerjaan nya. Dia Seorang pengusaha muda yang tampan" Kata Aisyah lagi padaku.


Aku Hanya tersenyum mendengarkan curhatan nya.


Puas saling curhat diapun kembali kekamarnya dan akupun membaringkan tubuhku di kasur yang cukup Empuk ini sambil berharap bisa bermimpi tentang Mas Fahri ujarku dalam hati sambil senyum sendiri peluk guling dan menciumnya berkali kali.


Selamat malam mas Fahri ujarku sambil memejamkan mata.


__ADS_1


MAS FAHRIπŸ‘†πŸ‘†πŸ‘†πŸ‘†πŸ‘†


__ADS_2