
Aku semakin terpuruk ketika tau dokter telah mengangkat salah satu indung telurku yang hancur karna hentakan yang keras saat aku mengalami keguguran kemarin dan menurut dokter kemungkinanku untuk bisa hamil lagi sangatlah kecil.
Setelah satu minggu di rumah sakit, akhirnya dokter memperbolehkan ku untuk pulang kerumah.
Dia memberi saran agar aku tidak terlalu banyak bergerak dulu.
Aku harus menjaga kesehatanku lebih baik lagi dan tidak memikirkan hal-hal yang dapat membuatku stres.
Karna kondisiku yang masih dalam pemulihan maka ayah mengizinkan Ibu dan Aisyah ikut kami ke Perkebunan beberapa hari untuk merawatku.
kulihat Ibu dan Aisyah takjub dengan pemandangan Perkebunan yang sangat indah dan Asri.
Mereka makin takjub setelah melihat cantik nya rumah yang Aku dan Mas Ali tempati.
Mas Ali mengajak kami masuk kedalam rumah dan meminta Bik Sumi untuk mengantar Ibu dan Aisyah ke kamar tamu. Sementara Aku di papah pelan oleh Mas Ali menuju kamar pribadi kami.
Tanpa terasa tiga hari sudah Ibu dan Aisyah berada di perkebunan. dan
Akupun mulai pulih dari sakit.
"Apakah kamu sudah mulai bosan di perkebunan ini? " tanyaku pada Aisyah yang sedang menatap jauh keluar Jendela di kamarku.
Dia menggeleng.
"Kalau boleh jujur aku merasa menyesal dengan hal bodoh yang pernah aku lakukan dulu. " katanya sambil tersenyum.
Aku kaget mendengar ucapan nya.
" Dia menyesal? apa itu berarti dia menginginkan Mas Ali kembali? "pikiranku kembali berkecamuk.
__ADS_1
" Seandainya dulu aku menikah dengan Mas Ali dan tidak memilih kabur mungkin akulah yang sekarang ada diposisi mbak kan? " tanyanya lagi padaku.
Aku kaget.
Terdiam tak menjawab.
Dia tertawa lalu pergi meninggalkanku yang mematung sambil berbisik
"aku cuma bercanda mbak.. "
Setelah beberapa hari hanya berkurung di dalam kamar akhirnya malam ini Aku keluar bersama Mas Ali menuju dapur untuk makan malam.
Kulihat ibu dan Aisyah sedang menyiapkan makan malam.
Aku merasa cemburu dan cemas ketika Aisyah melayani Mas Ali saat makan.
Selesai makan Mas Ali mengantarku kembali kedalam kamar dan memintaku untuk beristirahat, sementara dia kembali keluar menuju ruang kerjanya karna masih ada pekerjaan yang harus dia selesaikan malam ini.
Aku terbangun karna merasa haus.
Kulihat Jam didinding sudah menunjukkan pukul 23.50Wib.
"Apa Mas Ali masih kerja selarut ini? " tanyaku dalam hati.
Aku berjalan pelan untuk melihat Mas Ali dan mengambil air minum.
Samar tapi jelas kudengar suara Mas Ali dan Aisyah sedang berbincang.
"kopi buatanmu enak sekali, manisnya pas sekali" kata Mas Ali memuji kopi buatan Aisyah.
__ADS_1
Air mataku tidak terbendung.
Aku masuk kembali kekamar dengan perasaan cemburu.
Teganya mereka melakukan hal ini terhadapku.
Fikiranku tidak bisa di kendalikan.
Aku benar-benar merasa cemburu.
"Istri mana yang tidak curiga dan cemburu ketika suaminya berbincang, bercanda, bahkan sampai memuji wanita lain ditengah malam buta begini? berdua pula?!" hatiku benar-benar sakit.
Akupun kembali teringat perkataan Aisya tadi siang yang menyesal karna telah meninggalkan Mas Ali dan membatalkan pernikahannya.
Aku jadi merasa yakin kalau Aisyah ingin merebut kembali Mas Ali dariku.
"Ya ALLAH apa yang harus akulakukan? " bisikku dalam isak yang tertahan.
Kudengar suara langkah kaki Mas Ali yang mendekat masuk kedalam kamar.
Kubalikkan badanku mengarah ke arah tembok dan memejamkan mataku agar Mas Ali tidak mengetahui kalau aku sedang menangis.
Tidak berapa lama kudengar dia sudah mengorok tertidur pulas.
Hari ini ibu dan Aisyah pamit pulang setelah hampir 10 hari berada di Perkebunan.
Mereka pulang di antar oleh Mas Ali yang juga harus kekota menyelesaikan pekerjaan nya.
Sementara Aku kembali di sulut amarah rasa cemburu ketika melihat Aisyah duduk di kursi depan mobil bersebelahan dengan Mas Ali.
__ADS_1