
Aku terbangun kaget mendengar suara Ibu yang masuk kedalam kamarku.
"Ayo bangun Ca, sebentar lagi tukang riasmu akan datang. Segera mandi dan shalat subuh. Ini sudah pukul 6.00 pagi. " kata Ibu membangunkanku.
"kenapa kamu tidur di sini? kenapa tidak dikamar Aisyah? kenapa kamu membiarkan suami mu tidur sendirian di kamar pengantin? " tanya Ibu lagi.
"kamu itu sekarang udah jadi istri Mas Ali. Belajarlah menerima kenyataan ya nak. Jadilah istri yang baik untuknya. Ibu dan Ayah akan selalu mendoakan pernikahan kalian" ujar ibu lagi dengan suara yang agak serak.
"baiklah bu" jawabku sambil mengambil handuk lalu menuju kamar mandi.
Selesai shalat aku menuju dapur seperti kebiasaanku.
Dan ibu kemudian menyuruhku membangunkan Mas Ali dan memanggilnya untuk sarapan sebelum perias pengatin datang.
Akupun menurutinya.
Dengan pelan ku ketuk pintu kamar Aisyah, tapi tidak ada jawaban dari dalam kamar.
Pelan-pelan kubuka pintu kamar yang tidak terkunci dan kulihat Mas Ali masih tertidur pulas memeluk bantal guling.
Aku berdiri tepat di tepi ranjang tempat dia tertidur.
Kutundukkan sedikit wajahku, lalu tanpa sengaja kulihat raut wajah lelaki yang sekarang jadi suamiku ini.
Dia benar-benar tampan.
Hidung nya mancung, bulu mata nya juga lentik, dan bibirnya juga tipis sedikit merah. Aku benar- benar terpana menatap wajah lelaki ini.
Aku terperanjat ketika tiba-tiba Mas Ali membuka matanya dan mata kami saling berpandangan sejenak.
Aku langsung berdiri dan membelakangi nya.
"Sungguh memalukan" bisik ku dalam hati.
__ADS_1
"Jam brapa sekarang? " tanya Mas Ali padaku.
"06.15 Mas. Bangunlah. Mari sarapan. Sebentar lagi perias pengantin akan datang untuk merias kita." ujarku lagi dengan gugup.
"Aku akan mandi dan shalat dulu ya" katanya sembari bangun dari tempat tidur.
Akupun mengangguk lalu keluar menuju dapur.
Jam 10.30 mobil jemputan tiba didepan rumah dan siap untuk membawa kami menuju hotel tempat dilaksanakan nya resepsi.
Gaun yang ku kenakan berwarna Abu-abu dengan gradasi warna Pink serta mutiara-mutiara putih bertaburan di setiap ujung renda nya.
Sangat indah dan glamor.
"Sesuai dengan selera Aisyah" bisikku dalam hati.
Di atas jilbab yang ku kenakan pun di selipkan Mahkota yang berukuran sedang, menambah keanggunan dan membuat kecantikanku makin terpancar.
Bukde masuk dalam kamar pengantin dan memujiku habis-habisan sambil memegang lengan kanan ku dan menuntunku keluar untuk menuju mobil.
Diluar rumah semua sudah menungguku untuk menuju hotel.
Ada juga beberapa tetangga yang ikut mengantar kami.
Ketika aku keluar dari pintu rumah semua berdecak kagum melihat penampilanku yang luar biasa.
Mereka semua mengagumi kecantikan ku. Sekilas kulihat wajah Mas Ali yang juga sepertinya terpana melihatku mengenakan gaun indah ini.
Bukde dan Ibu membatuku masuk kedalam mobil yang sudah dihias menjadi mobil pengantin.
Aku duduk dengan gugup di sebelah Mas Ali tanpa bersuara sedikitpun.
Suasana begitu hening didalam mobil
__ADS_1
Sepanjang perjalanan menuju hotel.
Mendekati hotel kulihat di sisi kanan dan kiri jalan berjejer papan bunga ucapan selamat atas pernikahan Mas Ali dan Aisyah.
Hatiku kembali terasa perih.
"Seharusnya namaku yang ada disana, bukan Aisyah" ujarku dalam hati.
Aku turun dari mobil di bantu oleh Ibu dan Bukde.
Lalu berdiri tegak di samping Mas Ali.
Kami berdiri di atas karpet merah yang akan membimbing kami menuju kursi pelaminan.
Aku semakin gugup melihat banyak sekali yang hadir pada resepsi ini.
Aku berjalan perlahan karna takut jatuh.
Sejujurnya aku tidak terbiasa menggunakan Sepatu dengan hak tinggi seperti ini.
Ternyata firasatku benar, aku tersandung karpet dan nyaris jatuh tersungkur.
Untungnya Mas Ali sigap menahan lenganku dan menyelamatkanku dari rasa malu.
Dia kemudian melingkarkan tanganku pada lengan nya. Dan kamipun berjalan pelan menuju pelaminan serta disambut dengan tarian daerah "cacah inai".
Resepsipun berjalan dengan sangat meriah.
Banyak sekali tamu yang berdatangan. Mayoritas adalah kolega nya Mas Ali dan Keluarganya.
Aku rasa tidak satupun dari mereka yang menyadari kalau aku sebenarnya bukanlah Aisyah.
__ADS_1