Bukan Pengantin Pilihan

Bukan Pengantin Pilihan
Episode 15: Surprise Kedua


__ADS_3

Mas Ali menebak dengan benar tentang Yuli yang telah memberi tahu padaku hari ulang tahunnya.


"bagaimana caranya mempersiapkan semua kejutan ini? " tanya Mas Ali lagi padaku penasaran.


Aku tersenyum menatapnya.


"Blackforistnya Ica buat sendiri, dapat resep dari Ibu. Bahan-bahannya Ica titip minta di beliin sama Mas Jalal kemarin sewaktu Mas Jalal ke kota. Termasuk Jam tangan ini. " jawabku menjelaskan padanya.


"lingerie ini? " tanyanya sambil mencium bahuku yang hanya tertutup segaris kecil tali lingerie.


"Kalau ini, hadiah pernikahan dari Mia, udah lama tapi baru malam ini beranikan diri untuk memakainya. " jelasku lagi.


"Mas gak suka ya aku pakai baju sexy kek gini?" tanyaku padanya.


"sangat suka.. cantik, sexy dan sangat menantang." jawabnya melepaskan ciumannya.


"baiklah. Sekarang waktu nya mencicipi hadiah yang paling menggiurkan ini katanya sembari menghujaniku dengan ciuman yang bertubi-tubi.


Aku cuma bisa mendesah dan terus mendesah menikmati setiap gigitan-gigitan kecilnya yang nakal.


"Maasss.... Aaaahhh.. aahh... "Jeritku pelan.


Aku keluar menuju dapur dan segera membantu bik Sumi dan Yuli mempersiapkan kejutan kedua untuk Mas Ali.


Tak berapa lama kemudian Mas jalal datang bersama Istrinya Mbak Asni disusul Pak Asep suaminya bik Sumi.


Disisi Pak asep juga ada Mas Agus calon Suami nya Yuli.


"trimakasih ya udah pada mau datang". kataku pada mereka.

__ADS_1


Aku Kekamar membangunkan Mas Ali yang masih tertidur.


"Bangun Mas, diluar ada Mas Jalal mencari Mas Ali" kataku berbohong pada Mas Ali.


"Kenapa Jalal mencariku sepagi ini? " tanya nya padaku.


Aku menggeleng.


Diapun segera menuju kamar mandi.


Selesai Mandi kami keluar menuju ruang tamu.


"Surprise.... Selamat ulang tahun" serentak kami bersuara.


Mas Ali kaget dan langsung memelukku. Kemudian menyalami yang lainnya.


"Trimakasih semuanya, makasih sayang"Katanya dengan wajah penuh bahagia.


Pagi ini kami sangat bahagia.


Tertawa dan berbagi cerita bersama sambil menikmati makanan yang tersaji.


Ada ketukan pintu terdengar tiba-tiba dari luar pintu.


"Bolehkah saya bergabung? " tanya seorang perempuan dari luar pintu rumah.


Kami semua terdiam sejenak melihatnya.


Mas Ali mempersilahkan nya untuk masuk dan bergabung diantara kami.

__ADS_1


Dia memilih duduk di shofa sebelah Mas Ali dan aku duduk.


Disodorkan nya sebuah Kado pada Mas Ali lalu mengucapkan selamat ulang tahun pada Mas Ali tanpa malu.


Kami semua disana cuma bisa menyaksikan apa yang dia lakukan pada suamiku.


Aku merasa sangat kesal.


"trimakasih " kata suami ku padanya.


Semua kembali menikmati makanan dan Tumpeng yang ada di atas meja.


Nafsu makan ku langsung hilang melihat wanita yang duduk di shofa sebelah Mas Ali.


Sepertinya Mas Ali faham dengan sikapku. Dia mengambil sesendok tumpeng dari piringnya dan menyuapiku lalu mencium keningku beberapa kali.


Kulihat raut wajah kesal, cemburu dan iri dari wanita itu melihat perlakuan Mas Ali padaku.


Selesai Makan Semua berpamitan untuk kembali pada kegiatannya masing-masing.


Aku menggandeng tangan Mas Ali menuju Pintu Untuk mengantar nya yang ingin berangkat kerja.


"Mas boleh sekalian antar aku pulang gak? " tanya wanita itu tanpa malu pada suamiku.


"Maaf Aku gak bisa, Karena harus buru-buru ke Perkebunan ada hal penting yang harus aku kerjakan. " tolak Mas Ali pelan.


Lalu Mas Ali memberikan kunci mobil nya pada Pak Asep dan memintanya mengantar wanita itu pulang kerumahnya.


Kemudian Mas Ali pamit sembari mencium keningku dan mengecup pelan bibirku di depan wanita itu dan yang lain.

__ADS_1


Aku tersenyum dengan perlakuan Mas Ali yang begitu mengerti perasaanku yang sangat kesal pada wanita yang tidak punya rasa malu itu.


__ADS_2