
Berhubung banyak permintaan untuk membuat extra part , maka Penulis akan coba untuk membuat yaahh...
Dont fogret untuk follow penulis yaah...
Dan terimakasih buat teman-teman semua yang sudah sudi mampir membaca novel perdana yang penulis buat.
Terimakasih yang tak terhingga buat teman-teman yang sudah sudi memberikan masukan yang sangat membangun.
Tunggu novel-novel penulis selanjutnya yaa
😊😊😊
***
Aku tidak bisa tidur sama sekali, fikiran ku jauh menerawang.
Banyak sekali ketakutan yang menggangu dan membuatku tidak bisa memejamkan mataku.
Sebenarnya ketakutan ini sangatlah beralasan, karena ini adalah untuk yang ketiga kalinya dalam dua tahun terakhir ini Aku dan Mas Ali melakukan percobaan bayi tabung di Malaka.
Aku sudah hampir menyerah.
Tubuh dan fikiranku terasa sangat lelah. Sudah tidak terhitung banyak nya proses yang mesti kami lalui, namun hasilnya tetap nihil. Dan besok adalah jadwal kami untuk melihat hasil dari usaha kami yang ketiga.
"Kamu kenapa sayang? " tanya Mas Ali yang merasa terganggu karena sikapku yang sedari tadi membolak balikkan tubuh di tempat tidur.
__ADS_1
"Aku gak bisa tidur Mas, Aku takut! " jawabku dengan suara serak menahan tangis.
"Tidak ada kerja keras yang sia-sia, Inshaa ALLAH jika ALLAH menghendaki besok kita akan dapat kabar bahagia. Mas yakin itu!" katanya lagi menyejukkan hatiku.
Ditariknya tubuhku ke arahnya, dicium nya keningku berkali-kali. Dia kembali menatap mataku.
"Istirahatlah.. Inshaa ALLAH besok adalah hari terbaik untuk kita" kata mas Ali lagi padaku.
"Aamiin.. Ya ALLAH" jawabku penuh harap.
Hal yang paling Aku syukuri saat ini adalah memiliki suami yang luar biasa.
Mas Ali sangat tegar dan sangat optimis.
Tidak pernah mengeluh ataupun menyerah.
Dia selalu merangkulku dalam pelukannya saat Aku menangis, dan meyakinkanku kalau ALLAH tidak pernah tidur dalam mendengar doa hambanya.
Dia Yakin.. Semua sudah menjadi suratan takdir.
"Tidak ada yang tidak mungkin jika ALLAH menghendaki" katanya lagi padaku.
***
Kami sampai di rumah sakit Mahkota Medical Center, yang merupakan salah satu rumah sakit terbaik di Malaka.
__ADS_1
Dari tempat parkir kami langsung menuju lt. 3 bagian kandungan.
Dokter spesialis kandungan yang menangani kami telah menunggu di dalam ruangan nya.
Aku dan Mas Ali masuk ke dalam ruangan di antar oleh perawat yang berjaga hari ini.
Aku benar-benar merasa gugup.
Mas Ali membimbingku untuk duduk di bangku yang berseberangan dengan dokter langsung.
"Alhamdulillah.. Perjuangan Encik Ali dan Istri akhirnya berbuah manis. ALLAH SWT telah mengijabah doa Encik dan Istri.
Puan Alisya, selamat Puan positif hamil! " kata Dokter padaku sembari menjulurkan tangan nya menjabat tanganku dan Mas Ali.
"Masyaallah.. .. Alhamdulillah... Trimakasih ya ALLAH.. " kata Mas Ali sambil mencium dan memelukku berkali-kali.
Kulihat matanya berkaca-kaca sambil terus mengucapkan rasa syukur.
Aku menangis dalam pelukan Mas Ali.
"Trimakasih ya ALLAH.. Smoga engkau berkenan memberikan kami tanggung jawab dalam merawat malikat kecil kami ya ALLAH.. Aamiin" bisikku dalam hati.
Setelah momen haru biru tentang kehamilanku, Dokter kemudian menjelaskan resiko yang akan terjadi pada masa-masa kehamilan.
Terutama masa kandungan yang masih terbilang muda.
__ADS_1
Aku dan Mas Ali menyimak dengan seksama semua saran yang diberikan dokter untukku dan calon bayiku.
"Sehatkan bayi yang ada di di dalam kandunganku ini ya ALLAH... aamii.." doaku lagi dalam hati dengan penuh harap.